Persiapan PTN
CASN
Mahasiswa
Sekolah
Halo semuanya! Mari kita pelajari Sains Al-Qur'an dan Kaidah Fikih. Dalam Surah An-Naml ayat delapan belas, seekor semut memperingatkan koloninya agar masuk ke sarang supaya tidak terinjak oleh pasukan.
Dari perspektif sains, semut berkomunikasi lewat zat kimia yang disebut feromon. Zat ini digunakan untuk memberi tanda bahaya serta menunjukkan jalan kepada semut lainnya.
Selanjutnya, dalam Kaidah Fikih atau Qowaid berdasarkan Surah Ali Imran ayat dua puluh delapan sampai dua puluh sembilan, terdapat kaidah Ad-dhararu yuzal, yang artinya kemudaratan harus dihilangkan.
Analisis hubungannya: pertama, bahaya terdeteksi oleh semut. Kedua, komunikasi sains melalui feromon. Ketiga, penghilangan mudharat sesuai kaidah fikih. Ayat ini melarang kita mencelakai sesama.
Kesimpulannya, integrasi sains dan Al-Qur'an mengajarkan pentingnya menjaga keselamatan seluruh makhluk hidup. Sampai jumpa di pembahasan berikutnya!