Persiapan PTN
CASN
Mahasiswa
Sekolah
Halo semuanya! Hari ini kita akan menguasai materi perbandingan atau proportions. Ini adalah materi Pengetahuan Kuantitatif UTBK, sebuah topik fundamental yang muncul di hampir setiap soal cerita matematika.
Mari kita lihat visualisasi konsepnya. Di sini ada grup A dengan dua lingkaran dan grup B dengan tiga lingkaran, membentuk rasio dua banding tiga. Jika A dikalikan dua menjadi empat, maka B juga harus dikalikan dua menjadi enam agar perbandingannya tetap konsisten.
Bayangkan analogi membuat jus jeruk. Jika rasio jeruk banding air adalah satu banding dua, maka rasa manisnya akan selalu sama selama perbandingannya dijaga.
Prasyarat utamanya adalah penyederhanaan pecahan. Contohnya, lima belas per dua puluh lima bisa kita bagi lima menjadi tiga per lima. Ingat, perbandingan selalu ditulis dalam bentuk yang paling sederhana.
Ada miskonsepsi umum yang harus dihindari. Angka perbandingan bukanlah nilai sebenarnya. Jika A banding B sama dengan dua banding tiga, tidak berarti A sama dengan dua dan B sama dengan tiga. Bisa saja nilainya adalah dua puluh dan tiga puluh.
Secara definisi, A per B sama dengan a per b. Di sini, A dan B adalah nilai nyata atau kuantitas, sedangkan a dan b adalah angka perbandingannya.
Kita bisa menggunakan logika pengali k. A sama dengan a dikali k, dan B sama dengan b dikali k, di mana k adalah konstanta pengali yang nilainya sama.
Pertama, perbandingan senilai. Jika satu variabel naik, yang lain ikut naik. Rumusnya x satu per y satu sama dengan x dua per y dua. Contohnya jumlah barang dan harga, jarak dan bensin, atau waktu kerja dan hasil.
Kedua, perbandingan berbalik nilai. Jika satu variabel naik, yang lain justru turun. Rumusnya x satu dikali y satu sama dengan x dua dikali y dua. Contohnya kecepatan dan waktu, jumlah pekerja dan durasi, atau hewan dan stok pakan.
Dalam grafik, perbandingan senilai ditunjukkan oleh garis lurus yang naik, sementara perbandingan berbalik nilai ditunjukkan oleh kurva melengkung.
Contoh satu soal dasar. Jika A per B sama dengan tiga per lima dan A bernilai dua belas, maka kita kali silang menjadi tiga B sama dengan enam puluh. Jadi, nilai B adalah dua puluh.
Contoh dua perbandingan senilai. Harga lima buah buku adalah dua puluh lima ribu rupiah. Berapa harga dua belas buku? Kita pakai perbandingan buku per harga, sehingga lima per dua puluh lima ribu sama dengan dua belas per x. Hasilnya x adalah enam puluh ribu rupiah.
Contoh tiga perbandingan berbalik nilai. Proyek selesai lima belas hari oleh delapan pekerja. Jika pekerja ditambah jadi sepuluh, delapan dikali lima belas sama dengan sepuluh dikali H dua. Seratus dua puluh sama dengan sepuluh H dua, jadi selesai dalam dua belas hari.
Contoh empat perbandingan bertingkat. Jika A banding B adalah dua banding tiga dan B banding C adalah empat banding lima, kita samakan nilai B. Rasio pertama dikali empat dan kedua dikali tiga. Hasil akhirnya A banding B banding C adalah delapan banding dua belas banding lima belas.
Contoh lima tentang pekerjaan bersama. Mesin A selesai dua menit, mesin B tiga menit. Kapasitas A setengah tugas per menit, kapasitas B sepertiga. Gabungannya menjadi lima per enam tugas per menit. Waktunya adalah kebalikan kapasitas, yaitu enam per lima atau satu koma dua menit.
Penerapan pada skala peta. Skala sama dengan jarak peta per jarak sebenarnya. Misal skala satu banding satu juta berarti satu sentimeter di peta mewakili sepuluh kilometer sebenarnya.
Gunakan shortcut metode kotak atau box method. Susun tabel untuk item A dan item B dengan nilai x satu dan x dua agar pengerjaan lebih terorganisir.
Hati-hati dengan satuan yang berbeda! Jangan membandingkan dua jam dengan tiga puluh menit secara langsung. Ubah dulu menjadi seratus dua puluh menit banding tiga puluh menit sehingga rasionya empat banding satu.
Ringkasan materi kita adalah, gunakan kali silang untuk senilai, kali sejajar untuk berbalik nilai, gunakan variabel k untuk perbandingan bertingkat, dan pastikan satuan selalu seragam.
Selamat belajar dan sukses untuk UTBK kalian! Teruslah berlatih berbagai variasi soal cerita untuk mengasah intuisi matematika.
Dengan memahami prinsip dasar dan terus berlatih, soal perbandingan sesulit apa pun pasti bisa kalian taklukkan. Sampai jumpa di video pembelajaran berikutnya!