Pilih jalurmu
Lebih spesifik
Pernah nggak kamu ngeliat soal UTBK kayak dua x kuadrat dibagi nol koma lima, dan otakmu langsung nge-blank bukan karena huruf x-nya, tapi karena panik disuruh ngitung pecahan campur desimal?
Mari kita mulai dari bilangan bulat dan perkalian. Bayangkan ada tiga kotak, tiap kotak berisi empat donat. Daripada menghitung empat tambah empat tambah empat, kita pakai jalan pintas tiga kali empat sama dengan dua belas.
Sekarang pecahan. Pecahan adalah cara membagi benda yang tidak utuh. Misalnya, satu loyang pizza dibagi ke empat orang. Masing-masing dapat potongan satu per empat.
Nah, desimal itu sebenarnya hanyalah pecahan yang memakai sistem kelipatan sepuluh. Kalau kamu bayar ojol lima belas ribu, angka satu koma lima itu sama persis dengan lima belas per sepuluh.
Lanjut ke pangkat. Pangkat adalah jalan pintas untuk perkalian berulang. Coba lipat kertas tiga kali. Jumlah lapisannya jadi dua kali dua kali dua sama dengan delapan, ditulis dua pangkat tiga.
Lalu ada akar. Akar adalah kebalikan atau jalan mundur dari pangkat. Misalnya kamu punya lantai luasnya sembilan meter persegi. Berapa panjang sisinya? Akar sembilan sama dengan tiga.
Hati-hati jebakan hierarki operasi! Coba hitung, dua tambah tiga kali empat. Banyak yang jawab dua puluh. Salah! Harus kali dulu, tiga kali empat dua belas, baru tambah dua, hasilnya empat belas.
Kembali ke soal UTBK awal. Dua x kuadrat dibagi nol koma lima. Ingat, nol koma lima adalah setengah. Membagi dengan setengah sama dengan mengali dua. Hasilnya empat x kuadrat. Aljabar jadi gampang kalau fondasi angkamu kuat!