Persiapan PTN
CASN
Mahasiswa
Sekolah
Halo semuanya! Selamat datang di Seri Vektor Matematika untuk Pengetahuan Kuantitatif UTBK. Hari ini kita akan membahas soal berantai tentang posisi, modulus, dan satuan vektor.
Mari kita lihat visualisasi vektor di ruang dimensi dua. Di sini terdapat sumbu koordinat dengan titik A satu koma satu, titik B empat koma empat, dan sebuah panah biru yang menunjukkan vektor A B.
Sebagai analogi, anggaplah vektor sebagai perpindahan. Bayangkan Anda berjalan dari titik A ke titik B. Anda perlu menghitung berapa langkah ke arah kanan dan berapa langkah ke arah depan.
Prasyarat utamanya adalah koordinat kartesius. Titik P x koma y mendefinisikan x sebagai posisi horizontal dan y sebagai posisi vertikal.
Hati-hati dengan kesalahan umum! Jangan sampai tertukar antara A kurang B dan B kurang A. Ingat, vektor A B sama dengan titik B dikurang titik A karena arahnya sangat spesifik.
Langkah pertama adalah menentukan vektor posisi. Rumusnya, vektor A B sama dengan koordinat titik akhir B dikurangi koordinat titik awal A.
Langkah kedua adalah mencari modulus atau panjang vektor. Berdasarkan Teorema Pythagoras, rumusnya adalah akar dari x kuadrat ditambah y kuadrat.
Langkah ketiga yaitu menentukan vektor satuan. Ini adalah vektor yang panjangnya tepat satu satuan, diperoleh dari vektor itu sendiri dibagi dengan nilai modulusnya.
Terakhir, untuk penjumlahan vektor, logikanya sangat sederhana. Kita cukup menjumlahkan komponen x dengan x, serta komponen y dengan y.
Mari kita kerjakan soal nomor tujuh belas. Diketahui titik A dua koma tiga dan B lima koma tujuh. Vektor A B adalah lima tujuh dikurang dua tiga, sehingga hasilnya adalah vektor tiga empat.
Untuk soal nomor delapan belas, kita hitung modulus dari vektor tiga empat tadi. Akar dari tiga kuadrat tambah empat kuadrat adalah akar dari sembilan tambah enam belas, yaitu akar dua puluh lima yang sama dengan lima.
Lanjut ke soal nomor sembilan belas, vektor satuannya adalah satu per lima dikali vektor tiga empat. Hasilnya adalah nol koma enam dan nol koma delapan.
Soal nomor dua puluh, jika ada vektor v sama dengan dua nol, maka vektor w adalah A B ditambah v. Vektor tiga empat ditambah dua nol menghasilkan posisi akhir lima empat.
Contoh kedua dengan titik negatif. Jika A minus satu koma dua dan B tiga koma minus satu, maka vektor A B-nya adalah empat minus tiga, yang juga memiliki modulus lima.
Pada contoh ketiga, jika titiknya satu satu dan dua tiga, vektor A B-nya adalah satu dua. Modulusnya adalah akar lima, dan vektor satuannya ditulis sebagai satu per akar lima dikali vektor satu dua.
Untuk komposisi vektor pada contoh empat, jika u adalah enam delapan dan v adalah minus dua satu, maka setengah u ditambah tiga v menghasilkan vektor akhir minus tiga tujuh.
Dalam soal cerita, kapal dari P sepuluh dua puluh ke Q empat puluh enam puluh memiliki vektor tiga puluh empat puluh. Jarak atau modulusnya adalah lima puluh satuan.
Ringkasan cepatnya: vektor A B adalah B dikurang A, modulus menggunakan akar kuadrat, satuan adalah vektor dibagi modulus, dan penjumlahan dilakukan per elemen yang bersesuaian.
Tips UTBK: Hafalkan Tripel Pythagoras seperti tiga empat lima, teliti tanda negatif saat pengurangan koordinat, dan gambar sketsa cepat jika Anda bingung arahnya.
Selamat belajar dan sukses untuk UTBK kalian! Teruslah berlatih mengerjakan soal-soal geometri dan vektor agar semakin lancar.
Perhatikan rangkuman visual terakhir ini sebagai penutup materi kita hari ini.