Persiapan PTN
CASN
Mahasiswa
Sekolah
Pernah bingung memilih jurusan kuliah atau tawaran kerja sampai bikin daftar plus-minus, tapi akhirnya tetap pilih pakai feeling? Bagaimana jika ada ilmu pasti untuk memilih opsi terbaik di tengah ketidakpastian?
Keputusan itu punya tiga elemen dasar. Pertama, alternatif yang bisa dipilih, misalnya bawa payung atau tidak. Kedua, kondisi alam yang terjadi, seperti hujan atau cerah. Ketiga, hasil dari pilihanmu, basah, kering, atau ribet bawa payung.
Beda kondisi, beda risiko. Nabung deposito itu pasti. Kalau beli saham dengan peluang naik enam puluh persen, itu berisiko. Kalau blank sama sekali, itu tidak pasti.
Saat tidak pasti, profil psikologimu menentukan. Tipe optimis pilih Maximax, kejar untung maksimal buka bisnis. Tipe pesimis pilih Maximin, cari rugi terkecil.
Untuk keputusan multi-tahap, pakai pohon keputusan. Cabang pertama pilih kuliah atau kerja, cabang kedua lulus atau drop out. Di ujung cabang, hitung ekspektasi gaji.
Nilai uang itu subjektif, namanya Teori Utilitas. Uang satu juta rupiah sangat berharga bagi mahasiswa, utilitasnya tinggi. Tapi bagi Elon Musk, utilitasnya nol.
Awas jebakan bias kognitif! Contohnya sunk-cost fallacy. Memaksakan lanjut nonton film jelek di bioskop cuma karena sayang sudah beli tiket. Itu tidak rasional.
Buku ini mengajarkan kita: petakan alternatif, hitung probabilitas, dan gunakan pohon keputusan. Memilih jurusan atau karir bukan lagi tebak-tebakan, tapi strategi keputusan taktis!