Persiapan PTN
CASN
Mahasiswa
Sekolah
Halo semuanya! Selamat datang di materi Penalaran Deduktif, panduan lengkap untuk persiapan cepat UTBK kamu.
Pahami alur logika deduktif. Jika P maka Q, dan Q maka R, maka simpulannya adalah P maka R. Alurnya dari pernyataan umum ke simpulan khusus.
Gunakan analogi detektif. Pernyataan satu: semua sidik jari unik. Pernyataan dua: ini sidik jari Budi. Kesimpulannya: sidik jari ini pasti unik.
Kenali simbol dasar logika: P dan Q, P atau Q, negasi atau bukan P, serta jika P maka Q.
Hati-hati jebakan logika! Jika hujan maka basah. Kondisinya jalanan basah. Kesimpulan bahwa pasti hujan itu salah, karena bisa saja disiram air.
Satu, Modus Ponens. Rumusnya: jika P maka Q, diketahui P, maka hasilnya Q. Contoh: jika rajin maka sukses. Dia rajin, maka dia sukses.
Dua, Modus Tollens. Jika P maka Q, diketahui bukan Q, maka hasilnya bukan P. Contoh: jika lapar maka makan. Tidak makan, berarti tidak lapar.
Tiga, Silogisme. Jika P maka Q, dan Q maka R, maka simpulannya adalah jika P maka R.
Empat, Kontraposisi. Ini ekuivalensi atau pernyataan senilai. Jika P maka Q sama dengan jika bukan Q maka bukan P. Ini sering keluar untuk mengecoh!
Logika Kuantor dengan Diagram Venn. Ingat tiga kasus: semua A adalah B, sebagian A adalah B yang beririsan, dan tidak ada A yang B atau terpisah.
Contoh satu: Modus Tollens. Premis satu: jika Andi lapar maka ia makan. Premis dua: Andi tidak makan. Jawabannya: Andi tidak lapar.
Contoh dua: Silogisme Berantai. BBM naik panah pangan naik. Pangan naik panah daya beli turun. Maka, BBM naik membuat daya beli turun.
Contoh tiga: Semua dan Sebagian. Semua atlet rajin, sebagian atlet mahasiswa. Pakai Venn, simpulannya adalah sebagian mahasiswa rajin berlatih.
Contoh empat: Soal Jebakan. Jika guru datang maka murid senang. Ternyata murid tidak senang. Gunakan Modus Tollens, simpulannya guru tidak datang.
Contoh lima: Logika Urutan. A lebih tinggi dari B, B lebih tinggi dari C, dan D lebih pendek dari C. Jelas, D adalah yang paling pendek.
Logika ini diterapkan di dunia nyata untuk analisis berita, pemrograman if else, hingga pengambilan keputusan medis.
Trik cepat UTBK: jika ada variabel yang sama di antara dua premis, langsung coret saja variabel tersebut untuk menarik simpulan.
Hindari kesalahan fatal! Jangan simpulkan dari dua premis khusus atau dua premis negatif, dan jangan membalik pernyataan jika P maka Q.
Rangkuman: ingat aturan Ponens, Tollens, Silogisme, dan prinsip Venn bahwa Semua ditambah Sebagian menghasilkan simpulan Sebagian.
Sekarang kamu siap lulus UTBK! Teruslah berlatih dan kuasai logika ini.
Semangat belajarnya dan sukses untuk ujian kamu nanti! Sampai jumpa di materi berikutnya.