Persiapan PTN
CASN
Mahasiswa
Sekolah
Halo semua! Pernah bingung gak sih sama judul Kepastian Simpulan dalam Penalaran? Kita seringkali bingung membedakan antara istilah Benar, Paling Mungkin, dan Mungkin Benar saat mengerjakan soal UTBK. Simak penjelasannya ya!
Perhatikan Hierarki Kepastian Logika ini. Ada tingkatannya, yaitu: Mungkin dengan kadar sepuluh sampai empat puluh persen, Paling Mungkin di angka lima puluh sampai sembilan puluh persen, dan Pasti Benar yang mencapai seratus persen.
Pertama, kategori Benar atau Pasti Benar. Ini adalah kesimpulan yang ditarik secara deduktif dari premis yang ada, sehingga tidak ada celah untuk salah. Secara logika, jika P panah Q, dan diketahui P, maka simpulannya adalah Q yang bernilai benar.
Kedua, Paling Mungkin Benar. Ini adalah kesimpulan yang didukung data kuat, namun secara logis belum seratus persen pasti. Kasus seperti ini sering muncul pada soal grafik atau data yang menunjukkan kecenderungan data tertentu.
Mari bandingkan contoh kasusnya. Premis satu: Semua mobil listrik ramah lingkungan. Premis dua: Penjualan mobil listrik naik delapan puluh persen. Pilihan A, mobil listrik tidak polusi itu Benar. Pilihan B, polusi udara akan turun itu Paling Mungkin.
Ini tips cepat analisisnya: Pertama, cari hubungan sebab akibat yang pasti. Kedua, cek apakah ada kata kuncinya. Ketiga, jika hanya berupa tren data, pilih paling mungkin. Dan keempat, jika deduksi logisnya sempurna, barulah pilih jawaban Benar.
Nah, sekarang sudah paham kan perbedaannya? Jangan sampai tertukar lagi ya. Semangat terus belajarnya, para pejuang PTN!