Persiapan PTN
CASN
Mahasiswa
Sekolah
Pernahkah kamu naik angkot yang tiba-tiba direm mendadak dan wajahmu hampir menabrak kursi depan, lalu saat digas kepalamu terlempar ke belakang? Kenapa tubuh kita seolah melawan kemauan sopir?
Itu namanya Hukum Newton satu atau kelembaman. Benda itu malas berubah. Coba taruh koin di atas kertas pada mulut gelas. Tarik kertasnya kilat, koin jatuh lurus ke dalam gelas, bukan terbawa kertas.
Lanjut Hukum Newton dua. Gaya sama dengan massa dikali percepatan. Kalau tenaga dorongmu sama, mendorong motor seratus kilogram pasti lebih cepat melaju dibanding mendorong mobil seribu kilogram.
Tapi awas jebakannya! Banyak yang mengira batu sepuluh kilogram pasti jatuh lebih cepat dari batu satu kilogram. Salah ya! Percepatan gravitasinya sama, hanya gaya beratnya yang otomatis membesar.
Terakhir Hukum Newton tiga, yaitu aksi reaksi. Gaya selalu berpasangan. Coba pakai sepatu roda lalu dorong tembok. Bukannya tembok mundur, justru tubuhmu yang meluncur ke belakang.
Jebakan lagi nih. Kalau gaya dorong dan balas tembok sama besar, harusnya saling membatalkan dong? Salah! Keduanya tidak bisa dijumlahkan karena bekerja pada benda yang berbeda.
Jadi, Hukum satu menjawab tubuh terlempar di angkot. Hukum dua menjelaskan bus butuh mesin besar. Hukum tiga membuktikan ban mendorong aspal ke belakang, aspal mendorong angkot melaju ke depan!