Halo, Pejuang PTN! Hari ini kita akan membahas materi Penalaran Kuantitatif dalam sesi Seni Menaklukkan Angka Tanpa Kalkulator. Aturan pertamanya: Jangan Jadi Kalkulator Berjalan. Daripada pusing menghitung manual dua belas ribu tiga ratus empat puluh lima dikali sembilan puluh delapan ribu tujuh ratus enam puluh lima, atau mencari akar empat belas ribu empat ratus, kita akan belajar membidik soal seperti seorang sniper angka. Kita akan menggunakan konsep Number Sense. Ingat, UTBK itu menguji kepekaan angka kamu, bukan seberapa cepat kamu bisa melakukan perhitungan manual yang membosankan. Pilar pertama adalah Estimasi dan Pembulatan. Jika kamu bertemu soal tiga ratus sembilan puluh delapan dikali dua puluh satu, cukup bulatkan menjadi empat ratus dikali dua puluh. Hasilnya adalah sekitar delapan ribu. Cari opsi yang paling mendekati angka tersebut. Hati-hati dengan Jebakan Presisi. Menghitung sampai tiga angka desimal itu salah dan membuang waktu. Cara yang benar adalah dengan melihat rentang jawaban di opsi yang tersedia. Sangat penting untuk menghafalkan Angka Cantik. Misalnya, nol koma tiga tiga tiga adalah sepertiga, nol koma satu dua lima adalah seperdelapan, nol koma tiga tujuh lima adalah tiga per delapan, dan nol koma delapan tujuh lima adalah tujuh per delapan. Mari lihat contoh pertama: berapakah tiga puluh tujuh koma lima persen dari enam puluh empat? Langkah pertama, ubah ke pecahan menjadi tiga per delapan dikali enam puluh empat. Langkah kedua, bagi enam puluh empat dengan delapan menjadi delapan, lalu kalikan dengan tiga. Hasil akhirnya adalah dua puluh empat. Pilar kedua adalah Kamus Terjemahan. Kita harus mampu menerjemahkan kalimat soal cerita ke dalam simbol matematika agar lebih mudah diselesaikan secara logika. Masuk ke Logika Kecepatan dengan rumus S sama dengan v dikali t. Ingat aturan mainnya: jika dua objek bergerak saling mendekati, maka kecepatannya v satu ditambah v dua. Namun, jika saling mengejar, maka kecepatan yang cepat dikurangi kecepatan yang lambat. Untuk masalah Kerja Sama atau Logika Seper, rumus dasarnya adalah satu per t-total sama dengan satu per a ditambah satu per b. Tapi ada rumus cepatnya, yaitu t-total sama dengan atas kali per bawah tambah, atau a dikali b per a ditambah b. Contoh kedua: Mesin A selesai dalam dua puluh menit, Mesin B tiga puluh menit. Berapa lama jika bersama? Gunakan rumus t sama dengan dua puluh dikali tiga puluh per dua puluh ditambah tiga puluh. Hasilnya adalah enam ratus dibagi lima puluh, yaitu dua belas menit. Pilar ketiga adalah Irama Angka atau Deret. Cek polanya mulai dari Aritmatika melalui penjumlahan atau pengurangan, Geometri melalui perkalian atau pembagian, pola Fibonacci, hingga pola loncat untuk suku ganjil dan genap. Lihat contoh tiga: deret dua, seratus, empat, sembilan puluh, enam, delapan puluh. Pola satu pada suku ganjil adalah ditambah dua, sementara pola dua pada suku genap adalah dikurangi sepuluh. Maka, dua suku berikutnya pasti delapan dan tujuh puluh. Pilar keempat: Perbandingan Kuantitas antara P dan Q. Kamu harus memilih Opsi A jika P lebih besar, B jika Q lebih besar, C jika P sama dengan Q, atau D jika informasi tidak cukup. Strategi utamanya: Jangan Dihitung! Misal P adalah seratus dua puluh tiga per empat ratus lima puluh enam dan Q adalah seratus dua puluh tiga per empat ratus lima puluh tujuh. Karena penyebut Q lebih besar, maka nilainya lebih kecil. Kesimpulannya, P lebih besar dari Q. Contoh empat tentang substitusi variabel: P sama dengan x kuadrat dan Q sama dengan x pangkat tiga. Jika x sama dengan dua, maka Q lebih besar dari P. Jika x sama dengan satu, maka P sama dengan Q. Jika x sama dengan negatif dua, maka P lebih besar dari Q. Karena hasilnya berubah-ubah, jawabannya adalah D. Pilar kelima adalah Geometri dan Pythagoras. Hafalkan Tripel Pythagoras favorit seperti tiga-empat-lima, lima-dua belas-tiga belas, delapan-lima belas-tujuh belas, dan tujuh-dua puluh empat-dua puluh lima. Contoh lima: ada segitiga dengan sisi tegak lima dan sisi miring tiga belas. Berapa nilai alas x? Dengan menggunakan Tripel lima-dua belas-tiga belas, kita langsung tahu bahwa nilai x adalah dua belas tanpa perlu menghitung lagi. Mari bedah kasus diskon bertingkat. Jika diskon lima puluh persen lalu dua puluh persen, apakah totalnya tujuh puluh persen? Misalkan harga awal seratus. Diskon pertama membuat harga jadi lima puluh. Diskon dua puluh persen dari lima puluh adalah sepuluh, sehingga harga akhir empat puluh. Total diskonnya adalah enam puluh persen. Sebagai kesimpulan World dua Penalaran Umum: kita sudah menguasai Deduktif untuk simpulan pasti, Induktif untuk pola tren, dan Kuantitatif untuk estimasi logika angka. Sekarang, kamu siap menuju materi Pengetahuan Umum! Teruslah mengasah kemampuan logika kalian dan jangan berhenti berlatih. Sampai jumpa di video pembelajaran berikutnya, tetap semangat!
Masuk dulu yuk biar bisa baca transcript selengkapnya + tanya Aily tentang video ini.