Persiapan PTN
CASN
Mahasiswa
Sekolah
Halo semuanya! Hari ini kita akan belajar mengenai pembiasan cahaya, khususnya cara menentukan sudut bias menggunakan hukum Snellius.
Mari kita lihat visualisasi pembiasan ini. Ada garis batas dan garis normal, dengan sinar datang dari medium satu yaitu udara menuju medium dua yaitu kaca.
Sebagai analogi, bayangkan mobil yang bergerak dari jalan raya ke pasir. Kecepatan yang berubah menyebabkan arah mobil juga ikut berubah.
Prasyarat penting yang harus diingat adalah nilai sinus. Perhatikan tabel nilai sinus teta untuk berbagai sudut yang ditampilkan di layar ini.
Hati-hati, jangan sampai tertukar! Ingat bahwa sudut selalu diukur terhadap garis normal, bukan diukur terhadap permukaan bidang datar.
Inilah hukum Snellius: n satu dikali sinus teta satu sama dengan n dua dikali sinus teta dua. n adalah indeks bias dan teta adalah sudut datang serta sudut bias dalam derajat.
Logikanya, makin rapat suatu medium atau n makin besar, maka cahaya akan bergerak makin lambat, sehingga sudut tetanya akan mengecil.
Berikut daftar indeks bias umum: udara satu koma nol nol, air empat per tiga, kaca tiga per dua, dan intan dua koma empat dua.
Untuk mencari sudut bias, rumusnya kita manipulasi menjadi sinus teta dua sama dengan n satu dikali sinus teta satu dibagi n dua.
Perhatikan arahnya: jika n satu kurang dari n dua maka akan mendekati normal, dan jika n satu lebih dari n dua maka akan menjauhi normal.
Contoh satu: cahaya dari udara ke air dengan sudut datang lima puluh tiga derajat. Dengan perhitungan hukum Snellius, kita dapatkan nilai sinus teta dua sama dengan tiga per lima.
Contoh dua: dari udara ke kaca dengan sudut tiga puluh derajat. Setelah dihitung, sinus teta dua adalah sepertiga, sehingga sudut biasnya sekitar sembilan belas koma empat tujuh derajat.
Contoh tiga: jika sudut datang empat puluh lima derajat dan sudut bias tiga puluh derajat, maka indeks bias medium duanya adalah akar dua atau satu koma empat satu.
Contoh empat: cahaya dari intan ke air dengan sudut datang dua puluh derajat. Hasil perhitungan menunjukkan sudut biasnya adalah sekitar tiga puluh delapan koma satu derajat.
Contoh lima: mencari sudut kritis dari kaca ke udara agar sudut biasnya tepat sembilan puluh derajat. Didapatkan sudut kritisnya sekitar empat puluh satu koma delapan derajat.
Aplikasi dunia nyatanya adalah serat optik yang bekerja berdasarkan prinsip pemantulan internal sempurna untuk pengiriman data.
Gunakan juga rumus cepat perbandingan senilai atau terbalik untuk mempermudah pengerjaan soal pembiasan seperti deskripsi berikut.
Beberapa kesalahan yang sering terjadi antara lain menghitung sudut terhadap bidang datar, terbalik memasukkan nilai n, atau salah menggunakan fungsi trigonometri.
Sebagai ringkasan: gunakan hukum Snellius, ingat hubungan kerapatan medium dengan sudut, serta pahami kondisi terjadinya sudut kritis.
Selamat belajar! Teruslah berlatih mengerjakan contoh soal agar makin siap menghadapi ujian penalaran matematika.
Demikianlah penjelasan lengkap mengenai langkah-langkah menentukan sudut bias. Terus semangat belajar dan sampai jumpa di video berikutnya!