Strategi Menaklukkan Soal PBM
Halo, Pejuang PTN. Ini bab penutup subtes Pemahaman Bacaan dan Menulis. Semua kaidah sudah kamu pelajari di bab-bab sebelumnya, mulai dari kelas kata, frasa, kata tugas, imbuhan, ejaan, tanda baca, sintaksis, sampai kalimat efektif.
Di bab ini kita tidak menambah teori baru. Kita menyusun ulang semuanya menjadi cara kerja yang bisa kamu pakai langsung waktu mengerjakan soal. Anggap ini peta jalan sebelum masuk ke Boss Level.
Bagian 1: Mengenali Tipe Soal PBM
Soal PBM biasanya berputar di sekitar tujuh tipe berikut. Begitu kamu tahu tipenya, kamu tahu bab mana yang harus dipanggil dari ingatan.
- Kalimat tidak efektif: panggil bab Kalimat Efektif.
- Kalimat tidak baku atau kata tidak baku: panggil daftar kata baku dan aturan imbuhan.
- Penulisan huruf kapital dan huruf miring: panggil bab Kapitalisasi.
- Tanda baca: panggil bab Tanda Baca.
- Perbaikan kalimat atau penggabungan kalimat: gabungan Sintaksis dan Kalimat Efektif.
- Kalimat tidak padu dalam paragraf: ini soal makna, bukan kaidah.
- Ide pokok, simpulan, dan makna kata dalam konteks: ini soal pemahaman bacaan.
Tipe satu sampai lima adalah soal kaidah. Jawabannya pasti, tidak bergantung selera. Tipe enam dan tujuh adalah soal isi, dan di situ kuncinya bukan hafalan melainkan ketelitian membaca.
Bagian 2: Urutan Periksa untuk Soal Kaidah
Kalau soalnya menyodorkan paragraf bernomor dan bertanya "kalimat mana yang salah", jangan langsung baca dari awal sampai akhir dengan santai. Pakai saringan bertingkat.
Saringan pertama, lihat awal setiap kalimat. Kalimat yang dibuka preposisi (bagi, untuk, kepada, dalam, menurut, pada, dengan) adalah tersangka utama kalimat tanpa subjek. Ini penyumbang kunci jawaban terbanyak di PBM.
Saringan kedua, lihat konjungsi. Cari pasangan yang tidak boleh berdampingan: walaupun ... tetapi, meskipun ... namun, karena ... sehingga, jika ... maka.
Saringan ketiga, cari kata kembar makna. adalah merupakan, agar supaya, demi untuk, sangat ... sekali, para ... siswa-siswa, saling ... membantu.
Saringan keempat, periksa kata yang bentuknya mencurigakan. Kata berimbuhan meN- dengan huruf awal k, p, s, t hampir selalu jadi bahan soal. Ingat aturannya: huruf itu luluh kalau diikuti vokal, dan tidak luluh kalau diikuti gugus konsonan. pukul menjadi memukul, tetapi produksi menjadi memproduksi. sukses menjadi menyukseskan, tetapi stabil menjadi menstabilkan.
Saringan kelima, periksa ejaan dan tanda baca. Baru di tahap ini kamu memeriksa koma, titik dua, huruf kapital, dan huruf miring.
Bagian 3: Kesalahan Ejaan yang Paling Sering Muncul
Ini daftar padat yang layak kamu baca ulang sehari sebelum ujian.
- Kata depan versus imbuhan: di rumah (tempat, dipisah) versus dimakan (imbuhan, disambung). Uji dengan mengganti di menjadi ke. Kalau masih masuk akal, berarti kata depan.
- Partikel pun: dipisah, kecuali pada gabungan yang sudah lazim seperti walaupun, meskipun, ataupun, bagaimanapun, maupun, biarpun, sekalipun, kalaupun, adapun, andaipun.
- Nama diri versus nama jenis: Selat Sunda pakai kapital karena nama geografis tertentu, tetapi gula jawa, jeruk bali, pisang ambon, kunci inggris pakai huruf kecil karena itu nama jenis.
- Huruf miring: dipakai untuk judul buku, majalah, dan surat kabar; untuk menegaskan kata tertentu; dan untuk kata asing atau kata daerah. Nama orang dan nama lembaga asing tidak dimiringkan.
- Singkatan gelar: memakai titik, misalnya Drs., S.E., M.Hum., Prof., dr.
- Akronim: kalau akronimnya nama diri, huruf awalnya kapital seperti Bulog dan Bappenas. Kalau bukan nama diri, ditulis huruf kecil semua seperti pemilu, rudal, tilang.
Bagian 4: Aturan Tanda Baca yang Paling Sering Diuji
- Koma sebelum konjungsi pertentangan pada kalimat majemuk setara: tetapi, melainkan, sedangkan. Contoh: Ia bukan membeli buku itu, melainkan meminjamnya.
- Koma setelah anak kalimat yang mendahului induk: Karena hujan deras, upacara ditunda. Kalau induknya di depan, komanya tidak dipakai: Upacara ditunda karena hujan deras.
- Koma setelah konjungsi antarkalimat di awal kalimat: Oleh karena itu,, Namun,, Jadi,, Meskipun demikian,
- Titik dua dipakai setelah pernyataan yang sudah lengkap dan diikuti perincian: Kami membutuhkan tiga hal: pensil, penghapus, dan penggaris. Kalau kalimatnya belum lengkap, titik dua tidak dipakai. Salah: Kami membutuhkan: pensil, penghapus, dan penggaris.
- Titik dua tidak dipakai bersama yaitu, yakni, atau antara lain. Pilih salah satu.
Bagian 5: Soal Isi, Kalimat Tidak Padu dan Ide Pokok
Untuk soal kalimat tidak padu, caranya sederhana: tentukan dulu topik paragraf dari kalimat pertama atau kedua, lalu cari kalimat yang membicarakan hal lain. Jangan cari kalimat yang salah kaidah, karena kalimat tidak padu biasanya justru ditulis dengan benar. Ia hanya salah tempat.
Untuk soal ide pokok, ingat bahwa ide pokok ada di kalimat utama, dan kalimat utama biasanya berada di awal atau di akhir paragraf. Kalimat penjelas ditandai kata seperti misalnya, contohnya, selain itu, hal ini, dan angka-angka rinci. Kalimat yang mengandung penanda itu hampir pasti bukan kalimat utama.
Untuk soal makna kata dalam konteks, jangan langsung memilih arti kamus yang paling umum. Baca kalimat sebelum dan sesudahnya, lalu ganti kata itu dengan tiap pilihan jawaban. Yang membuat kalimatnya tetap masuk akal itulah jawabannya.
Bagian 6: Manajemen Waktu dan Jebakan Umum
Subtes PBM menuntut kecepatan, jadi atur ritmenya.
- Kerjakan dulu soal kaidah (kalimat efektif, ejaan, tanda baca). Soal ini bisa dijawab tanpa membaca seluruh teks, jadi hemat waktu.
- Soal bacaan panjang dikerjakan belakangan, dan bacalah pertanyaannya lebih dulu supaya kamu tahu apa yang dicari.
- Jangan terpancing pilihan yang "terdengar keren". Kalimat yang panjang dan berbunga-bunga justru sering yang tidak efektif.
- Kalau ragu antara dua pilihan, cari perbedaannya saja, bukan membaca ulang keduanya utuh. Perbedaan satu kata itulah yang diuji.
- Hati-hati dengan soal bertanya negatif ("yang tidak tepat", "yang bukan"). Lingkari kata itu di layar pikiranmu sebelum menjawab.
Ringkasan
- Kenali dulu tipe soalnya, baru panggil bab yang relevan.
- Untuk soal kaidah pakai saringan bertingkat: preposisi di awal, konjungsi ganda, kata kembar makna, imbuhan K-P-S-T, lalu ejaan dan tanda baca.
- Kalimat tidak padu adalah soal isi, bukan soal kaidah. Cari yang keluar topik, bukan yang salah tulis.
- Kalimat utama ada di awal atau akhir paragraf, dan kalimat penjelas punya penanda khas.
- Dahulukan soal kaidah, simpan bacaan panjang di akhir, dan selalu perhatikan soal bertanya negatif.
Sekarang kamu siap masuk Boss Level. Di sana semua bab PBM akan diuji bercampur, persis seperti di ujian aslinya. Semangat.