Persiapan PTN
CASN
Mahasiswa
Sekolah
Halo semuanya! Hari ini kita akan membedah sebuah soal menarik tentang efisiensi kerja yang sering muncul dalam ujian matematika dasar.
Mari kita analisis soalnya. Waktu kerja berbanding terbalik dengan jumlah pekerja. Pertanyaannya, jika efisiensi turun dua puluh persen, apakah waktu berubah secara linear? Mari kita buktikan secara matematis.
Pahami dulu konsep berbalik nilai. Bayangkan sebuah jungkat-jungkit antara jumlah pekerja dan waktu. Jika jumlah pekerja bertambah, maka waktu yang dibutuhkan akan turun, begitu juga sebaliknya.
Rumus dasar kerja adalah we sama dengan pe dikali te, di mana we adalah total pekerjaan. Dari sini kita dapatkan rumus waktu, yaitu te sama dengan we dibagi pe.
Sekarang kita masukkan faktor efisiensi atau e. Rumusnya menjadi te sama dengan we dibagi hasil kali pe dan e. Dalam kondisi normal atau seratus persen, nilai e adalah satu, sehingga te awal sama dengan we per pe.
Jika efisiensi turun dua puluh persen, maka e baru menjadi nol koma delapan. Substitusikan ke rumus, sehingga te baru sama dengan we dibagi hasil kali pe dan nol koma delapan. Perhatikan bahwa satu dibagi nol koma delapan sama dengan satu koma dua lima.
Secara matematis, te baru sekarang menjadi satu koma dua lima dikali we per pe. Karena we per pe adalah waktu awal, maka te baru adalah satu koma dua lima kali te awal. Ini artinya waktu pengerjaan bertambah dua puluh lima persen.
Kesimpulannya, saat efisiensi turun dua puluh persen, waktu justru bertambah dua puluh lima persen. Jadi, perubahannya tidak linear! Hati-hati dengan jebakan ini dan sampai jumpa di pembahasan selanjutnya!