Persiapan PTN
CASN
Mahasiswa
Sekolah
Halo teman-teman! Hari ini kita akan belajar tentang Hukum Permintaan, mulai dari konsep dasarnya, formulasi matematisnya, hingga alasan mengapa kurvanya bisa bergeser.
Bayangkan kita sedang berada di toko permen! Jika harga satu permen sepuluh ribu rupiah, kita hanya sanggup beli sedikit. Tapi jika harga turun jadi dua ribu rupiah, kita ingin beli lebih banyak. Jadi, harga turun berarti jumlah yang dibeli meningkat!
Sama seperti mainan kesukaanmu. Semakin mahal harga mainannya, semakin sedikit yang bisa Ibu belikan. Namun, jika harganya semakin murah, Ibu bisa membelikan banyak mainan untuk kita!
Dalam ekonomi, kita menggunakan grafik. Sumbu tegak atau sumbu ye adalah Pe untuk harga atau price, sedangkan sumbu mendatar atau sumbu eks adalah Ki untuk jumlah barang atau quantity.
Hati-hati ya, jangan sampai tertukar! Gerakan di sepanjang kurva terjadi hanya karena harga berubah, sedangkan pergeseran seluruh kurva terjadi karena faktor lain di luar harga.
Definisi Hukum Permintaan menyatakan jika harga naik maka permintaan turun, dengan asumsi ceteris paribus, yang artinya semua faktor lain dianggap tetap atau tidak berubah.
Rumus matematikanya adalah Ki de sama dengan a dikurang be dikali Pe. Di mana Ki de adalah jumlah barang, Pe adalah harga, a adalah konstanta saat harga nol, dan be adalah gradien yang selalu bernilai negatif.
Mengapa ada tanda minus? Karena ini menunjukkan hubungan terbalik. Semakin besar nilai harga atau Pe, maka hasil pengurangannya semakin besar sehingga jumlah barang atau Ki menjadi semakin kecil.
Kita juga bisa mencari fungsi harga atau Pe. Dari Ki sama dengan a dikurang be Pe, kita pindahkan ruas menjadi be Pe sama dengan a dikurang Ki, sehingga Pe sama dengan a per be dikurang satu per be dikali Ki.
Lihat kurva permintaan ini yang berlabel de. Saat harga enam rupiah, jumlahnya dua unit. Tapi saat harga turun menjadi dua rupiah, jumlah barang yang diminta naik menjadi enam unit.
Contoh satu, jika fungsi Ki sama dengan lima puluh dikurang dua Pe dan harga Pe sama dengan sepuluh, maka Ki sama dengan lima puluh dikurang dua kali sepuluh, hasilnya adalah tiga puluh unit.
Contoh dua, mencari fungsi. Jika harga lima jumlahnya sepuluh, dan harga tujuh jumlahnya enam, gunakan rumus Pe dikurang Pe satu per Pe dua dikurang Pe satu sama dengan Ki dikurang Ki satu per Ki dua dikurang Ki satu. Hasilnya Ki sama dengan dua puluh dikurang dua Pe.
Kurva bisa bergeser ke kanan jika permintaan meningkat, atau ke kiri jika permintaan menurun. Faktor pemicunya bisa berupa perubahan pendapatan, selera, atau harga barang pengganti.
Secara visual, jika gaji naik dan uang kita bertambah, kurva permintaan akan bergeser ke arah kanan. Ini menunjukkan bahwa pada tingkat harga yang sama, masyarakat ingin membeli lebih banyak.
Contoh tiga, jika harga kopi naik, orang akan beralih minum teh. Karena orang pindah minum teh, maka permintaan teh naik dan kurva permintaan teh akan bergeser ke kanan.
Contoh empat, untuk barang pelengkap. Jika harga bensin naik tajam, biaya mengendarai mobil jadi mahal, sehingga permintaan mobil akan turun dan kurvanya bergeser ke arah kiri.
Contoh lima, jika ada tren viral yang meningkatkan selera tapi di saat yang sama pendapatan turun, pergeserannya tergantung pada faktor mana yang paling dominan di antara keduanya.
Tips cepat untuk ujian: selalu ingat hukum dasarnya, yaitu jika harga naik maka jumlah barang atau Ki pasti akan turun.
Hindari kesalahan umum seperti menggambar kurva yang naik ke atas, tertukar posisi sumbu Pe dan Ki, atau salah menuliskan tanda plus dan minus pada fungsi.
Rangkumannya: satu, hukum harga naik jumlah turun. Dua, fungsi Ki de sama dengan a minus be Pe. Tiga, geser kanan naik, geser kiri turun. Sekarang kalian siap taklukkan soal ekonomi!
Terima kasih sudah belajar bersama. Teruslah berlatih dan sampai jumpa di video pembelajaran berikutnya!