Persiapan PTN
CASN
Mahasiswa
Sekolah
Halo semuanya! Selamat datang di materi Kimia untuk Pengetahuan Kuantitatif. Hari ini kita akan membedah Sifat Koligatif Larutan, yaitu sifat larutan yang unik karena hanya bergantung pada jumlah partikel zat terlarut, bukan jenis zatnya.
Mari kita lihat visualisasi partikel berikut. Di sisi kiri ada pelarut murni, sedangkan di sisi kanan adalah larutan di mana terdapat bintik merah sebagai partikel zat terlarut yang tercampur rata.
Gunakan analogi hambatan jalan ini. Anggap partikel zat terlarut sebagai penghambat yang menghalangi molekul pelarut untuk berubah fase, baik saat mau menguap ataupun membeku.
Pahami dulu tiga satuan konsentrasi utama: molalitas atau em kecil sama dengan mol terlarut per pe dalam kilogram, fraksi mol zat terlarut atau eks te sama dengan en te per jumlah en te dan en pe, serta molaritas atau em besar yaitu mol per volume dalam liter.
Hati-hati dengan faktor van't Hoff atau i. Untuk non-elektrolit seperti glukosa dan urea, nilai i sama dengan satu. Namun untuk elektrolit seperti natrium klorida yang terurai menjadi dua ion, nilai en sama dengan dua.
Pertama, penurunan tekanan uap atau delta pe sama dengan pe nol dikali eks te dikali i. Untuk mencari tekanan uap larutan, gunakan pe nol dikali fraksi mol pelarut atau eks pe.
Kedua, kenaikan titik didih atau delta te be sama dengan molalitas dikali ka be dikali i. Titik didih larutan didapat dari titik didih murni ditambah nilai delta te be tersebut.
Ketiga, penurunan titik beku atau delta te ef sama dengan molalitas dikali ka ef dikali i. Titik beku larutan dihitung dari titik beku murni dikurangi nilai delta te ef.
Terakhir adalah tekanan osmosis atau pi, yang rumusnya adalah molaritas dikali tetapan er, dikali suhu te dalam kelvin, dan jangan lupa dikali faktor i.
Perhatikan diagram pe strip te air ini. Sumbu vertikal adalah tekanan dan sumbu horizontal adalah suhu. Garis kurva menunjukkan transisi fase yang bergeser ketika zat terlarut ditambahkan.
Contoh satu: delapan belas gram glukosa dengan em er seratus delapan puluh dilarutkan dalam seratus gram air dengan ka be nol koma lima dua. Molnya nol koma satu, molalitasnya satu, sehingga kenaikan titik didihnya adalah nol koma lima dua derajat celsius.
Contoh dua: lima koma delapan lima gram natrium klorida dalam lima ratus gram air. Karena natrium klorida terionisasi sempurna, i sama dengan dua. Hasil perhitungan delta te ef adalah nol koma tujuh empat empat, jadi titik bekunya adalah minus nol koma tujuh empat empat derajat celsius.
Contoh tiga: jika tekanan osmosisnya empat koma sembilan dua atmosfer pada suhu tiga ratus kelvin, kita masukkan ke rumus pi sama dengan em er te i. Maka molaritasnya adalah empat koma sembilan dua dibagi dua puluh empat koma enam, hasilnya nol koma dua molar.
Manakah yang titik didihnya tertinggi antara nol koma satu molal glukosa, natrium klorida, atau kalsium klorida? Analisis jumlah partikelnya: kalsium klorida memiliki em dikali i terbesar yaitu nol koma tiga, jadi dialah yang tertinggi.
Contoh lima: tiga gram zat non-elektrolit dalam dua ratus lima puluh gram air membeku pada minus nol koma tiga tujuh dua derajat celsius. Dengan rumus delta te ef, kita dapatkan nilai em er zat tersebut adalah enam puluh.
Aplikasi nyata sifat ini ada pada penggunaan etilen glikol sebagai anti-beku radiator, menaburkan garam untuk mencairkan salju, proses desalinasi air laut, hingga pembuatan cairan infus yang harus isotonik.
Shortcut UTBK: Untuk membandingkan sifat koligatif dengan cepat, cukup kalikan konsentrasi dengan faktor i. Semakin besar nilai em dikali i, maka titik beku dan tekanan uapnya akan semakin rendah.
Hindari kesalahan umum seperti lupa mengalikan faktor i, salah mengubah satuan massa pelarut ke kilogram, tertukar tanda plus minus pada rumus titik didih dan beku, atau lupa mengubah suhu ke kelvin.
Ini adalah ringkasan rumusnya: delta pe untuk tekanan uap, delta te be untuk titik didih, delta te ef untuk titik beku, dan pi untuk tekanan osmosis. Catat baik-baik ya!
Selamat belajar! Jika kalian sudah menguasai konsep jumlah partikel ini, kalian pasti bisa menaklukkan soal-soal Pengetahuan Kuantitatif di UTBK nanti.
Itulah pembahasan lengkap mengenai sifat koligatif. Sampai jumpa di video pembelajaran selanjutnya dan tetap semangat!