Persiapan PTN
CASN
Mahasiswa
Sekolah
Halo semuanya! Hari ini kita akan membahas materi Penulisan Angka dan Bilangan untuk subtes PBM. Pembahasan ini merujuk pada PUEBI atau Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia sebagai acuan aturan penulisan angka yang benar untuk ujian UTBK SNBT.
Aturan pertama, bilangan yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata ditulis dengan huruf, kecuali dalam rincian. Contoh yang salah adalah menulis 'Ada 3 orang anak' dengan angka. Yang benar adalah 'Ada tiga orang anak' menggunakan huruf.
Aturan kedua, bilangan di awal kalimat wajib dieja dengan huruf. Penulisan '50 siswa mengikuti ujian' adalah salah. Seharusnya ditulis 'Lima puluh siswa mengikuti ujian'. Tipsnya, jika angka terlalu panjang, susun ulang kalimat agar angka tidak berada di depan.
Ketiga, untuk satuan, waktu, dan nilai uang, selalu gunakan angka. Seperti lima kilogram, pukul lima belas tiga puluh, rupiah lima ribu, hingga nomor alamat seperti Jalan Merdeka Nomor sepuluh.
Keempat, bilangan besar seperti dua ratus lima puluh juta rupiah boleh ditulis sebagian dengan huruf. Untuk tingkat, gunakan Abad ke-dua puluh satu atau Abad dua puluh satu romawi. Ingat, jangan gunakan ke- sebelum angka romawi karena redundan. Untuk dekade, tulis tahun seribu sembilan ratus sembilan puluh strip a-n.
Mari kita cek contoh soal. Manakah yang benar? Pilihan A salah karena angka di awal kalimat. Pilihan C salah karena penggunaan huruf dan angka tidak konsisten dalam rincian. Jawaban yang tepat adalah B, karena satuan tiga kilogram wajib ditulis dengan angka.
Ringkasan cepatnya: satu dua kata dieja, awal kalimat wajib huruf, satuan dan uang pakai angka, serta rincian harus konsisten menggunakan angka. Semangat terus buat persiapan UTBK SNBT kalian!
Itulah aturan penulisan angka dan bilangan. Jangan lupa terus berlatih dan sampai jumpa di materi selanjutnya!