Persiapan PTN
CASN
Mahasiswa
Sekolah
Halo Dhea! Mari kita belajar membedakan bilangan rasional dan irasional. Pertama, bilangan rasional adalah bilangan yang bisa ditulis dalam bentuk pecahan a per b. Syaratnya, a dan b adalah bilangan bulat, dan b tidak sama dengan nol.
Contohnya, semua bilangan bulat itu rasional, seperti lima yang sama dengan lima per satu, atau minus tiga. Begitu juga dengan pecahan biasa seperti satu per dua, tiga per empat, dan minus tujuh per lima.
Selain itu, desimal yang berhenti seperti nol koma tujuh lima yang sama dengan tiga per empat juga rasional. Termasuk desimal berulang seperti nol koma tiga tiga tiga dan seterusnya yang nilainya sama dengan sepertiga.
Kedua, ada bilangan irasional. Bilangan ini tidak bisa ditulis dalam bentuk pecahan a per b. Ciri khas desimalnya adalah angkanya tidak pernah berhenti dan tidak pernah berulang alias polanya acak.
Contoh populernya adalah akar dua yang nilainya sekitar satu koma empat satu empat dan seterusnya tanpa henti. Ada juga konstanta pi yang nilainya sekitar tiga koma satu empat, serta bilangan euler atau e.
Analoginya, bilangan rasional itu seperti resep pasti, misalnya setengah cangkir gula. Sedangkan irasional itu seperti rasa cinta, kita tahu itu ada, tapi sulit diukur dengan angka yang pasti dan berhenti.
Jadi kesimpulannya, rasional itu bisa dijadikan pecahan dan teratur, sedangkan irasional tidak bisa dan sifatnya liar. Semangat terus belajarnya ya, Dhea!
Itulah perbedaan mendasar antara kedua jenis bilangan ini. Jika kamu punya pertanyaan lain tentang matematika, jangan ragu untuk bertanya lagi. Sampai jumpa!