Pintarly LogoPintarly
  • Belajar
  • Latihan Soal
  • Soal Asli
  • Pembahasan
  • Tryout
  • Komunitas
MasukDaftar GratisDaftar
Kembali ke Latihan
Soal Asli UTBK

Soal Asli SNBT 2024 LBI

Literasi Bahasa Indonesia (LBI)30 menit98 soal

Contoh Soal

10 dari 98 soal
1
Dalam berbagai kegiatan ekstrem luar ruang, saya sering terbentur dengan kapokan. Kapok melakukan hal itu lagi dan berjanji tidak akan mengulanginya. Seperti ketika mengikuti lomba lari lintas alam di Gunung Merapi beberapa tahun silam. Saya tersesat ketika hari sudah gelap karena kurang fokus melihat petunjuk arah. Putus asa mencari petunjuk arah, saya sampai menangis dan merasa betapa kecil di hadapan alam. Setelah mencoba tenang dan diam, cahaya penolong itu datang ketika melihat sorot lampu peserta di kejauhan. Ketika melewati garis finish saya seperti berjanji untuk tidak mengikuti kegiatan seperti itu lagi. Apakah saya menepati janji itu? Nyatanya tidak. Saya ikut kegiatan lain dengan cerita yang berbeda. Terakhir, ketika mendaki puncak Gunung Arjuno dan Gunung Welirang Jawa Timur lewat jalur Tretes. Jalur ini ternyata penuh tanjakan dan berbatu-batu. Di beberapa rute bebatuan itu tak tertata. Kami berangkat tengah malam, sampai puncak Gunung Welirang pagi hari dan disambut badai angin. Nah, perasaan menyesal muncul ketika turun gunung. Lutut terasa sakit sekali. "Mengapa aku jadi ikut? Harusnya menikmati kegiatan lain yang tak menyengsarakan." Tapi hal positif menghalau pikiran itu. Kalau enggak ikut tentu tidak tahu bagaimana kondisi jalan via Tretes ini. Benarlah pernyataan AB Guthrie, seorang penulis, "Jika harus menyesal, sesalilah apa yang tidak Anda lakukan daripada apa yang Anda lakukan." Sudah saatnya mengganti penyesalan dengan syukur untuk hal-hal negatif yang menimpa. Bersyukur dapat melakukan hal-hal seperti itu.

Simpulan yang tepat isi bacaan di atas adalah.....

  1. A.Kegiatan mendaki gunung dapat menjadi dalah satu sarana untuk membentuk kepribadian yang tangguh dan mandiri.
  2. B.Kondisi jalur pendakian dan cuaca ekstrem di puncak gunung merupakan faktor penting yang dipersiapkan dalam pendakian.
  3. C.Perasaan menyesal dan tidak ingin mengulangi kegiatan serupa merupakan salah satu faktor penghambat kegiatan pendakian.
  4. D.Perasaan menyesal sebaiknya bukan untuk sesuatu yang telah dilakukan tetapi untuk hal yang tidak sempat dilakukan.
  5. E.Rasa syukur dan berbahagia harus menjadi bagian penting dalam memulai atau mengawali aktivitas ekstrem di mana pun.
2
“Kamu sudah bijaksana; tapi kamu bukan anak biasa. Jutaan anak biasa di luar sana nggak sebijak kamu, dan mungkin saja membuat pilihan yang salah. Dan, kalau kesalahan dia, atau kesalahan kamu, menyakiti salah satu dari kalian, bisa saja itu membekas dan berdampak parah. Luka dari masa kecil itu lebih sulit disembuhkan daripada yang kamu dapat setelah dewasa.” Aku mengangkat bahu. “Yang kubilang barusan adalah perspektif umum orang dewasa. Tapi, kamu yang menentukan apa yang mau kamu lakukan. Aku nggak kenal anak ini. Tapi, sebagai orang yang sayang kamu, aku akan otomatis menganggap kalau nggak ada anak yang sepadan untuk kamu.” Suki mengernyit. “Jadi, menurut kamu, aku harus bilang nggak?” “Nggak juga. Kalau kamu mau coba, silakan saja. Tapi, kamu harus tahu kalau nggak ada orang lain yang bisa menanggung risiko dari perbuatan yang kamu pilih. Jadi, anak kecil nggak akan memberikamu pengecualian.” "Jadi ... kamu nggak memberi nasihat apa-apa?" tanya Suki. Aku tertawa dan menggeleng. "Nggak. Menurutku, anak-anak harus dididik untuk belajar mengambil keputusan dan menanggung hasilnya. Tapi, kamu bukan anak biasa. Kamu sudah terbiasa menghadapi keputusan sulit. Tapi kalau nasihat, aku punya satu. "Sejauh ini, kamu selalu mendasarkannya pada kebutuhan orang—pindah ke sini untuk menemani Abel, pindah ke Jepang untuk keluarga ibumu .... Aku mau, untuk keputusan yang ini, pikirkan diri sendiri. Ambil keputusan berdasarkan keinginanmu, bukan apa yang diminta anak itu. "Mungkin ini bukan waktunya lagi kamu belajar mengambil keputusan, tapi untuk membedakan jenis keputusan mana yang harus diambil berdasarkan kebutuhan orang, dan mana yang harus diambil berdasarkan kebutuhan kamu." Aku tersenyum dan mengusap rambutnya lagi.

Pernyataan berikut yang mencerminkan ketegasan dalam memegang prinsip hidup yang muncul dalam kutipan novel tersebut adalah ....

  1. A.Dan, kalau kesalahan dia, atau kesalahan kamu, menyakiti salah satu dari kalian, bisa saja itu membekas dan berdampak parah
  2. B.Tapi, sebagai orang yang sayang kamu, aku akan otomatis menganggap kalau nggak ada anak yang sepadan untuk kamu
  3. C.Tapi, kamu harus tahu kalau nggak ada orang lain yang bisa menanggung risiko dari perbuatan yang kamu pilih
  4. D.Menurutku, anak-anak harus dididik untuk belajar mengambil keputusan dan menanggung hasilnya
  5. E.Aku mau, untuk keputusan yang ini, pikirkan diri sendiri. Ambil keputusan berdasarkan keinginanmu, bukan apa yang diminta anak itu
3
Devide et impera menjadi salah satu senjata kongsi dagang Belanda (VOC) untuk menguasai Nusantara. Istilah ini berasal dari bahasa Spanyol yang kurang lebih artinya ‘belah dan kuasai’. Istilah ini merujuk pada sebuah strategi perang yang dikombinasikan dengan politik, ekonomi, dan sosial untuk menguasai sebuah wilayah atau kelompok. Cara ini bahkan dijadikan kebiasaan oleh VOC dalam hal politik, militer, dan ekonomi untuk melestarikan penjajahannya di Indonesia. Orientasinya adalah mencari keuntungan sebesar-besarnya dengan menaklukkan raja-raja di Nusantara. Misalnya dalam kasus Kerajaan Mataram, posisinya semakin melemah karena terbagi menjadi empat wilayah terpisah. Dalam konteks lain, devide et impera juga berarti mencegah kelompok-kelompok kecil untuk bersatu menjadi sebuah kelompok besar yang lebih kuat. Kondisi ini terasa sekali ketika kita didera pandemi Covid-19. Kita tak sadar bahwa pro kontra terhadap sebuah kebijakan publik misalnya, justru memperoleh panggung daripada upaya bersama untuk keluar dari pandemi ini. Kondisi di masyarakat saat itu seperti terkena “politik belah dan kuasai”. Ego “siapa kami” lebih mengemuka dibandingkan “inilah kita!”. Media sosial menjadi ajang untuk mengaduk-aduk jejak digital masa kelam. Lantas, langkah yang sudah mulai ke depan kembali mundur. Upaya untuk membentuk imunitas komunal pun memperoleh hambatan justru di pusat kasus. Misalnya, hasil survei mencatat persentase warga DKI Jakarta yang menolak vaksinasi Covid-19 paling tinggi di Indonesia, yakni 33 persen.

Kita patut merenungkan ucapan ahli virus, Faheem Younus, “Orang yang terpecah tidak bisa menang melawan virus yang bersatu.” Simpulan yang tepat bacaan di atas adalah ….

  1. A.Pemerintah Belanda dapat menguasai seluruh wilayah Nusantara dalam waktu yang lama karena menerapkan strategi devide et impera
  2. B.Kerajaan Mataram terbagi menjadi empat wilayah terpisah karena adanya perebutan wilayah dan perpecahan para pemimpinnya
  3. C.strategi devide et impera berupaya mencegah kelompok-kelompok kecil bersatu menjadi sebuah kelompok besar yang lebih kuat
  4. D.kesepahaman dan kebersamaan semua pihak merupakan faktor penting dalam upaya menghadapi dan menyelesaikan permasalahan
  5. E.media sosial dapat menjadi sarana mengekspresikan pro dan kontra dalam menyikapi kebijakan publik untuk menghadapi masalah
4
Kereta maglev (magnetic levitation) adalah kereta api yang mengambang di atas rel. Kereta maglev mengambang dan bergerak berdasarkan tarikan dan tolakan elektromagnetik, seperti dua kutub magnet sejenis tolak-menolak dan dua kutub magnet berbeda jenis tarik-menarik. Tidak adanya kontak dengan rel membuat gesekan sangat kecil sehingga kereta dapat bergerak dengan tenang, halus, dan cepat. Ada dua sistem teknologi maglev, yaitu sistem suspensi elektromagnetik (SSE) dan sistem suspense elektrodinamik (SSD). Di dalam SSE, pada bagian bawah kereta di kedua sisi dipasang suatu struktur kuat (bogie) berbentuk huruf C tegak sehingga posisi rel berada di atas ujung bogie bagian bawah. Perangkat elektromagnet dipasang di ujung bogie di bawah rel. Ketika dialiri arus listrik dari baterai, perangkat elektromagnet berubah menjadi magnet dan terjadi tarik-menarik dengan rel kereta. Akibatnya, bogie tertarik ke atas menyebabkan kereta mengambang sekitar 1.5 cm di atas rel kereta. Maglev dengan sistem ini dapat bergerak dengan kelajuan rendah maupun tinggi. Sayangnya, SSE kurang stabil dibanding SSD. Di dalam SSD, di sepanjang rel dipasang perangkat elektromagnet dan di bagian bawah dari kereta dipasang magnet permanen. Ketika elektromagnet menjadi magnet, terjadi tolak-menolak dengan magnet permanen dan menyebabkan kereta terangkat sekitar 10 cm. Terangkatnya kereta memerlukan waktu sehingga kereta sistem SSD ini harus dilengkapi dengan roda gar dapat bergerak pada kelajuan rendah. Sistem elektronik untuk SSE dan SSD harus handal agar tarikan dan dorongan dapat berlangsung pada saat-saat yang diinginkan. Kereta maglev ramah lingkungan karena tidak ada proses pembakaran dan hampir tidak ada polusi suara meskipun masih mengalami gangguan udara. Tiadanya hambatan dengan rel membuat kereta dapat melaju sangat cepat, sampai 500 km/jam. Sayangnya, jalur kereta maglev adalah jalur khusus, tidak bisa menggunakan jalur kereta biasa. Hal ini menjadi salah satu penyebab sangat mahalnya biaya pembangunan kereta maglev. Namun, mengingat jumlah kelebihan yang telah diungkapkan di atas dan perkembangan teknologi yang diharapkan dapat mereduksi biaya produksi, kereta maglev diharapkan bisa menjadi kereta massal di masa depan.

Pernyataan di bawah ini yang merupakan opini penulis yang sesuai dengan bacaan tersebut adalah ...

  1. A.menjadikan kereta maglev sebagai kereta massal di masa depan
  2. B.membangun kereta maglev pada rel yang telah ada
  3. C.mengembangkan kereta sistem SSE yang melayang 10 cm di atas rel
  4. D.merancang dan membangun kereta sistem SSO tanpa roda
  5. E.membangun kereta maglev dengan kestabilan tinggi
5
Setelah tidur lelap, esok pagi-pagi Sri mulai menyusun rencana. Dengan asumsi terus tinggal di penginapan ini, uang yang dia bawa cukup untuk tiga bulan ke depan membayar sewanya jika dia berhemat dengan pindah menyewa apartemen bulanan yang lebih murah, mungkin bisa membuatnya bertahan hingga lima - enam bulan. Sri melingkari tanggal, menandainya, sambil menghabiskan roti tawar. Semakin cepat dia memperoleh pekerjaan, situasinya akan semakin baik. Baiklah, pekerjaan jenis apa yang bisa dilakukan? Sri meraih surat kabar pagi yang dipinjam dari petugas hotel, membuka halaman lowongan pekerjaan, mulai membaca. Tangan kirinya sesekali melingkari beberapa lowongan yang cocok, sementara tangan kanannya meraih buah apel. Cuaca dingin London membuat Sri lapar, dan repotnya, menu penginapan tidak bisa dia makan, selain roti dan buah-buahan. Sri menyalin lima enam lowongan pekerjaan di kertas. Pukul tujuh pagi dia turun ke meja tamu hotel, mengembalikan surat kabar. "

Di mana aku bisa menemukan rumah makan muslim?" Sri sekaligus bertanya. "Itu tidak sulit, Mam. Ada satu restoran tidak jauh dari sini, setengah mil berjalan kaki ke arah barat. Mereka menjual nasi biryani." Sri mengangguk, "Satu lagi, apakah kamarku bisa dipindahkan ke lantai enam?" "Tentu saja bisa, Mam." Sri mengucapkan terima kasih, menuju pintu penginapan, dia mulai mencari pekerjaan. Itulah rutinitas yang dilakukan Sri. Bedanya dengan dulu setiba di Jakarta, kali ini dia tidak perlu berjalan kaki. Sri menumpang sistem transportasi massal Kota London yang nyaman. Setiap hari, dia berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain, bertanya lowongan pekerjaan, baru pukul enam atau tujuh malam kembali ke penginapan. Dua minggu berlalu dengan cepat. Nihil - ini yang sama dengan di Jakarta dulu. Tema kutipan novel tersebut adalah ....

  1. A.Perjuangan seorang perempuan di negara seberang untuk mencari pengakuan dan penghidupan layak.
  2. B.Perjalanan gigih seorang perempuan untuk mengubah kehidupan yang lebih baik meskipun banyak rintangan.
  3. C.Perubahan kehidupan seseorang ketika berjuang mendapat pekerjaan di Indonesia dan Inggris.
  4. D.Perbedaan perjuangan seseorang untuk mencari pekerjaan di dua negara karena budaya yang berbeda.
  5. E.Perasaan seseorang dalam menjalani kehidupan yang selalu berpindah tempat tanpa persiapan.
6
(1) Down Syndrome adalah suatu kondisi keterbelakangan perkembangan fisik dan mental anak akibat abnormalitas perkembangan kromosom. (2) Keabnormalan kromosom acapkali terjadi karena kegagalan sepasang kromosom untuk saling memisahkan diri saat terjadi pembelahan. (3) Down syndrome disebabkan juga oleh penyimpangan kromosom saat pembuahan. (4) Sebagai perbandingan, bayi normal dilahirkan dengan jumlah 46 kromosom (23 pasang); sedangkan bayi dengan penyakit down syndrome mengalami kelebihan kromosom, yaitu 47 kromosom. (5) Kelainan yang berdampak pada keterbelakangan pertumbuhan fisik dan mental ini pertama sekali dikenal pada tahun 1866 oleh Dr. John Longdon Down. (6) Akibatnya, ciri yang tampak aneh seperti tinggi badan yang sering kali pendek, kepala mengecil, dan hidung yang datar menyerupai orang Mongol. (7) Down syndrome awalnya dikenal dengan istilah mongoloid. (8) Pada akhir tahun 1970-an, para ahli merevisi nama kelainan pada anak tersebut dengan merujuk penemu pertamanya, yaitu Down, dan hingga kini penyakit ini dikenal dengan istilah down syndrome.

Ide pokok paragraf kedua adalah ....

  1. A.Sejarah kajian down syndrome.
  2. B.Penggantian nama down syndrome.
  3. C.Sejarah penamaan down syndrome.
  4. D.Perbedaan istilah down syndrome dengan mongoloid.
  5. E.Perkembangan temuan down syndrome.
7
Teknologi informasi dan komunikasi terus berkembang sehingga kemudahan akses dan ragam informasi semakin meningkat. Produksi dan distribusi informasi berupa teks, gambar, suara, dan video melalui fitur perangkat digital dan beragam aplikasi dapat diakses hanya dengan sentuhan jari. Informasi yang dulu sangat terbatas sekarang menjadi melimpah ruah. Bahkan, informasi yang tidak diinginkan pun datang sendiri melalui grup percakapan digital dan akun media sosial, mulai dari politik, hukum, kriminal, pendidikan, ekonomi, budaya, agama, bencana, gosip, dan undian berhadiah hingga promo diskon. Kendati demikian, informasi yang beredar dan melimpah ruah tersebut masih bercampur baur antara yang hoaks dan tidak hoaks, antara yang positif dan negatif. Survei AP31 (2022) menyebutkan tingkat penetrasi internet di Indonesia pada 2022 sebesar 99,02%. Dua aplikasi yang paling sering diakses adalah media sosial (89,19%) dan percakapan daring (73,86%). Dua aplikasi tersebut merupakan sumber produksi konten terbesar di ruang digital. Internetvestat (2023) melaporkan per hari sekitar 727 juta tweet dikirimkan, 85 juta gambar diunggah ke Instagram, 7 juta tulisan dikirimkan ke situs daring.

Semua itu tentu mengandung informasi, entah valid atau hoaks, entah edukatif atau destruktif. Kecenderungan pengguna mengunggah dan membagi berbagai informasi melalui akun media sosial semakin mempercepat limpahan dan kompleksitas informasi yang beredar. Demikian juga dengan kompetisi antarsitus dalam meningkatkan jumlah kunjungan melalui tawaran sajian informasi dengan perspektif yang berbeda, tampilan menarik hingga judul-judul unik dan bahkan bombastis. Kondisi demikian tidak jarang membuat pembaca bingung membedakan tingkat validitas informasi dan sulit menarik intisari informasi. Tantangan terbesar bukan terletak pada usaha mendapatkan akses, melainkan pada bagaimana menyaring limpahan informasi hingga mendapatkan intisarinya. Menyaring informasi bukan sekadar memberikan batasan dengan menggunakan kata kunci tertentu melainkan juga memilih antara yang valid dan tidak valid. Campur aduknya informasi yang tersaji membuat ruang digital menjadi tidak sehat dan tidak kondusif untuk pengembangan pengetahuan dan karakter serta sebagai media perekat persatuan antar anak bangsa. Oleh karena itu, mewujudkan ruang digital yang sehat menjadi penting. Penguatan literasi digital adalah kuncinya, utamanya pada pilar etika digital. Fokus bahasan teknologi informasi dan komunikasi dalam bacaan di atas adalah....

  1. A.kemudahan akses dan keanekaragaman jenis informasi dan komunikasi yanb terus menerus meningkat
  2. B.produksi dan distribusi berbagai informasi yang tersaji melalui fitur digital dan beragam aplikasi
  3. C.ketersediaan media penyajian yang menghasilkan keberlimpahan informasi yang dulu sulit diperoleh
  4. D.berbagai jenis informasi yang datang sendiri melalui grup percakapan digital dan media social
  5. E.ketersediaan beragam informasi baik yang valid maupun tidak valid dengan peredaran yang sangat cepat
8
(1) Selain pameran lukisan bertajuk Mengeja Laku Liku Kaliku, komunitas peduli sampah selaku penyelenggara Festival memamerkan berbagai barang yang diproduksi dari sampah sungai, seperti tas, keranjang, vas bunga, dan lampion. (2) Berbagai seni pertunjukan juga digelar selama Festival berlangsung, seperti acara tradisi palang pintu Betawi, atraksi manusia petasan di atas bukit, debus, karinding, dan lenong. (3) Bahkan, partisipasi juga dilakukan oleh warga, pengusaha, aktivis, dan pelaku seni dalam lomba, seperti lomba memancing sampah dan lomba mewarnai. (4) Festival semakin semarak dengan sajian berbagai jajanan tradisional dan kuliner. (5) Mereka menggelar kegiatan budaya ini untuk meningkatkan kepedulian warga akan Kali Cisadane. (6) Pinggiran Kali Cisadane dipilih sebagai lokasi acara, karena kondisi sungai sudah sangat memprihatinkan. (7) Jadi, dengan pameran dan pagelaran seni budaya ini, semua pihak, baik pemerintah, pengusaha, aktivis dan pegiat lingkungan, pelaku seni, maupun masyarakat luas diajak untuk bersinergi, peduli, menjaga, merawat, dan melestarikan sungai yang selama ini menjadi sumber kehidupan warga, termasuk kebutuhan air baku. (8) Warga tepi Kali Cisadane menyambut antusias kegiatan budaya ini.

Pernyataan mana yang *TIDAK* sesuai dengan teks?

  1. A.Kali Cisadane dijadikan tempat kegiatan budaya agar warga peduli akan sungai.
  2. B.Kali Cisadane menjadi tempat yang sangat menyenangkan bagi aktivis lingkungan.
  3. C.Kali Cisadane menjadi pusat kegiatan pergelaran seni budaya oleh komunitas peduli sampah.
  4. D.Kali Cisadane merupakan salah satu sungai yang perlu mendapatkan perhatian khusus.
  5. E.Kali Cisadane harus dipelihara oleh semua pihak karena menjadi sumber kehidupan warga.
9
Perkembangan teknologi digital menyebabkan terjadinya perubahan dalam banyak aspek, termasuk dalam dunia kesehatan. Peningkatan dramatis dalam jaringan dan komputer memperluas pilihan untuk perawatan medis dan telah mengubah cara dokter bekerja. Ketika teknologi meningkat dan biaya turun, organisasi perawatan kesehatan kemudian mengadopsi teknologi baru. Teknologi baru tersebut tidak hanya berupa peralatan medis, tetapi juga untuk pencatatan sehari-hari. Rekam medis kertas, contoh sepenggal ditunjukkan pada tabel, kemudian didigitalkan dan sebagian besar diganti dengan catatan kesehatan elektronik (\textit{electronic health record}, EHR) yang membantu memudahkan data kesehatan baik masa lalu maupun saat ini (seperti hasil tes atau diagnosis) untuk diakses secara efisien dan aman. Catatan-catatan ini dapat dibagikan melalui sistem informasi yang terhubung jaringan, sistem informasi di seluruh perusahaan, atau bentuk jaringan dan pertukaran informasi lainnya. Sistem EHR sekarang menjadi praktik standar dokter ketika melayani pasien dan membuat rencana perawatan. Laptop dan tablet telah menjadi sarana umum dokter seperti stetoskop ketika sedang melayani pasien. Satu tantangan besar pada EHR adalah akumulasi sejumlah besar data yang tidak terintegrasi dan tidak terstandarisasi. Organisasi layanan kesehatan memiliki banyak data yang dapat mereka gunakan untuk meningkatkan prosedur dan praktik bisnis mereka, tetapi mereka tidak memiliki tenaga ahli untuk mengintegrasikan data. Teknologi yang lebih baru, seperti cloud, blockchain, dan \textit{artificial intelligence} berdasarkan pembelajaran mesin, dapat membantu organisasi layanan kesehatan mengungkap pola sejumlah besar data sambil juga membuat data itu lebih aman dan lebih mudah dikelola. Sebagaimana umumnya pada aplikasi digital yang lain, EHR rawan terhadap pencurian, perusakan, dan pengendalian data oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang dapat berdampak pada pelanggaran hukum.

Berdasarkan bacaan, dapat disimpulkan bahwa EHR ....

  1. A.menjadi sarana komunikasi antarp profesional bidang kesehatan sehingga perawatan pasien menjadi lebih baik
  2. B.menjadi sumber acuan pasien dalam merawat kesehatan dirinya, termasuk menjadi sumber informasi ketersediaan dokter ahli
  3. C.menjadi sarana komunikasi antar pasien penderita penyakit sejenis untuk saling membantu dalam menghilangkan penyakit
  4. D.merupakan sebuah aplikasi dalam bidang kesehatan yang memungkinkan seseorang dapat merawat kesehatannya
  5. E.menjadi sarana komunikasi antara dokter dan pasien sehingga seseorang tidak perlu datang ke klinik kesehatan atau rumah sakit untuk melakukan konsultasi kesehatan
10
Belum lama ini kita dikejutkan dengan berita korupsi dana bantuan sosial. Berita itu semakin menambah panjang kasus serupa. Sebagian masyarakat berkomentar, sudah separah itukah nurani kita sebagai manusia? Dana bantuan sosial yang mestinya digunakan untuk membantu warga, tetapi malah dikorupsi. Apakah ini gambaran nyata dari apa yang pernah dinyatakan Thomas Hobbes, filsuf Inggris, yang dikenal dengan ungkapan Homo Homini Lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya. Manusia saling menikam sesamanya. Jika kita mengamati lebih dalam, dunia binatang justru memberikan banyak pelajaran hidup bagi umat manusia. Gambaran itu bisa kita saksikan melalui tayangan video program New Atlantis Wild. Dalam video tersebut disajikan adegan katak yang terperangkap dalam jaring laba-laba. Meski katak bertubuh besar, jaring laba-laba itu mampu menjeratnya. Apakah katak itu akan dimangsa oleh laba-laba? Ternyata tidak. Di akhir video terlihat laba-laba tidak membunuh katak karena telah merusak perangkapnya. Laba-laba melepaskan jeratan katak dan membiarkan tetap hidup. Laba-laba tidak serakah untuk mengambil apa yang bukan haknya. Ia seolah menjadi teman bagi sesamanya, menolong katak yang terjerat menunggu nasib. Apakah kita bisa menirunya? Mampukah kita menunjukkan diri sebagai teman bagi sesama? Alih-alih menjadi Homo Homini Lupus, alangkah elok bila kita menjadi sosok seperti yang diungkapkan Seneca, filsuf Romawi, Homo Homini Socius. Manusia adalah teman bagi sesama manusia. Pernyataan: (1) Menurut Thomas Hobbes, manusia dapat menjadi pemangsa bagi sesamanya. (2) Homo Homini Socius merupakan hakikat manusia seperti binatang yang saling memangsa. (3) Jaring laba-laba sangat kuat dan mampu menjerat mangsa yang lebih besar seperti seekor katak. (4) Laba-laba akan memangsa dan memakan apa pun yang tertangkap oleh jaring yang disiapkan. (5) Manusia dapat belajar dari perilaku hewan dalam berinteraksi antarsesama pada kehidupan nyata.

Manakah pernyataan yang benar?

  1. A.1, 2, dan 3
  2. B.1, 2, dan 4
  3. C.1, 3, dan 4
  4. D.1, 3, dan 5
  5. E.2, 3, dan 4