Kita bedah kalimat enam. Kalimatnya berbunyi: Pada kasus ringan, gejala keracunan makanan dapat hilang dengan sendirinya, tetapi pada kasus berat dapat menyebabkan dehidrasi. Di sini ada dua klausa. Klausa pertama subjeknya adalah gejala keracunan makanan. Nah, klausa kedua kehilangan subjek! Karena tidak ada subjek baru, klausa kedua terpaksa meminjam subjek pertama. Jadinya, gejala keracunan menyebabkan dehidrasi. Pertanyaannya, apakah logis jika sebuah gejala menyebabkan dehidrasi? Tentu tidak masuk akal! Harusnya kondisi keracunan itu sendiri yang menyebabkan dehidrasi, bukan gejalanya. Inilah yang membuat kalimatnya menjadi tidak logis.