Kasus kedua, misal sudut A yang siku-siku atau sembilan puluh derajat. Dari selisih sudut, kita peroleh sudut B tiga puluh derajat. Karena total sudut segitiga seratus delapan puluh derajat, maka alfa atau sudut C adalah enam puluh derajat. Kasus ini juga mungkin, namun memberikan hasil pe lebih kecil dari ki.