Pintarly LogoPintarly
  • Belajar
  • Latihan Soal
  • Soal Asli
  • Pembahasan
  • Tryout
  • Komunitas
MasukDaftar GratisDaftar
Kembali ke Latihan
Soal Asli UTBK

Soal Asli SNBT 2025 LBI 29 Mei 2025

Literasi Bahasa Indonesia (LBI)30 menit20 soal

Contoh Soal

10 dari 20 soal
1
Cuka merupakan cairan bening yang sering ditambahkan pada makanan untuk memberikan rasa asam yang menyegarkan. Cairan cuka mengandung asam cuka atau asam asetat, suatu senyawa organik dengan rumus molekul $CH_3CO_2H$ . Jika terlarut dalam air, asam asetat akan melepaskan ion $H^+$ sehingga asam asetat dikelompokkan sebagai asam Arrhenius. Asam asetat dikelompokkan dalam asam Bronsted karena molekul ini dapat mendonorkan $H^+$ dalam reaksi kimia. Asam asetat memiliki bau khas yang menyengat dan bersifat korosif. Asam asetat merupakan asam lemah yang memiliki massa molekul relatif 60 g/mol. Asam asetat banyak digunakan sebagai bahan dasar dalam industri kimia. Di lain pihak, basa memiliki rasa pahit, bersifat licin, dan menetralkan asam. Basa Arrhenius didefinisikan sebagai senyawa yang jika dilarutkan dalam air dapat menghasilkan ion $OH^-$ . Basa banyak digunakan sebagai senyawa penetral asam. Contohnya adalah antasid yang digunakan untuk meredakan gejala akibat asam lambung berlebih, seperti maag, nyeri ulu hati, penyakit asam lambung (GERD), dan tukak lambung atau gastritis. Antasid tersedia dalam berbagai sediaan, ada yang mengandung basa lemah $Mg(OH)_2$ dan $Al(OH)_3$ . Basa ini bereaksi dengan $HCl$ dalam asam lambung. Namun, perlu diingat bahwa antasid hanya meredakan gejala dan tidak mengobati penyebab meningkatnya asam lambung.

Molekul asam yang dibahas dalam bacaan mengandung gugus fungsi ...

  1. A.alkohol
  2. B.aldehida
  3. C.keton
  4. D.karboksilat
  5. E.ester
2
Cuka merupakan cairan bening yang sering ditambahkan pada makanan untuk memberikan rasa asam yang menyegarkan. Cairan cuka mengandung asam cuka atau asam asetat, suatu senyawa organik dengan rumus molekul $CH_3CO_2H$ . Jika terlarut dalam air, asam asetat akan melepaskan ion $H^+$ sehingga asam asetat dikelompokkan sebagai asam Arrhenius. Asam asetat dikelompokkan dalam asam Bronsted karena molekul ini dapat mendonorkan $H^+$ dalam reaksi kimia. Asam asetat memiliki bau khas yang menyengat dan bersifat korosif. Asam asetat merupakan asam lemah yang memiliki massa molekul relatif 60 g/mol. Asam asetat banyak digunakan sebagai bahan dasar dalam industri kimia. Di lain pihak, basa memiliki rasa pahit, bersifat licin, dan menetralkan asam. Basa Arrhenius didefinisikan sebagai senyawa yang jika dilarutkan dalam air dapat menghasilkan ion $OH^-$ . Basa banyak digunakan sebagai senyawa penetral asam. Contohnya adalah antasid yang digunakan untuk meredakan gejala akibat asam lambung berlebih, seperti maag, nyeri ulu hati, penyakit asam lambung (GERD), dan tukak lambung atau gastritis. Antasid tersedia dalam berbagai sediaan, ada yang mengandung basa lemah $Mg(OH)_2$ dan $Al(OH)_3$ . Basa ini bereaksi dengan $HCl$ dalam asam lambung. Namun, perlu diingat bahwa antasid hanya meredakan gejala dan tidak mengobati penyebab meningkatnya asam lambung.

Jika 6 g asam cuka murni yang disebutkan dalam bacaan dibakar sempurna dengan oksigen, gas $CO_2$ yang dihasilkan sebanyak ...

  1. A.0,1 mol
  2. B.0,2 mol
  3. C.0,6 mol
  4. D.1,0 mol
  5. E.1,2 mol
3
Cuka merupakan cairan bening yang sering ditambahkan pada makanan untuk memberikan rasa asam yang menyegarkan. Cairan cuka mengandung asam cuka atau asam asetat, suatu senyawa organik dengan rumus molekul $CH_3CO_2H$ . Jika terlarut dalam air, asam asetat akan melepaskan ion $H^+$ sehingga asam asetat dikelompokkan sebagai asam Arrhenius. Asam asetat dikelompokkan dalam asam Bronsted karena molekul ini dapat mendonorkan $H^+$ dalam reaksi kimia. Asam asetat memiliki bau khas yang menyengat dan bersifat korosif. Asam asetat merupakan asam lemah yang memiliki massa molekul relatif 60 g/mol. Asam asetat banyak digunakan sebagai bahan dasar dalam industri kimia. Di lain pihak, basa memiliki rasa pahit, bersifat licin, dan menetralkan asam. Basa Arrhenius didefinisikan sebagai senyawa yang jika dilarutkan dalam air dapat menghasilkan ion $OH^-$ . Basa banyak digunakan sebagai senyawa penetral asam. Contohnya adalah antasid yang digunakan untuk meredakan gejala akibat asam lambung berlebih, seperti maag, nyeri ulu hati, penyakit asam lambung (GERD), dan tukak lambung atau gastritis. Antasid tersedia dalam berbagai sediaan, ada yang mengandung basa lemah $Mg(OH)_2$ dan $Al(OH)_3$ . Basa ini bereaksi dengan $HCl$ dalam asam lambung. Namun, perlu diingat bahwa antasid hanya meredakan gejala dan tidak mengobati penyebab meningkatnya asam lambung.

Pernyataan yang benar tentang asam-basa menurut Arrhenius atau Bronsted adalah ...

  1. A.asam Arrhenius adalah donor ion $H^+$
  2. B.basa Arrhenius adalah donor ion $OH^-$
  3. C.asam Bronsted adalah akseptor $OH^-$
  4. D.basa Bronsted adalah akseptor $H^+$
  5. E.asam Arrhenius adalah akseptor $OH^-$
4
Cuka merupakan cairan bening yang sering ditambahkan pada makanan untuk memberikan rasa asam yang menyegarkan. Cairan cuka mengandung asam cuka atau asam asetat, suatu senyawa organik dengan rumus molekul $CH_3CO_2H$ . Jika terlarut dalam air, asam asetat akan melepaskan ion $H^+$ sehingga asam asetat dikelompokkan sebagai asam Arrhenius. Asam asetat dikelompokkan dalam asam Bronsted karena molekul ini dapat mendonorkan $H^+$ dalam reaksi kimia. Asam asetat memiliki bau khas yang menyengat dan bersifat korosif. Asam asetat merupakan asam lemah yang memiliki massa molekul relatif 60 g/mol. Asam asetat banyak digunakan sebagai bahan dasar dalam industri kimia. Di lain pihak, basa memiliki rasa pahit, bersifat licin, dan menetralkan asam. Basa Arrhenius didefinisikan sebagai senyawa yang jika dilarutkan dalam air dapat menghasilkan ion $OH^-$ . Basa banyak digunakan sebagai senyawa penetral asam. Contohnya adalah antasid yang digunakan untuk meredakan gejala akibat asam lambung berlebih, seperti maag, nyeri ulu hati, penyakit asam lambung (GERD), dan tukak lambung atau gastritis. Antasid tersedia dalam berbagai sediaan, ada yang mengandung basa lemah $Mg(OH)_2$ dan $Al(OH)_3$ . Basa ini bereaksi dengan $HCl$ dalam asam lambung. Namun, perlu diingat bahwa antasid hanya meredakan gejala dan tidak mengobati penyebab meningkatnya asam lambung.

Jika basa lemah dalam antasid diganti dengan $NaOH$ , antasid tersebut tidak dapat digunakan sebagai obat asam lambung karena akan menghasilkan ...

  1. A.gas yang beracun
  2. B.bau yang menusuk
  3. C.panas yang menyengat
  4. D.garam yang mengendap
  5. E.larutan yang berasa pahit
5
Umumnya, cairan berjenis non-Newtonian. Ada banyak ragam cairan non-Newtonian. Salah satunya diungkapkan dalam sebuah model yang dinamakan model cairan Herschel-Bulkley. Pada cairan model ini, hubungan antara regangan yang dialami oleh cairan dan tegangan yang diberikan kepada cairan merupakan hubungan yang tidak sederhana. Ada tiga parameter yang mencirikan hubungan tersebut, yakni konsistensi $k$ , indeks aliran $n$ , dan tegangan geser luluh $\tau_0$ . Parameter konsistensi merupakan konstanta proporsionalitas, indeks aliran mengukur sejauh mana cairan menipis geser atau menebal geser, sedangkan tegangan luluh menyatakan tegangan dialami cairan sebelum cairan mengalir. Cat adalah contoh cairan menipis geser, sedangkan oobleck adalah contoh cairan menebal geser. Ungkapan matematis dari model Herschel-Bulkley adalah $\tau = \tau_0 + ku^n$ untuk tegangan geser $\tau \ge \tau_0$ . Laju geser $u$ bernilai nol untuk $\tau < \tau_0$ . Model Herschel-Bulkley menggambarkan cairan menipis geser jika $n < 1$ dan cairan menebal geser jika $n > 1$ . Cairan Herschel-Bulkley bersifat Newtonian jika $n = 1$ dan $\tau_0 = 0$ , serupa dengan cairan Bingham jika $n = 1$ dan $\tau_0 \ne 0$ . Viskositas atau kekentalan merupakan salah satu besaran penting dalam cairan. Untuk cairan Herschel-Bulkley, viskositas $\eta$ bergantung pada laju geser $u$ menurut $\eta = \frac{\tau_0}{u} + ku^{n-1}$ untuk nilai $u > u_0$ , dengan $u_0$ suatu nilai laju geser tertentu.

Hubungan antara tegangan geser dan laju geser untuk cairan Newtonian adalah ...

  1. A.$\tau = \tau_0$
  2. B.$\tau = ku^n$
  3. C.$\tau = \tau_0 + ku$
  4. D.$\tau = ku$
  5. E.$\tau = \tau_0 + ku^n$
6
Umumnya, cairan berjenis non-Newtonian. Ada banyak ragam cairan non-Newtonian. Salah satunya diungkapkan dalam sebuah model yang dinamakan model cairan Herschel-Bulkley. Pada cairan model ini, hubungan antara regangan yang dialami oleh cairan dan tegangan yang diberikan kepada cairan merupakan hubungan yang tidak sederhana. Ada tiga parameter yang mencirikan hubungan tersebut, yakni konsistensi $k$ , indeks aliran $n$ , dan tegangan geser luluh $\tau_0$ . Parameter konsistensi merupakan konstanta proporsionalitas, indeks aliran mengukur sejauh mana cairan menipis geser atau menebal geser, sedangkan tegangan luluh menyatakan tegangan dialami cairan sebelum cairan mengalir. Cat adalah contoh cairan menipis geser, sedangkan oobleck adalah contoh cairan menebal geser. Ungkapan matematis dari model Herschel-Bulkley adalah $\tau = \tau_0 + ku^n$ untuk tegangan geser $\tau \ge \tau_0$ . Laju geser $u$ bernilai nol untuk $\tau < \tau_0$ . Model Herschel-Bulkley menggambarkan cairan menipis geser jika $n < 1$ dan cairan menebal geser jika $n > 1$ . Cairan Herschel-Bulkley bersifat Newtonian jika $n = 1$ dan $\tau_0 = 0$ , serupa dengan cairan Bingham jika $n = 1$ dan $\tau_0 \ne 0$ . Viskositas atau kekentalan merupakan salah satu besaran penting dalam cairan. Untuk cairan Herschel-Bulkley, viskositas $\eta$ bergantung pada laju geser $u$ menurut $\eta = \frac{\tau_0}{u} + ku^{n-1}$ untuk nilai $u > u_0$ , dengan $u_0$ suatu nilai laju geser tertentu.

Cairan dengan kurva hubungan antara tegangan geser dan laju geser berbentuk kurva parabolik adalah cairan ...

  1. A.Herschel-Bulkley penipisan
  2. B.Herschel-Bulkley penebalan
  3. C.Herschel-Bulkley
  4. D.Newtonian
  5. E.Non-Newtonian
7
Umumnya, cairan berjenis non-Newtonian. Ada banyak ragam cairan non-Newtonian. Salah satunya diungkapkan dalam sebuah model yang dinamakan model cairan Herschel-Bulkley. Pada cairan model ini, hubungan antara regangan yang dialami oleh cairan dan tegangan yang diberikan kepada cairan merupakan hubungan yang tidak sederhana. Ada tiga parameter yang mencirikan hubungan tersebut, yakni konsistensi $k$ , indeks aliran $n$ , dan tegangan geser luluh $\tau_0$ . Parameter konsistensi merupakan konstanta proporsionalitas, indeks aliran mengukur sejauh mana cairan menipis geser atau menebal geser, sedangkan tegangan luluh menyatakan tegangan dialami cairan sebelum cairan mengalir. Cat adalah contoh cairan menipis geser, sedangkan oobleck adalah contoh cairan menebal geser. Ungkapan matematis dari model Herschel-Bulkley adalah $\tau = \tau_0 + ku^n$ untuk tegangan geser $\tau \ge \tau_0$ . Laju geser $u$ bernilai nol untuk $\tau < \tau_0$ . Model Herschel-Bulkley menggambarkan cairan menipis geser jika $n < 1$ dan cairan menebal geser jika $n > 1$ . Cairan Herschel-Bulkley bersifat Newtonian jika $n = 1$ dan $\tau_0 = 0$ , serupa dengan cairan Bingham jika $n = 1$ dan $\tau_0 \ne 0$ . Viskositas atau kekentalan merupakan salah satu besaran penting dalam cairan. Untuk cairan Herschel-Bulkley, viskositas $\eta$ bergantung pada laju geser $u$ menurut $\eta = \frac{\tau_0}{u} + ku^{n-1}$ untuk nilai $u > u_0$ , dengan $u_0$ suatu nilai laju geser tertentu.

Jika diberi tegangan relatif $(\tau - \tau_0)$ yang sama, ...

  1. A.viskositas cairan penipisan geser lebih besar daripada viskositas cairan penebalan geser
  2. B.cairan penipisan geser dan penebalan geser mengalami deformasi dengan laju geser yang sama
  3. C.cairan penipisan geser dan penebalan geser mengalami deformasi dengan viskositas yang sama
  4. D.cairan penipisan dan penebalan geser memiliki viskositas yang sama dan mengalami laju deformasi yang sama
  5. E.cairan penipisan geser mengalami deformasi dengan laju geser yang lebih besar daripada yang dialami cairan penebal geser
8
Umumnya, cairan berjenis non-Newtonian. Ada banyak ragam cairan non-Newtonian. Salah satunya diungkapkan dalam sebuah model yang dinamakan model cairan Herschel-Bulkley. Pada cairan model ini, hubungan antara regangan yang dialami oleh cairan dan tegangan yang diberikan kepada cairan merupakan hubungan yang tidak sederhana. Ada tiga parameter yang mencirikan hubungan tersebut, yakni konsistensi $k$ , indeks aliran $n$ , dan tegangan geser luluh $\tau_0$ . Parameter konsistensi merupakan konstanta proporsionalitas, indeks aliran mengukur sejauh mana cairan menipis geser atau menebal geser, sedangkan tegangan luluh menyatakan tegangan dialami cairan sebelum cairan mengalir. Cat adalah contoh cairan menipis geser, sedangkan oobleck adalah contoh cairan menebal geser. Ungkapan matematis dari model Herschel-Bulkley adalah $\tau = \tau_0 + ku^n$ untuk tegangan geser $\tau \ge \tau_0$ . Laju geser $u$ bernilai nol untuk $\tau < \tau_0$ . Model Herschel-Bulkley menggambarkan cairan menipis geser jika $n < 1$ dan cairan menebal geser jika $n > 1$ . Cairan Herschel-Bulkley bersifat Newtonian jika $n = 1$ dan $\tau_0 = 0$ , serupa dengan cairan Bingham jika $n = 1$ dan $\tau_0 \ne 0$ . Viskositas atau kekentalan merupakan salah satu besaran penting dalam cairan. Untuk cairan Herschel-Bulkley, viskositas $\eta$ bergantung pada laju geser $u$ menurut $\eta = \frac{\tau_0}{u} + ku^{n-1}$ untuk nilai $u > u_0$ , dengan $u_0$ suatu nilai laju geser tertentu.

Perubahan tegangan geser yang cukup kecil dari $\tau + \Delta\tau$ menyebabkan cairan Herschel-Bulkley dengan indeks cairan 2 mengalami perubahan laju geser dari $u$ menjadi $u + \Delta u$ , dengan $\Delta u$ sama dengan ...

  1. A.$\frac{\Delta\tau}{2ku}$
  2. B.$\frac{\Delta\tau}{ku}$
  3. C.$\frac{2\Delta\tau}{ku}$
  4. D.$\frac{k\Delta\tau}{2u}$
  5. E.$\frac{2k\Delta\tau}{u}$
9
Ibu yang baru melahirkan umumnya akan menghasilkan air susu ibu (ASI) yang diberikan ke bayinya. ASI merupakan sumber asupan nutrisi utama bagi bayi yang baru lahir. Namun, karena kondisi tertentu, ASI sering kali diganti dengan susu sapi yang telah diolah menjadi susu formula bayi. Susu yang diproduksi oleh hewan yang berbeda memiliki kandungan nutrisi yang juga berbeda, bergantung kebutuhan nutrisi unik anaknya. Kandungan lemak, protein, dan laktosa pada beberapa susu hewani dan pada susu kedelai ditunjukkan pada Tabel 1. Sesuai isi tabel, tampak bahwa kandungan susu sapi dan susu manusia hanya sedikit berbeda, tetapi perbedaan ini memengaruhi perkembangan dan Kesehatan bayi yang signifikan di kemudian hari. Sebagai contoh, berat badan bayi manusia bertambah dua kali lipat setiap 40 hari. Oleh karena itu, susu sapi memiliki kandungan senyawa tertentu yang lebih banyak dibandingkan ASI. Sebaliknya, ASI mengandung asam lemak tak jenuh dan hormon yang berfungsi untuk mendukung pertumbuhan otak dan organ lain pada bayi. Beberapa anak alergi protein kasein dan whey yang terdapat pada susu sapi atau susu hewani lainnya sehingga anak tersebut perlu diberikan susu nabati. Tabel 1: Persentase lemak, protein, dan laktosa dalam susu Manusia: lemak 4,5; protein 1,1; laktosa 6,8 Sapi: lemak 3,7; protein 3,5; laktosa 4,9 Kambing: lemak 4,0; protein 3,6; laktosa 5,1 Domba: lemak 8,2; protein 5,8; laktosa 4,8 Kuda: lemak 1,6; protein 2,7; laktosa 6,1 Paus: lemak 42,3; protein 12,2; laktosa 1,3 Kedelai: lemak 2,5; protein 3,5; laktosa 5,0

Berdasarkan bacaan fungsi pemberian susu sapi pada bayi adalah ...

  1. A.meningkatkan pembentukan hormon karena kadar laktosa yang rendah
  2. B.meningkatkan pertumbuhan sel karena kadar protein yang tinggi
  3. C.mempercepat proses pencernaan karena kadar lemak yang tinggi
  4. D.mempercepat pertumbuhan otak karena kadar lemak yang rendah
  5. E.mencegah timbulnya alergi karena kadar laktosa yang rendah
10
Ibu yang baru melahirkan umumnya akan menghasilkan air susu ibu (ASI) yang diberikan ke bayinya. ASI merupakan sumber asupan nutrisi utama bagi bayi yang baru lahir. Namun, karena kondisi tertentu, ASI sering kali diganti dengan susu sapi yang telah diolah menjadi susu formula bayi. Susu yang diproduksi oleh hewan yang berbeda memiliki kandungan nutrisi yang juga berbeda, bergantung kebutuhan nutrisi unik anaknya. Kandungan lemak, protein, dan laktosa pada beberapa susu hewani dan pada susu kedelai ditunjukkan pada Tabel 1. Sesuai isi tabel, tampak bahwa kandungan susu sapi dan susu manusia hanya sedikit berbeda, tetapi perbedaan ini memengaruhi perkembangan dan Kesehatan bayi yang signifikan di kemudian hari. Sebagai contoh, berat badan bayi manusia bertambah dua kali lipat setiap 40 hari. Oleh karena itu, susu sapi memiliki kandungan senyawa tertentu yang lebih banyak dibandingkan ASI. Sebaliknya, ASI mengandung asam lemak tak jenuh dan hormon yang berfungsi untuk mendukung pertumbuhan otak dan organ lain pada bayi. Beberapa anak alergi protein kasein dan whey yang terdapat pada susu sapi atau susu hewani lainnya sehingga anak tersebut perlu diberikan susu nabati. Tabel 1: Persentase lemak, protein, dan laktosa dalam susu Manusia: lemak 4,5; protein 1,1; laktosa 6,8 Sapi: lemak 3,7; protein 3,5; laktosa 4,9 Kambing: lemak 4,0; protein 3,6; laktosa 5,1 Domba: lemak 8,2; protein 5,8; laktosa 4,8 Kuda: lemak 1,6; protein 2,7; laktosa 6,1 Paus: lemak 42,3; protein 12,2; laktosa 1,3 Kedelai: lemak 2,5; protein 3,5; laktosa 5,0

Susu nabati dapat menjadi alternatif susu hewani karena ...

  1. A.tidak mengandung kadar lemak yang terlalu tinggi
  2. B.tidak menimbulkan intoleransi laktosa
  3. C.memproduksinya secara massal lebih mudah
  4. D.memiliki kandungan nutrisi seperti susu sapi
  5. E.berharga lebih murah dibandingkan susu hewani