Pilih jalurmu
Lebih spesifik
Kalau kamu kehujanan, kamu pasti basah. Sekarang baju kamu basah, apakah artinya kamu pasti kehujanan? Bisa jadi ketumpahan kopi, bukan cuma hujan!
Coba lihat logika sebab-akibat langsung ini. Premis satu: Jika Budi kehujanan, maka baju Budi basah. Fakta: Budi kehujanan. Kesimpulan pastinya: Baju Budi pasti basah.
Dalam logika, ini disebut Modus Ponens. Aturan umumnya: Jika P maka Q, dan terjadi P, maka kesimpulannya pasti Q.
Tapi awas jebakan tadi! Jika P maka Q, dan terjadi Q, yaitu baju basah, orang sering menebak P atau kehujanan. Padahal ini tidak sah, ini kesalahan kebalikan.
Sekarang pembuktian terbalik. Jika kehujanan maka basah. Fakta: Baju Budi tidak basah. Artinya, Budi pasti tidak kehujanan.
Ini namanya Modus Tollens. Rumusnya: Jika P maka Q, dan terjadi tidak Q, maka kesimpulannya tidak P.
Awas jebakan lagi! Budi tidak kehujanan, oh berarti bajunya tidak basah. Salah! Bisa saja dia berenang. Menyangkal sebab tidak menghasilkan kesimpulan apa-apa.
Lanjut ke logika berantai. Jika kehujanan maka basah. Jika basah maka masuk angin. Kesimpulannya? Jika Budi kehujanan maka dia masuk angin.
Ini disebut Silogisme. P maka Q, dan Q maka R. Coret Q di tengah, hasilnya P maka R.
Jadi ingat ya, ada tiga aturan sah: Ponens, Tollens, dan Silogisme. Kalau kamu basah, belum tentu kehujanan. Pahami arah panahnya!