Keempat, hati-hati dengan fallacy atau sesat pikir! Jangan terjebak pola salah seperti: P maka Q, lalu diketahui Q, maka disimpulkan P. Atau: P maka Q, lalu bukan P, maka disimpulkan bukan Q. Kesimpulan hanya dianggap sah jika mengikuti aturan baku logika.