Pintarly LogoPintarly
  • Belajar
  • Latihan Soal
  • Soal Asli
  • Pembahasan
  • Tryout
  • Komunitas
MasukDaftar GratisDaftar
Kembali ke Latihan
Soal Asli UTBK

Soal Asli SNBT 2025 LBI 28 Mei 2025

Literasi Bahasa Indonesia (LBI)30 menit24 soal

Contoh Soal

10 dari 24 soal
1
Susu merupakan minuman bergizi tinggi yang dibutuhkan oleh balita untuk dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Namun, susu sering kali digolongkan sebagai minuman yang berharga cukup mahal, terutama sediaan susu yang telah mengalami berbagai proses pengolahan. Di pasaran, susu tersedia dalam bentuk minuman kemasan yang biasanya telah ditambahkan sukrosa serta zat perisai tertentu untuk memberikan variasi rasa. Kandungan gizi dalam susu sangat dipengaruhi oleh jenis ternak yang menghasilkannya, jenis makanan yang dikonsumsi ternak, dan tingkat kesehatan ternak. Setiap 100 ml susu sapi murni rata-rata dapat menghasilkan energi sekitar 259 kj. Umumnya, kandungan susu sapi murni menurut berat adalah 87% air, 3,7% lemak, 3,5% protein, 4,9% laktosa, 0,07% mineral, dan sisanya berupa berbagai jenis vitamin, enzim, dan lain-lain. Mineral yang terdapat dalam susu sapi murni di antaranya adalah kalsium, fosfor, natrium, besi, tembaga, dan seng. Kalsium dan fosfor merupakan mineral penting untuk pertumbuhan tulang dan gigi. Susu juga mengandung vitamin yang larut dalam lemak, yaitu vitamin A, D, E, dan K, serta vitamin yang larut dalam air, yaitu vitamin B dan C. Selain itu, di dalam susu juga terdapat beberapa jenis enzim, seperti peroksidase, katalase, fosfatase, dan lipase. Lipase berfungsi untuk menghidrolisis lipid. Di antara enzim-enzim tersebut, peroksidase dan fosfatase umumnya digunakan sebagai indikator kecukupan pasteurisasi susu karena kedua enzim ini akan rusak pada suhu pasteurisasi, sementara vitamin, mineral, dan enzim lain tidak mengalami perubahan.

Simbol salah satu mineral yang terkandung dalam susu sesuai dengan bacaan di atas adalah ...

  1. A.F
  2. B.N
  3. C.Be
  4. D.Cu
  5. E.Se
2
Susu merupakan minuman bergizi tinggi yang dibutuhkan oleh balita untuk dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Namun, susu sering kali digolongkan sebagai minuman yang berharga cukup mahal, terutama sediaan susu yang telah mengalami berbagai proses pengolahan. Di pasaran, susu tersedia dalam bentuk minuman kemasan yang biasanya telah ditambahkan sukrosa serta zat perisai tertentu untuk memberikan variasi rasa. Kandungan gizi dalam susu sangat dipengaruhi oleh jenis ternak yang menghasilkannya, jenis makanan yang dikonsumsi ternak, dan tingkat kesehatan ternak. Setiap 100 ml susu sapi murni rata-rata dapat menghasilkan energi sekitar 259 kj. Umumnya, kandungan susu sapi murni menurut berat adalah 87% air, 3,7% lemak, 3,5% protein, 4,9% laktosa, 0,07% mineral, dan sisanya berupa berbagai jenis vitamin, enzim, dan lain-lain. Mineral yang terdapat dalam susu sapi murni di antaranya adalah kalsium, fosfor, natrium, besi, tembaga, dan seng. Kalsium dan fosfor merupakan mineral penting untuk pertumbuhan tulang dan gigi. Susu juga mengandung vitamin yang larut dalam lemak, yaitu vitamin A, D, E, dan K, serta vitamin yang larut dalam air, yaitu vitamin B dan C. Selain itu, di dalam susu juga terdapat beberapa jenis enzim, seperti peroksidase, katalase, fosfatase, dan lipase. Lipase berfungsi untuk menghidrolisis lipid. Di antara enzim-enzim tersebut, peroksidase dan fosfatase umumnya digunakan sebagai indikator kecukupan pasteurisasi susu karena kedua enzim ini akan rusak pada suhu pasteurisasi, sementara vitamin, mineral, dan enzim lain tidak mengalami perubahan.

Menurut bacaan, senyawa karbohidrat yang terdapat dalam susu sapi murni adalah ...

  1. A.amilum
  2. B.selulosa
  3. C.sukrosa
  4. D.laktosa
  5. E.vitamin
3
Susu merupakan minuman bergizi tinggi yang dibutuhkan oleh balita untuk dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Namun, susu sering kali digolongkan sebagai minuman yang berharga cukup mahal, terutama sediaan susu yang telah mengalami berbagai proses pengolahan. Di pasaran, susu tersedia dalam bentuk minuman kemasan yang biasanya telah ditambahkan sukrosa serta zat perisai tertentu untuk memberikan variasi rasa. Kandungan gizi dalam susu sangat dipengaruhi oleh jenis ternak yang menghasilkannya, jenis makanan yang dikonsumsi ternak, dan tingkat kesehatan ternak. Setiap 100 ml susu sapi murni rata-rata dapat menghasilkan energi sekitar 259 kj. Umumnya, kandungan susu sapi murni menurut berat adalah 87% air, 3,7% lemak, 3,5% protein, 4,9% laktosa, 0,07% mineral, dan sisanya berupa berbagai jenis vitamin, enzim, dan lain-lain. Mineral yang terdapat dalam susu sapi murni di antaranya adalah kalsium, fosfor, natrium, besi, tembaga, dan seng. Kalsium dan fosfor merupakan mineral penting untuk pertumbuhan tulang dan gigi. Susu juga mengandung vitamin yang larut dalam lemak, yaitu vitamin A, D, E, dan K, serta vitamin yang larut dalam air, yaitu vitamin B dan C. Selain itu, di dalam susu juga terdapat beberapa jenis enzim, seperti peroksidase, katalase, fosfatase, dan lipase. Lipase berfungsi untuk menghidrolisis lipid. Di antara enzim-enzim tersebut, peroksidase dan fosfatase umumnya digunakan sebagai indikator kecukupan pasteurisasi susu karena kedua enzim ini akan rusak pada suhu pasteurisasi, sementara vitamin, mineral, dan enzim lain tidak mengalami perubahan.

Pernyataan yang benar tentang peroksidase dan lipase yang terdapat dalam susu adalah ...

  1. A.Peroksidase dapat menghidrolisis molekul lemak dalam susu
  2. B.Lipase merupakan enzim yang terdenaturasi pada suhu pasteurisasi susu
  3. C.Peroksidase akan mengalami perubahan warna pada suhu pasteurisasi susu
  4. D.Lipase dalam susu akan menghidrolisis molekul laktosa menjadi asam karboksilat
  5. E.peroksidase dan lipase merupakan protein yang berfungsi sebagai biokatalisator
4
Susu merupakan minuman bergizi tinggi yang dibutuhkan oleh balita untuk dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Namun, susu sering kali digolongkan sebagai minuman yang berharga cukup mahal, terutama sediaan susu yang telah mengalami berbagai proses pengolahan. Di pasaran, susu tersedia dalam bentuk minuman kemasan yang biasanya telah ditambahkan sukrosa serta zat perisai tertentu untuk memberikan variasi rasa. Kandungan gizi dalam susu sangat dipengaruhi oleh jenis ternak yang menghasilkannya, jenis makanan yang dikonsumsi ternak, dan tingkat kesehatan ternak. Setiap 100 ml susu sapi murni rata-rata dapat menghasilkan energi sekitar 259 kj. Umumnya, kandungan susu sapi murni menurut berat adalah 87% air, 3,7% lemak, 3,5% protein, 4,9% laktosa, 0,07% mineral, dan sisanya berupa berbagai jenis vitamin, enzim, dan lain-lain. Mineral yang terdapat dalam susu sapi murni di antaranya adalah kalsium, fosfor, natrium, besi, tembaga, dan seng. Kalsium dan fosfor merupakan mineral penting untuk pertumbuhan tulang dan gigi. Susu juga mengandung vitamin yang larut dalam lemak, yaitu vitamin A, D, E, dan K, serta vitamin yang larut dalam air, yaitu vitamin B dan C. Selain itu, di dalam susu juga terdapat beberapa jenis enzim, seperti peroksidase, katalase, fosfatase, dan lipase. Lipase berfungsi untuk menghidrolisis lipid. Di antara enzim-enzim tersebut, peroksidase dan fosfatase umumnya digunakan sebagai indikator kecukupan pasteurisasi susu karena kedua enzim ini akan rusak pada suhu pasteurisasi, sementara vitamin, mineral, dan enzim lain tidak mengalami perubahan.

Pemanasan susu pada suhu yang sedikit lebih tinggi dari suhu pasteurisasi mengakibatkan ...

  1. A.Hidrolisis molekul lemak sehingga susu menjadi asam lemak dan gliserol
  2. B.Denaturasi sebagian besar protein dan enzim sehingga menurunkan kualitas susu
  3. C.Katabolisme susu sehingga memperkecil kandungan energinya
  4. D.Penurunan kadar kalsium dan fosfor sehingga menurunkan gizi susu
  5. E.Degradasi vitamin dalam susu sehingga menimbulkan bau tidak sedap
5
Dinamika fluida berkaitan dengan tegangan geser yang menggambarkan pengaruh luar terhadap fluida dan laju regangan geser yang menggambarkan gerak fluida. Laju regangan fluida merupakan perubahan kecepatan fluida per satuan jarak. Untuk aliran fluida di dalam pipa, kecepatan $v(r)$ merupakan kecepatan partikel fluida yang berada pada posisi radial $r$ dari pusat pipa. Jadi, laju regangan geser sama dengan $dv/dr$ . Sebagai contoh, fluida yang mengalir di dalam pipa dengan kecepatan $v(r) = v_0(R - r)/R$ memiliki laju regangan geser $-v_0/R$ yang seragam. Berdasarkan hubungan antara tegangan geser dan regangan geser, fluida dapat dibagi atas fluida Newtonian dan fluida non-Newtonian. Fluida jenis pertama dicirikan oleh rasio antara tegangan geser dan laju regangan geser yang konstan. Rasio ini dinamakan viskositas dinamis fluida. Jadi, untuk fluida Newtonian, tegangan geser sebanding dengan laju regangan geser. Fluida jenis kedua tidak memiliki sifat seperti ini. Pada fluida jenis kedua, viskositas dinamis tidak konstan, tetapi bergantung pada laju regangan geser. Atas dasar sifat hubungan antara tegangan geser dan laju regangan geser, fluida non-Newtonian terbagi atas fluida Bingham, fluida dilatan, dan luida pseudoplastik. Gambar di bawah menunjukkan perbedaan hubungan antara tegangan geser dan laju regangan geser dari fluida Bingham dan fluida non-Newtonian.

Fluida Bingham mengalir dengan kelajuan geser tidak nol ketika nilai tegangan geser yang bekerja pada fluida ...

  1. A.$= 0$
  2. B.$> 0$
  3. C.$< 0$
  4. D.$> \sigma_0$
  5. E.$< \sigma_0$
6
Dinamika fluida berkaitan dengan tegangan geser yang menggambarkan pengaruh luar terhadap fluida dan laju regangan geser yang menggambarkan gerak fluida. Laju regangan fluida merupakan perubahan kecepatan fluida per satuan jarak. Untuk aliran fluida di dalam pipa, kecepatan $v(r)$ merupakan kecepatan partikel fluida yang berada pada posisi radial $r$ dari pusat pipa. Jadi, laju regangan geser sama dengan $dv/dr$ . Sebagai contoh, fluida yang mengalir di dalam pipa dengan kecepatan $v(r) = v_0(R - r)/R$ memiliki laju regangan geser $-v_0/R$ yang seragam. Berdasarkan hubungan antara tegangan geser dan regangan geser, fluida dapat dibagi atas fluida Newtonian dan fluida non-Newtonian. Fluida jenis pertama dicirikan oleh rasio antara tegangan geser dan laju regangan geser yang konstan. Rasio ini dinamakan viskositas dinamis fluida. Jadi, untuk fluida Newtonian, tegangan geser sebanding dengan laju regangan geser. Fluida jenis kedua tidak memiliki sifat seperti ini. Pada fluida jenis kedua, viskositas dinamis tidak konstan, tetapi bergantung pada laju regangan geser. Atas dasar sifat hubungan antara tegangan geser dan laju regangan geser, fluida non-Newtonian terbagi atas fluida Bingham, fluida dilatan, dan luida pseudoplastik. Gambar di bawah menunjukkan perbedaan hubungan antara tegangan geser dan laju regangan geser dari fluida Bingham dan fluida non-Newtonian.

Kecepatan partikel fluida di pusat pipa dari fluida yang laju regangan gesernya disebutkan dalam bacaan sama dengan ...

  1. A.$\frac{v_0}{R}(R - r)$
  2. B.$\frac{-v_0}{R}$
  3. C.$\frac{v_0^2}{R}$
  4. D.$\frac{v_0}{R}$
  5. E.$v_0$
7
Dinamika fluida berkaitan dengan tegangan geser yang menggambarkan pengaruh luar terhadap fluida dan laju regangan geser yang menggambarkan gerak fluida. Laju regangan fluida merupakan perubahan kecepatan fluida per satuan jarak. Untuk aliran fluida di dalam pipa, kecepatan $v(r)$ merupakan kecepatan partikel fluida yang berada pada posisi radial $r$ dari pusat pipa. Jadi, laju regangan geser sama dengan $dv/dr$ . Sebagai contoh, fluida yang mengalir di dalam pipa dengan kecepatan $v(r) = v_0(R - r)/R$ memiliki laju regangan geser $-v_0/R$ yang seragam. Berdasarkan hubungan antara tegangan geser dan regangan geser, fluida dapat dibagi atas fluida Newtonian dan fluida non-Newtonian. Fluida jenis pertama dicirikan oleh rasio antara tegangan geser dan laju regangan geser yang konstan. Rasio ini dinamakan viskositas dinamis fluida. Jadi, untuk fluida Newtonian, tegangan geser sebanding dengan laju regangan geser. Fluida jenis kedua tidak memiliki sifat seperti ini. Pada fluida jenis kedua, viskositas dinamis tidak konstan, tetapi bergantung pada laju regangan geser. Atas dasar sifat hubungan antara tegangan geser dan laju regangan geser, fluida non-Newtonian terbagi atas fluida Bingham, fluida dilatan, dan luida pseudoplastik. Gambar di bawah menunjukkan perbedaan hubungan antara tegangan geser dan laju regangan geser dari fluida Bingham dan fluida non-Newtonian.

Pernyataan yang menunjukkan perbedaan fluida Bingham dengan fluida Newtonian yang benar adalah ...

  1. A.Fluida Bingham mengalir dengan laju regangan tidak nol meskipun tegangan geser yang diberikan kecil
  2. B.Fluida Bingham memiliki viskositas dinamis yang membesar seiring dengan membesarnya tegangan geser yang diberikan
  3. C.Fluida Bingham mengalir dengan laju regangan konstan jika tegangan geser yang diberikan sama dengan $\sigma_0$
  4. D.Fluida Bingham memiliki viskositas dinamis yang konstan jika tegangan geser yang diberikan lebih dari $\sigma_0$
  5. E.Fluida Bingham mengalir dengan laju regangan tidak nol hanya jika tegangan geser yang diberikan kurang dari $\sigma_0$
8
Dinamika fluida berkaitan dengan tegangan geser yang menggambarkan pengaruh luar terhadap fluida dan laju regangan geser yang menggambarkan gerak fluida. Laju regangan fluida merupakan perubahan kecepatan fluida per satuan jarak. Untuk aliran fluida di dalam pipa, kecepatan $v(r)$ merupakan kecepatan partikel fluida yang berada pada posisi radial $r$ dari pusat pipa. Jadi, laju regangan geser sama dengan $dv/dr$ . Sebagai contoh, fluida yang mengalir di dalam pipa dengan kecepatan $v(r) = v_0(R - r)/R$ memiliki laju regangan geser $-v_0/R$ yang seragam. Berdasarkan hubungan antara tegangan geser dan regangan geser, fluida dapat dibagi atas fluida Newtonian dan fluida non-Newtonian. Fluida jenis pertama dicirikan oleh rasio antara tegangan geser dan laju regangan geser yang konstan. Rasio ini dinamakan viskositas dinamis fluida. Jadi, untuk fluida Newtonian, tegangan geser sebanding dengan laju regangan geser. Fluida jenis kedua tidak memiliki sifat seperti ini. Pada fluida jenis kedua, viskositas dinamis tidak konstan, tetapi bergantung pada laju regangan geser. Atas dasar sifat hubungan antara tegangan geser dan laju regangan geser, fluida non-Newtonian terbagi atas fluida Bingham, fluida dilatan, dan luida pseudoplastik. Gambar di bawah menunjukkan perbedaan hubungan antara tegangan geser dan laju regangan geser dari fluida Bingham dan fluida non-Newtonian.

Memperbesar tegangan geser pada fluida Bingham menyebabkan ...

  1. A.Viskositas dinamis $n$ meningkat
  2. B.Viskositas dinamis $n$ menurun
  3. C.Laju regangan geser berubah dari $0$ sampai $(\sigma - \sigma_0)/n$
  4. D.Laju regangan geser menurun
  5. E.Laju regangan geser tetap sebesar $(\sigma - \sigma_0)/n$
9
Cacing merupakan kelompok hewan yang pada umumnya dikenal bersifat parasit karena banyak menimbulkan penyakit pada manusia dan hewan. Cacing Fasciola termasuk kelompok cacing pipih (Platyhelminthes) yang dapat menyebabkan penyakit Fascioliasis. Fascioliasis merupakan penyakit cacing hati yang menyerang organ hati sapi, kerbau, kambing, dan domba. Cacing ini berbentuk seperti daun, berwarna abu-abu kehijauan sampai kecokelatan, dan berukuran 2 hingga 3 cm. Hewan ternak dapat terinfeksi cacing ini melalui pakan, terutama rumput yang tercemar larva cacing. Saat rumput masuk ke saluran pencernaan hewan, cacing bermigrasi dari usus ke hati. Cacing dewasa menetap di hati dan bereproduksi. Telur cacing disalurkan ke saluran empedu, kemudian masuk ke usus, dan keluar dari tubuh hewan bersama feses. Telur ini mencemari tanah dan air, selanjutnya menetas menjadi mirasidium, dan mengalami perkembangan menjadi larva serkaria pada tubuh siput air. Larva serkaria keluar dari tubuh siput dan membentuk larva metaserkaria yang menempel pada tanaman atau rumput. Jika rumput ini termakan oleh hewan ternak, larva cacing menginfeksi hewan tersebut

Berdasarkan bacaan, pernyataan yang benar tentang siklus hidup cacing adalah ...

  1. A.Cacing dewasa dalam hewan inang bergerak dari usus menuju hati melalui saluran empedu
  2. B.Telur cacing menetas dalam usus besar hewan inang dan akan keluar bersama feses
  3. C.Perkembangan larva terakhir cacing Fasciola terjadi dalam tubuh siput air
  4. D.Cacing dewasa dalam hewan inang bergerak dari lambung menuju hati melalui saluran empedu
  5. E.Larva cacing dalam hewan inang berpindah dari usus menuju hati melalui pembuluh darah
10
Cacing merupakan kelompok hewan yang pada umumnya dikenal bersifat parasit karena banyak menimbulkan penyakit pada manusia dan hewan. Cacing Fasciola termasuk kelompok cacing pipih (Platyhelminthes) yang dapat menyebabkan penyakit Fascioliasis. Fascioliasis merupakan penyakit cacing hati yang menyerang organ hati sapi, kerbau, kambing, dan domba. Cacing ini berbentuk seperti daun, berwarna abu-abu kehijauan sampai kecokelatan, dan berukuran 2 hingga 3 cm. Hewan ternak dapat terinfeksi cacing ini melalui pakan, terutama rumput yang tercemar larva cacing. Saat rumput masuk ke saluran pencernaan hewan, cacing bermigrasi dari usus ke hati. Cacing dewasa menetap di hati dan bereproduksi. Telur cacing disalurkan ke saluran empedu, kemudian masuk ke usus, dan keluar dari tubuh hewan bersama feses. Telur ini mencemari tanah dan air, selanjutnya menetas menjadi mirasidium, dan mengalami perkembangan menjadi larva serkaria pada tubuh siput air. Larva serkaria keluar dari tubuh siput dan membentuk larva metaserkaria yang menempel pada tanaman atau rumput. Jika rumput ini termakan oleh hewan ternak, larva cacing menginfeksi hewan tersebut

Berdasarkan siklus hidup cacing Fasciola pada bacaan, urutan perkembangan larva cacing tersebut yang benar adalah ...

  1. A.Telur cacing $\rightarrow$ mirasidium $\rightarrow$ serkaria $\rightarrow$ metaserkaria
  2. B.Telur cacing $\rightarrow$ serkaria $\rightarrow$ mirasidium $\rightarrow$ metaserkaria
  3. C.Telur cacing $\rightarrow$ metaserkaria $\rightarrow$ serkaria $\rightarrow$ mirasidium
  4. D.Telur cacing $\rightarrow$ mirasidium $\rightarrow$ metaserkaria $\rightarrow$ serkaria
  5. E.Telur cacing $\rightarrow$ serkaria $\rightarrow$ metaserkaria $\rightarrow$ mirasidium