Pemberontakan pecah pada tanggal lima April seribu sembilan ratus lima puluh. Andi Azis dan pasukannya menyerang markas TNI di Makassar, menawan Letkol A. J. Mokoginta, dan menguasai tempat-tempat vital. Terlihat jelas simbol konflik antara pihak KNIL Andi Azis yang tidak sama dengan TNI atau pemerintah.