Pilih jalurmu
Lebih spesifik
Pernah dengar temanmu bilang, 'Kalau aku kaya, aku pasti beli mobil sport', terus pas lihat dia nggak beli mobil sport, kamu langsung nyimpulin 'Pasti dia nggak kaya'? Nah, kesimpulanmu itu sah secara logika atau cuma tebakan julid?
Mari kita bedah. Misalkan kata 'Kaya' itu kita sebut P, dan 'Beli mobil' itu Q. Kondisinya sekarang, dia tidak beli mobil, alias tidak Q.
Dalam logika, 'Jika P maka Q' itu setara dengan 'Jika tidak Q maka tidak P'. Ini namanya aturan Kontraposisi.
Hati-hati jebakan! Kalau dia 'Tidak kaya', apakah pasti 'Tidak beli mobil'? Belum tentu, bisa saja dia ngutang! Jadi, rumus Invers ini salah besar.
Selain Kontraposisi, janji temanmu itu sama artinya dengan bentuk pilihan: Antara dia itu miskin alias tidak kaya, ATAU dia beneran beli mobil sport.
Secara rumus, ini adalah aturan ekivalensi kedua. 'Jika P maka Q' setara dengan 'Tidak P atau Q'.
Jadi, tips buat soal UTBK: Kalau ada soal 'Jika...', langsung cari opsi yang dibalik-dan-dinegasi, ATAU opsi yang pakai kata 'ATAU'.
Kesimpulannya, tebakanmu di awal bahwa dia 'tidak kaya' karena tidak punya mobil sport adalah seratus persen valid secara logika ekivalen!