Persiapan PTN
CASN
Mahasiswa
Sekolah
Halo semuanya! Hari ini kita akan belajar tentang bunga tunggal dan bunga majemuk sebagai konsep dasar penalaran matematika. Visualisasi koin dolar ini menggambarkan pertumbuhan nilai uang yang akan kita bahas.
Pertama, bunga tunggal. Di sini bunga hanya dihitung dari modal awal saja. Rumusnya adalah M n sama dengan M nol dikali dalam kurung satu tambah n kali i. M n adalah modal akhir, M nol modal awal, n lama periode waktu, dan i adalah suku bunga.
Kedua, bunga majemuk atau bunga berbunga. Bunga setiap periode ditambahkan ke modal untuk periode berikutnya dengan rumus M n sama dengan M nol dikali satu tambah i pangkat n. Nilai modal ini tumbuh secara eksponensial.
Perhatikan grafik perbandingan pertumbuhan antara tahun n dan nilai modal. Kita bisa melihat label bunga tunggal dan bunga majemuk, di mana terdapat selisih yang semakin melebar seiring bertambahnya waktu.
Contoh soalnya, Andi menabung satu juta rupiah dengan bunga majemuk sepuluh persen per tahun. Dengan i nol koma satu dan n sama dengan dua, maka saldo akhir M dua adalah satu juta dikali satu koma satu kuadrat, yaitu satu juta dua ratus sepuluh ribu rupiah.
Ringkasannya, bunga tunggal bersifat linear atau tetap, sedangkan bunga majemuk bersifat eksponensial. Bunga majemuk akan menghasilkan nilai yang lebih besar dalam jangka panjang.
Selamat belajar, Abe!