Kalimat Efektif: Sedikit Kata, Jelas Maksud
Halo, Pejuang PTN. Bab ini adalah bab yang paling sering muncul di PBM, dan kabar baiknya, bab ini juga yang paling bisa dilatih sampai otomatis.
Kalimat efektif bukan berarti kalimat pendek. Kalimat efektif adalah kalimat yang menyampaikan maksud penulis secara tepat kepada pembaca, tanpa kata yang mubazir, tanpa struktur yang bikin bingung, dan sesuai kaidah bahasa Indonesia. Kalimat panjang bisa efektif, kalimat pendek bisa tidak efektif.
Bagian 1: Enam Syarat Kalimat Efektif
Hafalkan enam kata kunci ini, karena hampir semua soal bisa dipulangkan ke salah satunya.
- Kesepadanan struktur: subjek dan predikatnya jelas, tidak ada preposisi yang menutup subjek, tidak ada konjungsi ganda.
- Kehematan: tidak ada kata yang maknanya sudah terwakili kata lain.
- Kesejajaran (paralelisme): bentuk kata dalam rincian dibuat sama.
- Kelogisan: makna kalimatnya masuk akal.
- Ketegasan: bagian yang ingin ditonjolkan diletakkan di posisi yang tepat.
- Kecermatan dan kebakuan: pilihan kata baku, ejaan benar, tidak menimbulkan tafsir ganda.
Sekarang kita bedah satu per satu yang paling sering keluar.
Bagian 2: Kesepadanan Struktur
Ini pintu masuk paling umum. Ada tiga bentuk pelanggarannya.
Subjek tertutup preposisi.
- Salah: Bagi seluruh peserta diharapkan hadir pukul tujuh.
- Benar: Seluruh peserta diharapkan hadir pukul tujuh.
Kata bagi, untuk, kepada, dalam, menurut, pada di awal kalimat langsung membuat nomina sesudahnya menjadi keterangan, bukan subjek.
Konjungsi ganda untuk satu hubungan makna.
- Salah: Walaupun harga tiket naik, tetapi jumlah penumpang tidak berkurang.
- Benar: Walaupun harga tiket naik, jumlah penumpang tidak berkurang. atau Harga tiket naik, tetapi jumlah penumpang tidak berkurang.
Pasangan yang sering salah dipakai bersamaan: walaupun ... tetapi, meskipun ... namun, karena ... sehingga, jika ... maka.
Subjek ganda dalam satu klausa.
- Salah: Laporan itu saya sudah menyerahkannya kemarin.
- Benar: Laporan itu sudah saya serahkan kemarin.
Bagian 3: Kehematan Kata
Kehematan berarti membuang kata yang maknanya sudah ada. Ini daftar pemborosan langganan.
- Bentuk jamak ganda: para siswa-siswa, banyak rumah-rumah, semua peserta-peserta. Cukup salah satu penanda jamaknya.
- Sinonim yang ditumpuk: adalah merupakan, agar supaya, demi untuk, sejak dari, seperti misalnya.
- Makna yang sudah terkandung: naik ke atas, turun ke bawah, mundur ke belakang, masuk ke dalam.
- Superlatif ganda: sangat besar sekali, paling terbaik, agak sedikit lelah.
- Resiprokal ganda: saling bantu-membantu, saling pukul-memukul. Pilih saling membantu atau bantu-membantu.
- Subjek diulang tanpa perlu: Ani tidak masuk sekolah karena Ani sakit. Cukup ganti yang kedua dengan ia atau hilangkan.
Bagian 4: Kesejajaran Bentuk
Kalau kalimat memuat rincian, semua unsur rinciannya harus berbentuk sama. Kalau yang pertama verba, semuanya verba. Kalau yang pertama nomina, semuanya nomina.
- Tidak sejajar: Tugas panitia adalah mendata peserta, penyusunan jadwal, dan mengumumkan hasil.
- Sejajar dengan verba: Tugas panitia adalah mendata peserta, menyusun jadwal, dan mengumumkan hasil.
- Sejajar dengan nomina: Tugas panitia adalah pendataan peserta, penyusunan jadwal, dan pengumuman hasil.
Kesejajaran juga berlaku untuk pasangan aktif dan pasif dalam satu kalimat. Tidak sejajar: Berkas itu diterima panitia lalu memeriksanya. Sejajar: Berkas itu diterima panitia lalu diperiksa.
Bagian 5: Kelogisan dan Kecermatan
Kalimat bisa benar secara struktur tapi janggal secara makna.
- Waktu dan tempat kami persilakan. Yang bisa dipersilakan adalah orang, bukan waktu dan tempat. Perbaikannya: Bapak Rudi kami persilakan.
- Mayat itu ditemukan mati di pinggir jalan. Mayat sudah pasti tidak hidup.
- Untuk mempersingkat waktu, acara kita mulai. Waktu tidak bisa dipersingkat. Perbaikannya: Untuk menghemat waktu, acara kita mulai.
Kecermatan berkaitan dengan tafsir ganda. Siswa kelas dua belas yang pandai itu mendapat beasiswa bisa berarti hanya satu siswa yang pandai, atau seluruh siswa kelas dua belas memang pandai. Penulis yang cermat akan memperjelasnya.
Kebakuan juga masuk di sini. Kata yang sering salah: praktik bukan praktek, izin bukan ijin, risiko bukan resiko, analisis bukan analisa, silakan bukan silahkan, mengubah bukan merubah, mengimbau bukan menghimbau, sekadar bukan sekedar, jadwal bukan jadual, aktivitas bukan aktifitas, napas bukan nafas, atlet bukan atlit.
Bagian 6: Cara Kerja di Ruang Ujian
Kalau soal menyodorkan lima kalimat dan menanyakan mana yang tidak efektif, jangan baca lima-lima sekaligus. Pakai urutan pemeriksaan ini, berhenti begitu ketemu.
- Lihat awal kalimat. Ada preposisi (bagi, untuk, dalam, menurut, kepada)? Kalau ya, cek apakah subjeknya hilang.
- Cari konjungsi. Ada dua konjungsi untuk satu hubungan makna?
- Cari kata yang maknanya kembar (adalah merupakan, agar supaya, sangat ... sekali).
- Cari penanda jamak ganda (para ... ulangan kata).
- Kalau ada rincian dengan koma, periksa kesejajaran bentuknya.
- Terakhir baru periksa kelogisan dan kata baku.
Enam langkah ini urut dari yang paling gampang dilihat mata ke yang paling perlu dipikir. Dengan latihan, langkah satu sampai empat bisa kamu kerjakan sambil sekali baca.
Ringkasan
- Kalimat efektif bukan kalimat pendek, melainkan kalimat yang jelas, hemat, dan sesuai kaidah.
- Enam syaratnya: kesepadanan, kehematan, kesejajaran, kelogisan, ketegasan, kecermatan.
- Preposisi di awal kalimat adalah penyebab nomor satu hilangnya subjek.
- Dua konjungsi untuk satu hubungan makna selalu salah.
- Rincian harus sejajar bentuknya, entah semuanya verba atau semuanya nomina.
- Periksa dengan urutan tetap supaya cepat dan tidak ada yang terlewat.