Pilih jalurmu
Lebih spesifik
Pernah lihat poster diskon lima puluh persen plus dua puluh persen di mall dan mengira kamu dapat potongan tujuh puluh persen? Wah, kamu masuk jebakan marketing! Coba bayangkan sepatu incaranmu harganya satu juta rupiah.
Banyak yang salah kaprah menjumlahkan langsung lima puluh persen tambah dua puluh persen jadi tujuh puluh persen. Jadinya merasa cuma bayar tiga ratus ribu. Tetot! Ini cara yang salah ya.
Langkah yang benar, kita hitung diskon pertama dulu. Lima puluh persen dari satu juta adalah lima ratus ribu. Jadi, harga sementara sepatunya turun menjadi lima ratus ribu rupiah.
Nah, diskon kedua yang dua puluh persen ini dihitung dari harga sementara, bukan harga awal! Dua puluh persen dikali lima ratus ribu adalah seratus ribu. Harga akhirnya jadi empat ratus ribu rupiah.
Coba bandingkan. Beli sepatu seharga empat ratus ribu dari harga awal satu juta, berarti kamu dapat potongan enam ratus ribu. Total diskon aslinya adalah enam puluh persen, bukan tujuh puluh persen!
Secara umum, kita bisa pakai faktor pengali. Harga akhir sama dengan harga awal dikali seratus persen kurangi diskon pertama, dikali seratus persen kurangi diskon kedua.
Kalau di soal penalaran matematika UTBK, angkanya sering diganti huruf. Jika harga awal H didiskon p persen lalu q persen, bayarnya adalah H dikali satu kurangi p per seratus, dikali satu kurangi q per seratus.
Jadi, jangan mudah tertipu poster mall ya! Sebagai checkpoint, coba tebak, diskon empat puluh persen tambah tiga puluh persen total aslinya berapa persen? Jawab di kolom komentar dan lanjut ke video aljabar!