Pilih jalurmu
Lebih spesifik
Pernah disuruh menebak password HP teman cuma dari dua petunjuk samar? Di Pengetahuan Kuantitatif UTBK, kita diminta jadi detektif: apakah petunjuk satu atau dua cukup untuk membongkar sifat sebuah bilangan, atau jangan-jangan dua-duanya ampas?
Coba perhatiin kasus utama ini. Kita tahu x itu bilangan bulat. Terus ditanya, apakah x bilangan genap? Kita butuh petunjuk yang ngasih jawaban pasti.
Uji petunjuk pertama: dua x adalah bilangan genap. Kalau x ganjil, misal tiga, dua kali tiga sama dengan enam, genap kan? Kalau x genap, misal empat, jadinya delapan, juga genap. Hasilnya belum pasti, jadi petunjuk satu saja tidak cukup.
Sekarang pakai kacamata kuda, abaikan petunjuk pertama. Fokus murni ke petunjuk dua: x kuadrat tambah x adalah bilangan genap. Faktorkan jadi x dikali x tambah satu. Ingat, ini perkalian dua bilangan berurutan.
Misal tiga kali empat atau empat kali lima, hasilnya selalu genap apapun nilai x. Berarti kita tetap nggak tahu x itu ganjil atau genap. Kesimpulannya, petunjuk dua saja juga tidak cukup.
Banyak yang kena jebakan ngira kalau digabung pasti cukup. Padahal, karena petunjuk satu dan dua sama-sama nggak ngunci nilai x, digabung pun tetap tidak cukup. Jawabannya E.
Lalu kapan dinyatakan cukup? Misal petunjuknya diganti: tiga x adalah bilangan ganjil. Ganjil kali apa yang hasilnya ganjil? Pasti ganjil. Jadi x pasti ganjil.
Pertanyaan apakah x genap, bisa dijawab dengan pasti: TIDAK. Nah, jawaban pasti 'tidak' ini artinya pernyataan tersebut cukup buat mecahin kasus!
Jadi rangkumannya, jadi detektif angka itu harus uji tiap petunjuk secara terpisah dulu. Dan ingat, jawaban 'tidak' yang pasti, itu udah cukup!