Cuka merupakan cairan bening yang sering ditambahkan pada makanan untuk memberikan rasa asam yang menyegarkan. Cairan cuka mengandung asam cuka atau asam asetat, suatu senyawa organik dengan rumus molekul $CH_3CO_2H$ . Jika terlarut dalam air, asam asetat akan melepaskan ion $H^+$ sehingga asam asetat dikelompokkan sebagai asam Arrhenius. Asam asetat dikelompokkan dalam asam Bronsted karena molekul ini dapat mendonorkan $H^+$ dalam reaksi kimia. Asam asetat memiliki bau khas yang menyengat dan bersifat korosif. Asam asetat merupakan asam lemah yang memiliki massa molekul relatif 60 g/mol. Asam asetat banyak digunakan sebagai bahan dasar dalam industri kimia. Di lain pihak, basa memiliki rasa pahit, bersifat licin, dan menetralkan asam. Basa Arrhenius didefinisikan sebagai senyawa yang jika dilarutkan dalam air dapat menghasilkan ion $OH^-$ . Basa banyak digunakan sebagai senyawa penetral asam. Contohnya adalah antasid yang digunakan untuk meredakan gejala akibat asam lambung berlebih, seperti maag, nyeri ulu hati, penyakit asam lambung (GERD), dan tukak lambung atau gastritis. Antasid tersedia dalam berbagai sediaan, ada yang mengandung basa lemah $Mg(OH)_2$ dan $Al(OH)_3$ . Basa ini bereaksi dengan $HCl$ dalam asam lambung. Namun, perlu diingat bahwa antasid hanya meredakan gejala dan tidak mengobati penyebab meningkatnya asam lambung.
Molekul asam yang dibahas dalam bacaan mengandung gugus fungsi ...
- A.alkohol
- B.aldehida
- C.keton
- D.karboksilat
- E.ester