Pintarly LogoPintarly
  • Belajar
  • Latihan Soal
  • Soal Asli
  • Pembahasan
  • Tryout
  • Komunitas
MasukDaftar GratisDaftar
Kembali ke Latihan
Soal Asli UTBK

Soal Asli SNBT 2025 LBI 30 Mei 2025

Literasi Bahasa Indonesia (LBI)30 menit23 soal

Contoh Soal

10 dari 23 soal
1
Viskositas $(\eta)$ merupakan salah satu sifat dari cairan. Viskositas menggambarkan adanya gesekan antarlapisan cairan yang mengalir. Air di dalam gelas bergerak ketika diaduk dan ketika adukan dihentikan, gerakan air tersebut mereda karena adanya gaya hambatan yang bekerja pada air. Gaya hambatan tersebut terjadi karena viskositas. Minyak tanah dan air mudah mengalir sehingga dikatakan memiliki viskositas rendah. Madu dan minyak oli tidak mudah mengalir sehingga dikatakan memiliki viskositas tinggi. Viskositas cairan menurun ketika cairan dipanaskan. Jika semua partikel cairan yang melewati suatu titik tertentu dalam pipa bergerak di sepanjang jalur yang sama, aliran cairan tersebut dinamakan aliran "stream line". Aliran "stream line" terjadi jika kecepatan aliran lebih rendah dari kecepatan kritis. Aliran yang tidak "stream line" dikatakan turbulen. Kecepatan kritis $v_c$ dari cairan yang mengalir dalam pipa sama dengan $v_c = \frac{k\eta}{\rho a}$ dengan $k$ bilangan Reynold, $\rho$ massa jenis cairan, dan $a$ jejari pipa. Penentuan viskositas cairan dilakukan dengan mengukur kecepatan bola $v$ berjari-jari $r$ yang jatuh turun di dalam cairan dan memanfaatkan hubungan $r = \frac{\eta}{g^2(\rho_b-\rho)}v$ dengan $\rho_b$ massa jenis bola dan $g$ percepatan gravitasi. Pengukuran dengan beberapa bola dari bahan yang sama dan berjari-jari berbeda menghasilkan grafik garis lurus antara $r$ dan $v$ . Kemiringan grafik dibagi dengan $g^2(\rho_b-\rho)$ sama dengan viskositas.

Berdasarkan bacaan kecepatan kritis cairan ...

  1. A.sebanding dengan viskositas cairan
  2. B.sebanding dengan massa jenis cairan
  3. C.sebanding dengan viskositas dan massa jenis cairan
  4. D.berbanding terbalik dengan bilangan Reynold cairan
  5. E.berbanding terbalik dengan viskositas dan massa jenis cairan
2
Viskositas $(\eta)$ merupakan salah satu sifat dari cairan. Viskositas menggambarkan adanya gesekan antarlapisan cairan yang mengalir. Air di dalam gelas bergerak ketika diaduk dan ketika adukan dihentikan, gerakan air tersebut mereda karena adanya gaya hambatan yang bekerja pada air. Gaya hambatan tersebut terjadi karena viskositas. Minyak tanah dan air mudah mengalir sehingga dikatakan memiliki viskositas rendah. Madu dan minyak oli tidak mudah mengalir sehingga dikatakan memiliki viskositas tinggi. Viskositas cairan menurun ketika cairan dipanaskan. Jika semua partikel cairan yang melewati suatu titik tertentu dalam pipa bergerak di sepanjang jalur yang sama, aliran cairan tersebut dinamakan aliran "stream line". Aliran "stream line" terjadi jika kecepatan aliran lebih rendah dari kecepatan kritis. Aliran yang tidak "stream line" dikatakan turbulen. Kecepatan kritis $v_c$ dari cairan yang mengalir dalam pipa sama dengan $v_c = \frac{k\eta}{\rho a}$ dengan $k$ bilangan Reynold, $\rho$ massa jenis cairan, dan $a$ jejari pipa. Penentuan viskositas cairan dilakukan dengan mengukur kecepatan bola $v$ berjari-jari $r$ yang jatuh turun di dalam cairan dan memanfaatkan hubungan $r = \frac{\eta}{g^2(\rho_b-\rho)}v$ dengan $\rho_b$ massa jenis bola dan $g$ percepatan gravitasi. Pengukuran dengan beberapa bola dari bahan yang sama dan berjari-jari berbeda menghasilkan grafik garis lurus antara $r$ dan $v$ . Kemiringan grafik dibagi dengan $g^2(\rho_b-\rho)$ sama dengan viskositas.

Sebuah partikel cairan melewati titik a kemudian melewati titik b, c, e, dan g, tetapi tidak melewati titik d, f, dan h. Cairan tersebut mengalir secara "stream line", jika partikel-partikel cairan yang melewati titik a semuanya melewati titik b, c, e, dan g ...

  1. A.serta ada yang juga melewati titik d
  2. B.serta ada yang juga melewati titik f
  3. C.serta ada yang juga melewati titik d, f, maupun h
  4. D.dengan urutan titik yang dilintasi seperti partikel tersebut
  5. E.dengan urutan titik yang dilintasi berbeda dengan partikel tersebut
3
Viskositas $(\eta)$ merupakan salah satu sifat dari cairan. Viskositas menggambarkan adanya gesekan antarlapisan cairan yang mengalir. Air di dalam gelas bergerak ketika diaduk dan ketika adukan dihentikan, gerakan air tersebut mereda karena adanya gaya hambatan yang bekerja pada air. Gaya hambatan tersebut terjadi karena viskositas. Minyak tanah dan air mudah mengalir sehingga dikatakan memiliki viskositas rendah. Madu dan minyak oli tidak mudah mengalir sehingga dikatakan memiliki viskositas tinggi. Viskositas cairan menurun ketika cairan dipanaskan. Jika semua partikel cairan yang melewati suatu titik tertentu dalam pipa bergerak di sepanjang jalur yang sama, aliran cairan tersebut dinamakan aliran "stream line". Aliran "stream line" terjadi jika kecepatan aliran lebih rendah dari kecepatan kritis. Aliran yang tidak "stream line" dikatakan turbulen. Kecepatan kritis $v_c$ dari cairan yang mengalir dalam pipa sama dengan $v_c = \frac{k\eta}{\rho a}$ dengan $k$ bilangan Reynold, $\rho$ massa jenis cairan, dan $a$ jejari pipa. Penentuan viskositas cairan dilakukan dengan mengukur kecepatan bola $v$ berjari-jari $r$ yang jatuh turun di dalam cairan dan memanfaatkan hubungan $r = \frac{\eta}{g^2(\rho_b-\rho)}v$ dengan $\rho_b$ massa jenis bola dan $g$ percepatan gravitasi. Pengukuran dengan beberapa bola dari bahan yang sama dan berjari-jari berbeda menghasilkan grafik garis lurus antara $r$ dan $v$ . Kemiringan grafik dibagi dengan $g^2(\rho_b-\rho)$ sama dengan viskositas.

Jika cairan yang mengalir di dalam pipa dipanaskan nilai kecepatan kritis cairan ...

  1. A.berkurang asalkan massa jenis hanya berubah sangat kecil
  2. B.berkurang asalkan massa jenis juga berkurang
  3. C.bertambah asalkan perubahan massa jenis dapat diabaikan
  4. D.bertambah asalkan massa jenis juga bertambah
  5. E.bertambah asalkan massa jenis hanya berubah sangat kecil
4
Viskositas $(\eta)$ merupakan salah satu sifat dari cairan. Viskositas menggambarkan adanya gesekan antarlapisan cairan yang mengalir. Air di dalam gelas bergerak ketika diaduk dan ketika adukan dihentikan, gerakan air tersebut mereda karena adanya gaya hambatan yang bekerja pada air. Gaya hambatan tersebut terjadi karena viskositas. Minyak tanah dan air mudah mengalir sehingga dikatakan memiliki viskositas rendah. Madu dan minyak oli tidak mudah mengalir sehingga dikatakan memiliki viskositas tinggi. Viskositas cairan menurun ketika cairan dipanaskan. Jika semua partikel cairan yang melewati suatu titik tertentu dalam pipa bergerak di sepanjang jalur yang sama, aliran cairan tersebut dinamakan aliran "stream line". Aliran "stream line" terjadi jika kecepatan aliran lebih rendah dari kecepatan kritis. Aliran yang tidak "stream line" dikatakan turbulen. Kecepatan kritis $v_c$ dari cairan yang mengalir dalam pipa sama dengan $v_c = \frac{k\eta}{\rho a}$ dengan $k$ bilangan Reynold, $\rho$ massa jenis cairan, dan $a$ jejari pipa. Penentuan viskositas cairan dilakukan dengan mengukur kecepatan bola $v$ berjari-jari $r$ yang jatuh turun di dalam cairan dan memanfaatkan hubungan $r = \frac{\eta}{g^2(\rho_b-\rho)}v$ dengan $\rho_b$ massa jenis bola dan $g$ percepatan gravitasi. Pengukuran dengan beberapa bola dari bahan yang sama dan berjari-jari berbeda menghasilkan grafik garis lurus antara $r$ dan $v$ . Kemiringan grafik dibagi dengan $g^2(\rho_b-\rho)$ sama dengan viskositas.

Pada percobaan pengukuran viskositas dua cairan diperoleh grafik $r-v$ dengan kemiringan sama dengan $a$ untuk cairan pertama dan sama dengan $b>a$ untuk cairan kedua. Perbandingan antara viskositas cairan pertama dan cairan kedua sama dengan ...

  1. A.$\frac{a}{b}$
  2. B.$\frac{b}{a}$
  3. C.$\frac{a^2+b^2}{ab}$
  4. D.$\frac{ab}{a^2+b^2}$
  5. E.$\frac{a+b}{|a-b|}$
5
Aku membayangkan bagaimana jika orang seperti aku menjadi tokoh dalam sebuah novel, aku merasa hatiku sebesar antariksa. Kita semua adalah pemeran utama dalam cerita hidup kita. Aku merasa bahwa genre hidupku adalah inspiratif. "Nak, ibu sayang kamu. Ibu pengin kamu ikut." Itu kata terakhir yang ibu bilang kepadaku di ranjang rumah sakit sebulan yang lalu. Aku harus menghemat uang yang tersisa hanya untuk membeli segenggam nasi sebagai makanan sehari-hari. Aku berharap akan ada perjalanan cerita yang membawaku dari titik nol menuju kesuksesan. Aku percaya bahwa aku bakal diberkahi keberuntungan yang akan membantuku melonjak. Aku merasakannya. Rasa-rasa bukanlah perihal yang dipercayai ayah. Almarhum bakal bilang, "Manusia diberi akal untuk mikir." Tapi aku tetap pakai rasa. Perasaanku membubung jika aku beradu pandang dengan orang asing dan berbagi senyuman. Rasanya, senyuman yang terbalas itu memengaruhi suasana hariku. Aku menghitung berapa kali aku berinteraksi dengan ramah setiap hari sebagai pencapaian. Hal itu menguatkan keyakinanku bahwa aku orang yang baik meskipun aku belum mampu derma pakai uang. Sayang, suasana di dalam bus ini terasa dingin. Selain karena AC yang membuat pegangan besi berkaratnya berembun dan bulu kursinya tidak menyerap panas tubuh. Aku memaksa bertatapan dengan orang-orang, tetapi mereka semua mengalihkan pandangan. Bahkan, ada seseorang pramugari bus yang mencibir padaku. Dia tidak perlu mengikuti standar penampilan seorang pramugari di pesawat. Meski begitu, aku tidak bisa menyangkal bahwa banyak pegawai di pekerjaan yang dianggap tidak elite, seperti petugas kebersihan di toilet mal atau kasir minimarket, yang memiliki penampilan menarik. Apakah seharusnya aku mempersiapkan diri untuk kerjaan semacam itu saja? Apakah aku harus mengubur keyakinanku akan kesuksesan besar di masa depan?

Pandangan tokoh utama terhadap perjalanan hidupnya adalah ...

  1. A.keberuntungan tidak berpengaruh banyak terhadap hidupnya
  2. B.tidak mungkin mencapai kesuksesan besar tanpa bantuan orang lain
  3. C.keberuntungan itu ada dan dapat membawa kesuksesan besar di masa depan
  4. D.kesuksesan hanya untuk orang yang mempunyai keteraturan
  5. E.kesuksesan hanya datang dari kerja keras, bukan keberuntungan
6
Pengelolaan hutan mangrove yang dipadukan dengan budi daya perikanan dikenal dengan istilah silvofishery atau wanamina (wana = hutan; mina = ikan). Konsep wanamina memadukan jasa ekosistem hutan mangrove untuk meningkatkan produktivitas budi daya perikanan. Konsep ini sejalan dengan prinsip ekonomi biru (*blue economy*). Wanamina memiliki dua konsep, yaitu konsep lama dan konsep baru. Konsep lama disebut *Low External Input Sustainable Aquaculture* (LEISA) yang mengandalkan monokultur yang menghasilkan produksi rendah secara ekonomi maupun ekologi. Di lain pihak, konsep baru disebut sistem *Integrated Multi Trophic Aquaculture* (IMTA) yang mengandalkan polikultur sehingga produksi perikanan dan jasa ekosistem menjadi tinggi. Dalam konsep LEISA, mangrove dibiarkan tumbuh secara tidak beraturan di daerah tambak sehingga menghambat pertumbuhan budi daya tambak karena tajuk-tajuknya menghalangi masuknya cahaya ke dasar air dan mengakibatkan asupan $O_2$ yang rendah. Adapun dalam konsep IMTA, tempat tumbuhnya mangrove diatur dengan baik sehingga terdapat area yang cukup luas untuk masuknya cahaya matahari ke permukaan perairan. Dalam konsep ini, mangrove ditanam seperti pagar yang mengelilingi tambak atau ditanam secara berkelompok di dalam tambak. Konsep ini dapat mencegah abrasi dan menyediakan ruang untuk sedimentasi sehingga kesuburan ekosistem mangrove lebih terjaga. Pada konsep IMTA juga dilakukan wanamina polikultur sehingga menghasilkan beragam hasil panen, seperti ikan, udang, kepiting, kerang, dan rumput laut yang meningkatkan potensi ekonomi petambak.

Salah satu jasa ekosistem hutan mangrove adalah ...

  1. A.meningkatkan abrasi dan potensi ekonomi petambak
  2. B.memfasilitasi penyerapan dan penyimpanan karbon
  3. C.menghindari akibat pasang surut air laut di pesisir
  4. D.mempercepat pencapaian konsep wanamina
  5. E.menghalangi pertumbuhan larva biota laut
7
Pengelolaan hutan mangrove yang dipadukan dengan budi daya perikanan dikenal dengan istilah silvofishery atau wanamina (wana = hutan; mina = ikan). Konsep wanamina memadukan jasa ekosistem hutan mangrove untuk meningkatkan produktivitas budi daya perikanan. Konsep ini sejalan dengan prinsip ekonomi biru (*blue economy*). Wanamina memiliki dua konsep, yaitu konsep lama dan konsep baru. Konsep lama disebut *Low External Input Sustainable Aquaculture* (LEISA) yang mengandalkan monokultur yang menghasilkan produksi rendah secara ekonomi maupun ekologi. Di lain pihak, konsep baru disebut sistem *Integrated Multi Trophic Aquaculture* (IMTA) yang mengandalkan polikultur sehingga produksi perikanan dan jasa ekosistem menjadi tinggi. Dalam konsep LEISA, mangrove dibiarkan tumbuh secara tidak beraturan di daerah tambak sehingga menghambat pertumbuhan budi daya tambak karena tajuk-tajuknya menghalangi masuknya cahaya ke dasar air dan mengakibatkan asupan $O_2$ yang rendah. Adapun dalam konsep IMTA, tempat tumbuhnya mangrove diatur dengan baik sehingga terdapat area yang cukup luas untuk masuknya cahaya matahari ke permukaan perairan. Dalam konsep ini, mangrove ditanam seperti pagar yang mengelilingi tambak atau ditanam secara berkelompok di dalam tambak. Konsep ini dapat mencegah abrasi dan menyediakan ruang untuk sedimentasi sehingga kesuburan ekosistem mangrove lebih terjaga. Pada konsep IMTA juga dilakukan wanamina polikultur sehingga menghasilkan beragam hasil panen, seperti ikan, udang, kepiting, kerang, dan rumput laut yang meningkatkan potensi ekonomi petambak.

Menurut bacaan, yang dimaksud dengan *blue economy* adalah ...

  1. A.memanfaatkan monokultur mangrove untuk budidaya ikan laut
  2. B.mengeksploitasi ikan di laut dangkal dan pesisir secara maksimal
  3. C.memanfaatkan hasil laut secara lestari dan berkelanjutan
  4. D.mengubah pertumbuhan mangrove dari yang tidak teratur menjadi lebih teratur
  5. E.mengembangkan wisata dan energi laut untuk menghasilkan beragam hasil panen
8
Pengelolaan hutan mangrove yang dipadukan dengan budi daya perikanan dikenal dengan istilah silvofishery atau wanamina (wana = hutan; mina = ikan). Konsep wanamina memadukan jasa ekosistem hutan mangrove untuk meningkatkan produktivitas budi daya perikanan. Konsep ini sejalan dengan prinsip ekonomi biru (*blue economy*). Wanamina memiliki dua konsep, yaitu konsep lama dan konsep baru. Konsep lama disebut *Low External Input Sustainable Aquaculture* (LEISA) yang mengandalkan monokultur yang menghasilkan produksi rendah secara ekonomi maupun ekologi. Di lain pihak, konsep baru disebut sistem *Integrated Multi Trophic Aquaculture* (IMTA) yang mengandalkan polikultur sehingga produksi perikanan dan jasa ekosistem menjadi tinggi. Dalam konsep LEISA, mangrove dibiarkan tumbuh secara tidak beraturan di daerah tambak sehingga menghambat pertumbuhan budi daya tambak karena tajuk-tajuknya menghalangi masuknya cahaya ke dasar air dan mengakibatkan asupan $O_2$ yang rendah. Adapun dalam konsep IMTA, tempat tumbuhnya mangrove diatur dengan baik sehingga terdapat area yang cukup luas untuk masuknya cahaya matahari ke permukaan perairan. Dalam konsep ini, mangrove ditanam seperti pagar yang mengelilingi tambak atau ditanam secara berkelompok di dalam tambak. Konsep ini dapat mencegah abrasi dan menyediakan ruang untuk sedimentasi sehingga kesuburan ekosistem mangrove lebih terjaga. Pada konsep IMTA juga dilakukan wanamina polikultur sehingga menghasilkan beragam hasil panen, seperti ikan, udang, kepiting, kerang, dan rumput laut yang meningkatkan potensi ekonomi petambak.

Keuntungan utama IMTA dibandingkan LEISA adalah ...

  1. A.menghasilkan satu komoditas produk perikanan
  2. B.meningkatkan jumlah predator di tambak
  3. C.menumpuk serasah daun di pesisir
  4. D.meningkatkan kandungan oksigen di ekosistem perairan
  5. E.mencegah masuknya biota liar ke ekosistem tambak
9
Pengelolaan hutan mangrove yang dipadukan dengan budi daya perikanan dikenal dengan istilah silvofishery atau wanamina (wana = hutan; mina = ikan). Konsep wanamina memadukan jasa ekosistem hutan mangrove untuk meningkatkan produktivitas budi daya perikanan. Konsep ini sejalan dengan prinsip ekonomi biru (*blue economy*). Wanamina memiliki dua konsep, yaitu konsep lama dan konsep baru. Konsep lama disebut *Low External Input Sustainable Aquaculture* (LEISA) yang mengandalkan monokultur yang menghasilkan produksi rendah secara ekonomi maupun ekologi. Di lain pihak, konsep baru disebut sistem *Integrated Multi Trophic Aquaculture* (IMTA) yang mengandalkan polikultur sehingga produksi perikanan dan jasa ekosistem menjadi tinggi. Dalam konsep LEISA, mangrove dibiarkan tumbuh secara tidak beraturan di daerah tambak sehingga menghambat pertumbuhan budi daya tambak karena tajuk-tajuknya menghalangi masuknya cahaya ke dasar air dan mengakibatkan asupan $O_2$ yang rendah. Adapun dalam konsep IMTA, tempat tumbuhnya mangrove diatur dengan baik sehingga terdapat area yang cukup luas untuk masuknya cahaya matahari ke permukaan perairan. Dalam konsep ini, mangrove ditanam seperti pagar yang mengelilingi tambak atau ditanam secara berkelompok di dalam tambak. Konsep ini dapat mencegah abrasi dan menyediakan ruang untuk sedimentasi sehingga kesuburan ekosistem mangrove lebih terjaga. Pada konsep IMTA juga dilakukan wanamina polikultur sehingga menghasilkan beragam hasil panen, seperti ikan, udang, kepiting, kerang, dan rumput laut yang meningkatkan potensi ekonomi petambak.

Berdasarkan isi bacaan, akibat yang akan muncul jika program wanamina tidak dilakukan oleh petambak adalah ...

  1. A.mutu hasil panen petambak tradisional akan semakin menurun
  2. B.kesuburan hutan mangrove di daerah pesisir semakin meningkat
  3. C.serasah yang dihasilkan hutan mangrove semakin sedikit
  4. D.biodiversitas hasil panen petambak semakin meningkat
  5. E.kandungan $O_2$ di perairan pesisir semakin menurun
10
*There's no such thing as a free lunch* (tidak pernah ada makan siang gratis), begitu salah satu prinsip dasar dalam ekonomi yang diyakini para ekonom. Prinsip ini menggambarkan bahwa setiap kegiatan (kebijakan) memiliki implikasi beban yang harus diantisipasi, termasuk program pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis yang direncanakan pemerintah suatu negara, misalnya kebutuhan anggaran program tersebut hingga Rp 450 triliun per tahun atau sekitar 2 persen dari PDB yang bisa menimbulkan kekhawatiran terkait keberlanjutan fiskal. Pemerintah negara tersebut memproyeksikan pelebaran defisit anggaran tahun 2025 menjadi 2,45–2,8 persen dari PDB, naik dari 2,29 persen pada tahun 2024. Pelebaran ini terutama dipicu oleh berbagai program sosial pemerintah baru, termasuk program pemeriksaan kesehatan gratis. Lembaga pemeringkat Fitch Ratings memperingatkan bahwa pembiayaan program ini dapat meningkatkan utang pemerintah dan berisiko menurunkan peringkat kredit negara itu. Penurunan peringkat kredit berpotensi mempersempit likuiditas, meningkatkan suku bunga pinjaman, dan memperlambat pertumbuhan ekonomi yang pada akhirnya dapat menurunkan kesejahteraan masyarakat. Meskipun demikian, pemerintah tersebut perlu menyeimbangkan antara respons pasar dan kebutuhan domestik. Pendapat investor asing tidak seharusnya mendikte kebijakan, tetapi dapat menjadi masukan untuk memastikan kebijakan tetap disiplin dan berkelanjutan. Dengan pengelolaan fiskal yang bijak, program-program seperti itu dapat memberi manfaat sosial tanpa menimbulkan risiko besar terhadap stabilitas ekonomi atau sinyal negatif bagi pasar.

Menurut lembaga internasional, risiko langsung yang dihadapi pemerintah negara pada bacaan terhadap kebijakan pemeriksaan kesehatan gratis adalah ...

  1. A.naiknya harga-harga barang
  2. B.naiknya pinjaman pemerintah
  3. C.naiknya rasio belanja pemerintah terhadap PDB
  4. D.turunnya kepercayaan pemerintah luar negeri
  5. E.turunnya bunga kredit perbankan