Pilih jalurmu
Lebih spesifik
Pernah kepikiran kenapa baru duduk di ojol aja argonya udah sepuluh ribu rupiah, padahal motornya belum jalan sama sekali? Nah, misal tiap kilometer nambah dua ribu rupiah.
Saat jarak tempuh masih nol kilometer, biayanya tetap sepuluh ribu rupiah. Angka modal awal inilah yang dalam grafik disebut sebagai y-intercept.
Tiap jalan nambah satu kilometer, biaya naik dua ribu rupiah. Kecepatan naiknya argo ini adalah slope-nya, atau laju perubahannya.
Kalau ditulis pakai rumus, biaya sama dengan dua ribu dikali kilometer ditambah sepuluh ribu. Bentuk resminya adalah y sama dengan m x ditambah c, di mana m itu slope dan c itu y-intercept.
Sekarang coba kita kerjakan contoh soal UTBK. Pabrik roti punya biaya sewa alat tiga ratus ribu rupiah per hari. Tiap bikin satu roti butuh biaya bahan lima ribu rupiah. Tentukan persamaan grafiknya!
Produksi nol roti pun tetap harus bayar tiga ratus ribu rupiah, ini adalah nilai c. Nambah satu roti berarti nambah lima ribu rupiah, ini nilai m. Jadi persamaannya y sama dengan lima ribu x ditambah tiga ratus ribu.
Hati-hati jebakan UTBK! Jika di soal tertulis y sama dengan tiga ratus ribu ditambah lima ribu x, jangan kira slope-nya tiga ratus ribu! Slope itu selalu angka yang menempel pada variabel x.
Ingat saja, y-intercept itu argo awal ojol saat belum jalan, dan slope itu tarif per kilometernya. Pahami dua ini, grafik linear pasti gampang!