Persiapan PTN
CASN
Mahasiswa
Sekolah
Pernah dengar kasus pasien ditolak rumah sakit karena miskin, atau orang dipaksa pindah agama? Kalau kamu jadi hakim UTBK, pelanggaran sila keberapa yang sedang terjadi? Mari kita bedah agar kamu tidak terkecoh!
Kita mulai dari fondasi paling dasar. Sila pertama, dilambangkan bintang. Ini tentang hubungan vertikal manusia dengan Tuhan. Intinya adalah kebebasan beragama. Contoh nyatanya, mempersilakan teman beda agama beribadah saat kerja kelompok.
Turun ke hubungan antar-individu, Sila kedua dengan lambang rantai. Fokusnya memanusiakan manusia, punya empati, dan anti kekerasan. Seperti menolong korban kecelakaan di jalan tanpa melihat suku atau agamanya.
Sekarang skalanya meluas dari aku dan kamu menjadi kita Indonesia. Sila ketiga, pohon beringin. Ini tentang nasionalisme dan cinta tanah air. Contoh sederhananya, bangga memakai batik atau membeli sepatu buatan lokal.
Lalu, bagaimana kita mengambil keputusan? Sila keempat, kepala banteng. Esensinya musyawarah dan demokrasi tanpa memaksakan kehendak. Misalnya, menerima hasil voting ketua kelas dengan lapang dada meski jagoanmu kalah.
Terakhir, tujuan akhirnya, Sila kelima. Awas jebakan! Sila kedua itu empati individu, seperti memberi sedekah. Tapi Sila kelima adalah keadilan sistemik. Pemerintah membangun fasilitas rumah sakit yang merata, itu baru Sila kelima.
Pancasila adalah hierarki dari Tuhan, ke manusia, bersatu, bermusyawarah, demi kesejahteraan bersama. Jadi, menolak pasien miskin tadi adalah pelanggaran Sila kelima karena fasilitas tidak adil, dan Sila kedua karena hilangnya rasa kemanusiaan!