Pilih jalurmu
Lebih spesifik
Pernah kepikiran nggak, kenapa diskon es kopi boba lima puluh persen bikin antrean panjang banget, tapi diskon beras lima puluh persen nggak bikin orang tiba-tiba nimbun sepuluh karung di rumah?
Kita mulai dari kata marginal. Marginal itu artinya tambahan satu unit. Coba bayangin, makan satu potong pizza rasanya enak banget, tapi pas makan potong kelima, rasanya eneg kan? Tambahan kepuasannya menurun.
Di bisnis, ini soal biaya. Bikin seratus gelas boba butuh satu juta rupiah. Bikin gelas ke seratus satu cuma nambah dua ribu. Laju perubahan ini yang kita sebut Marginal Cost, atau perubahan biaya per tambahan produksi.
Sekarang elastisitas. Elastisitas itu tingkat kesensitifan. Harga boba naik dua ribu, pembeli kabur ke toko sebelah, berarti sensitif. Harga garam naik dua ribu, ibu-ibu tetap beli, berarti nggak sensitif.
Secara matematika, kita ubah reaksi ini jadi persentase. Jika harga boba turun sepuluh persen dan pembeli naik tiga puluh persen, elastisitasnya tiga. Rumusnya persentase perubahan jumlah dibagi persentase perubahan harga.
Hati-hati jebakan ini! Banyak yang mengira kurva garis lurus kemiringannya sama, berarti elastisitasnya sama di semua titik. Salah! Di kurva linear, nilai elastisitas terus berubah di tiap titik harga.
Kesimpulannya, boba itu elastis, sensitif terhadap harga. Beras itu inelastis, karena kebutuhan pokok. Dan konsep marginal bantu pengusaha tahu kapan harus berhenti produksi agar untungnya maksimal.