Pilih jalurmu
Lebih spesifik
Pernah kepikiran kenapa HP kamu bisa nyala berjam-jam tanpa colokan listrik, tapi tiba-tiba mati total saat baterainya nol?
Di skala atom, ini disebut reaksi redoks. Contohnya besi berkarat. Besi melepas elektron, itu namanya oksidasi. Oksigen menangkap elektron, namanya reduksi.
Biar gampang, kita ubah serah-terima ini jadi angka muatan, atau biloks. Contoh di molekul air, H dua O. Oksigen lebih kuat narik elektron, jadi biloksnya minus dua, dan H plus satu.
Hati-hati, banyak yang ngira O selalu minus dua. Di H dua O dua atau pemutih pakaian, aturan ini batal. Di sini, O justru bernilai minus satu!
Reaksi redoks spontan ini bisa dipakai buat nyalain lampu, namanya Sel Volta. Kayak tusuk paku seng dan koin tembaga ke jeruk nipis, lampu LED bakal nyala.
Di eksperimen tadi, seng larut di anoda dan tembaga menebal di katoda. Biar gampang hafal, ingat jembatan keledai KRAO: Katoda Reduksi, Anoda Oksidasi.
Kenapa seng yang larut? Coba lihat deret volta ini. Seng lebih dermawan lepas elektron. Makin ke kanan kayak emas, logam makin pelit elektron.
Nah, kalau baterai habis, kita balik arahnya pakai listrik, namanya Sel Elektrolisis. Listrik memaksa reaksi yang nggak spontan buat terjadi, kayak ngecas HP.
Jebakan nih! Waktu elektrolisis larutan garam dapur, siswa ngira Na plus bereaksi. Salah! Justru air yang tereduksi karena natrium itu logam pemalas.
Jadi kesimpulannya gini. Waktu kamu pakai HP, itu Sel Volta, redoks spontan. Pas dicolok charger, itu Elektrolisis, memaksa elektron balik biar siap dipakai lagi!