Pilih jalurmu
Lebih spesifik
Bayangkan kamu menembakkan sinar misterius di dalam tabung kaca hampa udara, lalu tiba-tiba sinar itu berbelok tajam saat kamu mendekatkan magnet ke arahnya—sinar gaib apa itu sebenarnya?
Nah, ini persis dengan soal kita. Percobaan tabung sinar katoda oleh J.J. Thomson berhasil menunjukkan apa? Mari kita pecahkan misterinya.
Sinar ini ibarat TV tabung jadul yang menembakkan cahaya ke layar. Prinsipnya sama persis dengan tabung sinar katoda yang dipakai Thomson.
Coba perhatiin. Saat pelat bermuatan positif didekatkan, sinar di tabung itu malah berbelok mendekat ke pelat positifnya. Kenapa bisa gitu? Ingat prinsip tarik-menarik muatan!
Karena sinar tertarik ke arah positif, Thomson menyimpulkan sinarnya pasti berisi partikel bermuatan negatif. Partikel negatif inilah yang kemudian dia sebut sebagai elektron.
Hati-hati dengan opsi lain. Opsi A itu teori Dalton, atom tak terbagi. Opsi B itu Rutherford yang menemukan inti. Opsi D itu Bohr dengan lintasan orbitnya. Ketiganya salah untuk Thomson!
Jadi jawaban yang tepat adalah C. Percobaan ini membuktikan sinar katoda terdiri atas partikel bermuatan negatif yang disebut elektron.
Kesimpulannya, eksperimen tabung sinar katoda sama dengan penemuan elektron. Sinar gaib yang berbelok tadi tidak lain adalah aliran elektron bermuatan negatif.