Persiapan PTN
CASN
Mahasiswa
Sekolah
Halo semuanya! Hari ini kita akan membahas perbandingan senilai dan berbalik nilai. Bagaimana sih cara mengerjakannya? Dan bagaimana cara membedakan keduanya agar tidak tertukar?
Pertama, perbandingan senilai. Logikanya searah: jika x naik maka y ikut naik, dan jika x turun maka y ikut turun. Rumusnya menggunakan kali silang, yaitu x satu per y satu sama dengan x dua per y dua.
Contohnya pada harga pensil. Jika dua pensil harganya lima ribu rupiah, maka saat jumlahnya ditambah menjadi empat pensil, harganya pun ikut naik menjadi sepuluh ribu rupiah.
Kedua, perbandingan berbalik nilai. Di sini logikanya berlawanan: jika x naik maka y justru turun, dan jika x turun maka y malah naik. Rumusnya menggunakan kali lurus, yaitu x satu dikali y satu sama dengan x dua dikali y dua.
Contohnya hubungan kecepatan dan waktu. Saat berkendara cepat enam puluh kilometer per jam, waktu tempuhnya dua jam. Namun jika lebih lambat yaitu tiga puluh kilometer per jam, waktunya bertambah lama menjadi empat jam.
Lalu bagaimana cara tahu pakai cara yang mana? Cukup gunakan logika sederhana dan tanya diri sendiri: jika variabel satu bertambah, apakah yang lain ikut bertambah? Jika iya, pakai senilai. Jika malah berkurang, pakai berbalik.
Ini ringkasan cepatnya. Tipe senilai logikanya searah dan dihitung kali silang. Tipe berbalik logikanya berlawanan dan dihitung kali lurus. Ingat, pahami logikanya dulu, baru masukkan rumusnya!
Nah, itu dia perbedaan dan cara mengerjakan perbandingan. Jangan sampai tertukar lagi ya! Semangat belajarnya dan sampai jumpa di video berikutnya.