Persiapan PTN
CASN
Mahasiswa
Sekolah
Halo semuanya! Selamat datang di materi Penalaran Umum utebekka. Hari ini kita akan membahas tiga topik utama, yaitu: satu, penalaran induktif; dua, penalaran deduktif; dan tiga, penalaran kuantitatif.
Bagian pertama adalah penalaran induktif. Di sini kita mempelajari generalisasi dari khusus ke umum, analogi untuk perbandingan kemiripan, dan kausalitas untuk hubungan sebab-akibat. Perhatikan titik-titik data ini yang melalui panah menuju awan kesimpulan.
Contoh penalaran induktif pada generalisasi: jika jeruk a manis, jeruk b manis, dan jeruk ce juga manis, maka kesimpulannya semua jeruk mungkin manis. Ingat, ini bersifat probabilistik atau tidak pasti.
Bagian kedua adalah penalaran deduktif. Kita menggunakan aturan modus ponens, yaitu jika pe maka ki, dan pe benar, maka kesimpulannya adalah ki. Selain itu, ada juga modus tollens, silogisme, dan argumen berantai.
Lihat contoh silogisme ini. Premis satu: semua atlet rajin berlatih. Premis dua: andi adalah seorang atlet. Maka kesimpulannya, andi rajin berlatih. Berbeda dengan induktif, kesimpulan deduktif bersifat pasti dan valid.
Bagian ketiga adalah penalaran kuantitatif. Topiknya meliputi operasi bilangan dan deret, perbandingan dan persamaan, aritmetika sosial seperti untung rugi, serta penyajian data. Simbol persen diskon, label harga, dan koin rupiah sering muncul di sini.
Mari kita bedah contoh soal deret: dua, enam, dua belas, dua puluh, dan seterusnya. Polanya adalah ditambah empat, ditambah enam, lalu ditambah delapan. Jadi, angka selanjutnya adalah dua puluh ditambah sepuluh sama dengan tiga puluh.
Sekarang, coba kerjakan latihan mandiri ini. Pertama, jika semua a adalah be dan ce adalah a, apa kesimpulan validnya? Kedua, jika harga beli seratus ribu rupiah dengan untung dua puluh persen, berapa harga jualnya?
Sekian pembahasan kita. Semangat belajar untuk persiapan utebekka teman-teman!
Itulah rangkuman visual dari materi penalaran umum kita kali ini. Sampai jumpa di video pembelajaran selanjutnya!