Pilih jalurmu
Lebih spesifik
Pernahkah kamu membagi tiga buah pizza untuk empat orang teman, lalu sadar bahwa angka hasil baginya ternyata bukan bilangan bulat?
Mari kita hitung apel. Ada satu, dua, tiga apel, ini namanya bilangan asli. Kalau tidak ada apel alias nol, masuk ke bilangan cacah. Kalau kamu ngutang apel ke teman, itu minus satu, masuk bilangan bulat.
Kembali ke pizza tadi, tiga bagi empat itu tiga per empat atau nol koma tujuh lima. Angka yang bisa diubah jadi bentuk pecahan ini disebut bilangan rasional.
Tapi ada angka yang desimalnya acak dan tak pernah berhenti, seperti akar dua saat mengukur diagonal ubin. Ini adalah bilangan irasional.
Semua jenis bilangan ini, dari asli sampai irasional, bergabung membentuk satu keluarga besar yang kita sebut semesta bilangan real.
Bilangan punya sifat unik. Beli dua kopi tambah tiga pizza sama saja dengan tiga pizza tambah dua kopi. Ini namanya sifat komutatif.
Lalu ada angka penyeimbang. Punya lima, diapakan biar tetap lima? Tambah nol atau kali satu. Diapakan biar habis? Tambah minus lima.
Sekarang aturan operasi, sepuluh tambah dua kali tiga. Jebakannya, jangan hitung dari kiri ke kanan jadi tiga puluh enam! Aturan benarnya, kali dikerjakan duluan, hasilnya enam belas.
Mari lihat soal campuran. Nol koma lima ditambah seperempat dikali dua. Berapa hasilnya?
Langkah pertama, ubah nol koma lima jadi setengah. Lalu kalikan seperempat dengan dua, hasilnya setengah. Terakhir, setengah tambah setengah sama dengan satu.
Hati-hati dengan nol koma tiga tiga tiga. Mentang-mentang tak berujung, banyak yang mengira ini irasional. Salah ya! Ini adalah pecahan sepertiga, jadi dia rasional.
Jadi, apapun bentuk bilanganmu, entah bulat, pecahan, atau desimal acak, semuanya punya tempat yang pas di semesta bilangan real!