Persiapan PTN
CASN
Mahasiswa
Sekolah
Halo semuanya! Hari ini kita akan membahas Larutan Elektrolit dan Non-Elektrolit. Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik karena adanya ion-ion bebas yang bergerak di dalamnya.
Elektrolit terbagi dua. Pertama, elektrolit kuat yang terionisasi sempurna sehingga lampu menyala terang dan banyak gelembung. Kedua, elektrolit lemah yang terionisasi sebagian, membuat lampu redup atau mati dengan sedikit gelembung.
Sedangkan Larutan Non-Elektrolit tidak menghantarkan listrik karena zatnya tetap dalam bentuk molekul. Contoh populernya adalah larutan gula, urea, dan alkohol.
Kita lanjut ke reaksi oksidasi dan reduksi berdasarkan oksigen. Oksidasi didefinisikan sebagai pengikatan oksigen, sedangkan reduksi adalah pelepasan oksigen dari suatu zat.
Perhatikan contoh satu, yaitu pembakaran besi. Reaksinya adalah empat Fe ditambah tiga O dua menghasilkan dua Fe dua O tiga. Di sini, besi mengikat oksigen sehingga disebut mengalami oksidasi.
Contoh kedua adalah reduksi bijih besi. Reaksinya adalah Fe dua O tiga ditambah tiga C O menghasilkan dua Fe ditambah tiga C O dua. Fe dua O tiga mengalami reduksi karena melepas oksigen, sementara C O mengalami oksidasi karena mengikat oksigen.
Kesimpulannya, reaksi redoks selalu terjadi secara bersamaan dalam satu sistem. Jika ada satu zat yang teroksidasi, maka zat lainnya pasti mengalami reduksi.
Itulah dasar-dasar larutan elektrolit dan reaksi redoks berdasarkan oksigen. Sampai jumpa di penjelasan materi kimia berikutnya!