Pilih jalurmu
Lebih spesifik
Pernah dengar cerita teman yang nilai tryout-nya tembus tujuh ratus tapi tetap nangis karena ditolak Kedokteran atau Teknik Informatika, sementara yang nilainya enam ratus lima puluh santai lolos di jurusan lain?
Kenapa bisa begitu? Kuncinya ada di keketatan atau hukum suplai dan demand. Bayangkan, satu kursi di jurusan ini diperebutkan oleh lima puluh hingga seratus orang. Itu rasio satu banding seratus!
Kenapa Kedokteran begitu diminati? Faktor utamanya adalah prestise dan jaminan. Lulus dari FK, kamu hampir pasti jadi dokter di Puskesmas atau rumah sakit. Plus, status sosialmu langsung naik di mata calon mertua.
Tapi awas jebakan! Banyak yang mengira lulus FK langsung kaya raya. Faktanya, ada masa internship panjang dengan gaji minim, belum lagi biaya kuliah awal yang bisa mencapai miliaran rupiah.
Lalu bagaimana dengan Informatika? Daya tariknya ada pada ledakan digital. Gaji fresh graduate di startup top bisa mencapai dua digit. Ini adalah efek dari revolusi industri empat titik nol.
Tapi jangan salah sangka. Jangan masuk IT cuma karena hobi main game atau rakit PC. Faktanya, di awal kuliah kamu akan dijejali Kalkulus dan Matematika Diskrit sebelum bisa bikin aplikasi.
Jadi, apa strateginya? Kalau nilai tryout-mu stagnan di enam ratus, coba geser targetmu ke jurusan serumpun yang lebih realistis, seperti Sistem Informasi atau Kesehatan Masyarakat.
Kesimpulannya, skor tujuh ratus itu bagus, tapi di FK dan IT, kamu melawan monster dengan target tujuh ratus lima puluh ke atas. Pilih jurusan dengan cerdas demi kepastian masa depanmu.