Halo, Pejuang PTN! Selamat datang di seri PPU. Hari ini kita akan membedah materi paling mendasar namun sering menjadi jebakan, yaitu Pembentukan Kata sebagai Fondasi Makna dalam UTBK. Mari kita mulai dengan sebuah pertanyaan: Mana yang benar? Mempesona atau Memesona? Seringkali perasaan 'enak didengar' itu menipu, karena banyak sekali jebakan penulisan kata di soal PPU yang harus kita waspadai. Sebelum melangkah jauh, mari kita lihat Anatomi Kata. Ambil contoh kata dasar BACA. Jika kita beri awalan Me- dan akhiran -an, ia mengalami proses morfologis menjadi Pembacaan. Inilah cara kata dirakit. Awalan Me- dan Pe- itu ibarat bunglon karena bentuknya berubah sesuai huruf awal kata dasar. Bisa menjadi Mem- atau Pem- untuk huruf B, P, F, V; Men- atau Pen- untuk D, T, C, J, Z; Meng- atau Peng- untuk vokal dan G, H, K; serta Menge- untuk satu suku kata. Aturan pertama: Awalan menjadi Mem- atau Pem- saat bertemu 'huruf bibir' seperti B, P, F, dan V. Contohnya Me plus Baca menjadi Membaca, Me plus Pukul menjadi Memukul, dan Me plus Fitnah menjadi Memfitnah. Sekarang, perhatikan Aturan Emas ini: Hukum K-T-S-P. Huruf K, T, S, dan P di awal kata dasar akan luluh atau hilang jika bertemu awalan. Syarat mutlaknya adalah huruf kedua kata dasarnya harus berupa vokal. Mari kita visualisasikan proses peluluhannya. Kata SAPU, huruf keduanya adalah A yang merupakan vokal, maka S-nya luluh menjadi Menyapu. Begitu pula KIRA, huruf keduanya I atau vokal, maka K-nya luluh menjadi Mengira. Lalu, kapan K-T-S-P tidak luluh? Jawabannya: jika huruf keduanya adalah konsonan atau disebut gugus konsonan. Me plus Protes tetap menjadi Memprotes karena setelah P adalah R, dan Me plus Kritik tetap menjadi Mengkritik karena setelah K adalah R. Contoh pertama untuk peluluhan standar: kata dasar TULIS. Langkah pertama, cek huruf awal yaitu T. Langkah kedua, huruf kedua adalah U atau vokal. Maka kesimpulannya wajib LULUH, sehingga Me plus Tulis menjadi Menulis. Contoh kedua untuk gugus konsonan: kata dasar TRANSFER. Huruf awalnya T, tapi lihat langkah kedua, huruf berikutnya adalah R yang merupakan konsonan. Maka, huruf T harus TETAP ada, sehingga menjadi Mentransfer. Hati-hati dengan jebakan Mengubah versus Merubah. Kata dasarnya adalah UBAH. Sesuai aturan, Meng plus vokal menghasilkan Mengubah. Jangan gunakan Merubah, karena secara harfiah itu berarti berubah menjadi binatang rubah! Selanjutnya, awalan menjadi Menge- khusus untuk kata yang hanya terdiri dari satu suku kata. Lihat perubahannya: Me plus Cat menjadi Mengecat, Me plus Bom menjadi Mengebom, dan Me plus Las menjadi Mengelas. Kita beralih ke Bentuk Terikat. Kata-kata ini wajib ditulis serangkai tanpa spasi dengan kata yang mengikutinya. Contoh yang sering muncul di UTBK adalah Pascasarjana, Antarkota, Multitalenta, Nonaktif, dan Subbagian. Ada pengecualian untuk bentuk terikat. Gunakan tanda hubung jika diikuti oleh kata berawalan huruf kapital, seperti nama negara atau agama. Contohnya: Non-Indonesia, Pro-Barat, dan Anti-Amerika. Mari bedah kasus simulasi soal PPU. Dalam kalimat ini, terdapat kata 'mempopulerkan'. Kita analisis: kata dasarnya Populer, huruf pertama P, huruf kedua O atau vokal. Seharusnya P-nya luluh, jadi penulisan yang baku adalah Memopulerkan. Coba perhatikan soal latihan ini: Mana yang baku? Mentertawakan, Mempesona, Menyintai, Memengaruhi, atau Pengkaji? Jawabannya adalah D, Memengaruhi. Karena kata dasar Pengaruh memiliki P yang diikuti vokal E, sehingga wajib luluh. Contoh soal berikutnya tentang proses kompleks pada kata 'Mengonsumsi'. Kata dasarnya adalah KONSUMSI. Karena huruf K bertemu dengan vokal O, maka K-nya luluh menjadi bunyi 'ng' dalam awalan Meng-. Waspadai juga kesalahan umum akibat analogi yang salah. Kata dasar 'Kaji' menjadi 'Mengkaji' untuk konteks kajian ilmiah, sedangkan 'Aji' menjadi 'Mengaji' untuk konteks membaca Al-Qur'an. Jangan sampai tertukar kata dasarnya! Sebagai kesimpulan: Pertama, K-T-S-P luluh jika bertemu vokal. Kedua, K-T-S-P tetap jika bertemu konsonan. Ketiga, bentuk terikat ditulis serangkai. Keempat, huruf C, J, D, dan G tidak pernah luluh. Dan kelima, ingatlah Mengubah, bukan Merubah. Semangat terus para Pejuang PTN! Ketelitian adalah kunci utama dalam menaklukkan subtes PPU. Sampai jumpa di bab selanjutnya untuk pembahasan yang lebih mendalam! Teruslah berlatih mengenali struktur kata dalam setiap teks yang kamu baca. Dengan menguasai hukum pembentukan kata, kamu sudah mengamankan satu langkah menuju kampus impianmu!
Masuk dulu yuk biar bisa baca transcript selengkapnya + tanya Aily tentang video ini.