Persiapan PTN
CASN
Mahasiswa
Sekolah
Halo Widya! Mari kita bahas Penulisan Gabungan Kata. Kita akan cari tahu: kapan dipisah, kapan dirangkai, dan kapan pakai tanda hubung?
Pertama, gabungan kata ditulis terpisah jika tidak mendapat imbuhan atau hanya mendapat satu imbuhan saja. Contohnya: tanda tangan, bertanda tangan dengan awalan saja, tanda tangani dengan akhiran saja, dan kereta api.
Kedua, gabungan kata ditulis serangkai jika diapit awalan dan akhiran sekaligus. Logikanya adalah awalan ditambah kata dasar ditambah akhiran. Contohnya, kata dasar tanggung jawab menjadi pertanggungjawaban.
Ada juga pengecualian untuk kata majemuk mantap yang sudah dianggap satu kata padu. Contohnya adalah kacamata, olahraga, dukacita, saputangan, matahari, dan daripada.
Ketiga, gunakan tanda hubung untuk gabungan unsur Indonesia dengan asing atau daerah seperti di-smash dan men-tackle, awalan se- dengan kapital atau ke- dengan angka seperti se-Indonesia dan abad ke-dua puluh satu, serta untuk menghindari ambiguitas seperti anak-istri.
Kesimpulannya: terpisah jika hanya satu imbuhan, serangkai jika ada apitan atau kata mantap, dan tanda hubung untuk unsur asing atau kapital. Semangat belajarnya ya, Widya!
Visualisasi tadi merangkum seluruh aturan penulisan gabungan kata agar kamu lebih mudah memahaminya. Sampai jumpa di materi berikutnya!