Pilih jalurmu
Lebih spesifik
Pernahkah kamu telat mendaftar bimbel sehingga kehabisan kuota diskon awal, lalu bingung menghitung berapa harga asli yang sebenarnya harus kamu bayar? Coba perhatikan kasus Fira ini.
Fira adalah pendaftar kelima puluh. Ia mendapat diskon awal dengan fungsi y sama dengan nol koma sembilan x. Kita bisa gunakan garis bilangan ini untuk membayangkan batas kuotanya.
Karena kita tahu Fira membayar seratus delapan puluh ribu rupiah, kita masukkan ke rumus. Harga aslinya atau x adalah seratus delapan puluh ribu dibagi nol koma sembilan, yaitu dua ratus ribu rupiah.
Nah, hati-hati jebakan kuota! Andi dan kawan-kawan mendaftar setelah Fira, jadi mereka tidak dapat diskon awal itu. Harga dasar mereka kembali ke normal, yaitu dua ratus ribu rupiah.
Untuk siswa berprestasi dengan nilai rapor di atas sembilan puluh, seperti Budi dan Dini, biaya akhirnya dikali nol koma tujuh. Jadi, biayanya menjadi seratus empat puluh ribu rupiah.
Sedangkan untuk nilai delapan puluh lima sampai sembilan puluh, seperti Andi dan Cici, biayanya dikali nol koma delapan. Hasilnya seratus enam puluh ribu rupiah.
Sekarang kita bandingkan tagihan mereka dengan uang di dompet. Karena semua tagihan di bawah dua ratus delapan puluh ribu, uang mereka pasti cukup!
Kesimpulannya, semua anak yaitu Dini, Cici, Budi, dan Andi pasti dapat mengikuti kursus. Jawaban yang tepat adalah D!
Jadi, meski telat mendaftar, kamu tetap bisa menghitung harga aslinya dengan membalik fungsi diskon, lalu mencocokkannya dengan promo nilai rapor!