Persiapan PTN
CASN
Mahasiswa
Sekolah
Halo Selfia! Mari kita bedah aplikasi titrasi iodometri untuk menetapkan kadar kalium iodat atau K I O tiga dalam sampel garam beryodium.
Tahap satu adalah pembebasan iodin. Di sini, K I O tiga bereaksi dengan K I berlebih dalam suasana asam fosfat, menghasilkan I dua bebas yang berwarna kuning kecokelatan sesuai persamaan reaksi berikut.
Lanjut ke tahap dua, I dua yang terbentuk dititrasi menggunakan natrium tiosulfat standar. Kita gunakan amilum sebagai indikator untuk menandai perubahan reaksinya.
Perhatikan visualisasinya. Larutan I dua yang awalnya kuning akan berubah menjadi biru tua saat ditambah amilum, lalu menjadi bening tepat di titik akhir titrasi.
Kesimpulannya, jumlah I dua setara dengan K I O tiga. Secara stoikiometri, satu mol I O tiga minus setara dengan tiga mol I dua atau enam mol tiosulfat.
Itulah prinsip penentuan kadar kalium iodat. Semoga penjelasan ini bermanfaat dan semangat belajarnya!