Persiapan PTN
CASN
Mahasiswa
Sekolah
Tujuh belas Agustus empat lima kita proklamasi. Tapi kok Belanda masih datang bikin Agresi Militer, dan kita harus perang lagi sampai empat sembilan? Bukannya proklamasi otomatis bebas?
Proklamasi itu baru klaim dari kita. Ibarat kamu bilang ini tanahmu, tapi preman datang bawa senjata nolak suratmu. NICA dan sekutu nggak terima kita merdeka.
Makanya, Indonesia harus pakai dua senjata sekaligus. Pertama, perjuangan fisik ibarat pukulan tinju. Kedua, jalur diplomasi yang ibarat main catur lewat perundingan.
Di jalur fisik, rakyat rela berkorban pakai taktik radikal. Contohnya di Bandung, rakyat sengaja bakar kotanya sendiri biar nggak jadi markas Belanda. Bumi hangus!
Nah, banyak yang mikir diplomasi itu bikin kita kalah karena wilayah menyempit, misalnya di Perjanjian Renville. Salah besar! Itu taktik ulur waktu buat cari simpati internasional.
Puncaknya, karena Belanda nekat Agresi, dunia marah. PBB ancam cabut bantuan ekonomi Belanda. Skakmat! Mereka terpaksa ikut Konferensi Meja Bundar dan menyerah.
Jadi, proklamasi empat lima itu baru garis start. Butuh kombinasi empat tahun peluru dan diplomasi sampai dunia resmi mengakui Indonesia merdeka penuh di tahun empat sembilan.