Persiapan PTN
CASN
Mahasiswa
Sekolah
Halo semuanya! Hari ini kita akan membahas trik cepat Penalaran Umum untuk strategi menengah dan atas di UTBK SNBT.
Lihat peta kekuatan Penalaran Umum ini. Fokuslah pada tiga area utama: Deduktif, Induktif, dan Kuantitatif yang meliputi logika formal, simpulan teks, hingga pola bilangan.
Gunakan analogi detektif ini. Jika ada petunjuk A yaitu ada asap, dan petunjuk B asap berasal dari api, maka kesimpulannya pasti ada api!
Kuasai dasar logika sebagai prasyarat, seperti P maka Q, negasi P, serta pemahaman diagram Venn untuk membedakan konsep semua versus sebagian.
Jangan terjebak! Kesalahan umum adalah memakai pengetahuan luar teks. Di Penalaran Umum, sebuah pernyataan dianggap benar hanya jika tertera di dalam teks.
Pahami hukum penarikan kesimpulan. Modus Ponens adalah P maka Q, P, jadi Q. Sedangkan Modus Tollens adalah P maka Q, negasi Q, jadi negasi P.
Kenapa kontraposisi penting? Karena pernyataan P maka Q memiliki nilai logika yang sama dengan negasi Q maka negasi P.
Untuk silogisme hipotesis atau rantai, jika P maka Q dan Q maka R, maka hasilnya P maka R. Triknya adalah mencoret variabel yang sama yaitu Q.
Ingat aturan kuantor: semua ditambah semua hasilnya semua. Semua ditambah sebagian hasilnya sebagian. Namun, sebagian ditambah sebagian tidak menghasilkan kesimpulan.
Visualisasi diagram Venn sangat membantu. Perpotongan antara lingkaran A dan B menunjukkan kondisi di mana sebagian A adalah B.
Contoh satu, silogisme sederhana. Semua atlet rajin berlatih dan sebagian siswa adalah atlet. Triknya, kesimpulannya adalah sebagian siswa rajin berlatih.
Contoh dua, Modus Tollens. Jika nilai bagus maka ayah senang. Jika ayah tidak senang, maka kesimpulan logisnya adalah nilai tidak bagus.
Contoh tiga, pola bilangan kuantitatif. Deret dua, enam, dua belas, dua puluh, tiga puluh memiliki pola tambah empat, enam, delapan, sepuluh, dan dua belas. Hasilnya adalah empat puluh dua.
Contoh empat, soal analitis urutan. Jika A lebih tinggi dari B, C lebih rendah dari B, dan D lebih tinggi dari A, maka urutannya adalah D, A, B, lalu C.
Contoh lima, pelajari ingkaran majemuk menggunakan formula logika untuk menentukan negasi dari suatu pernyataan dengan tepat.
Aplikasinya pada pembacaan berita. Jika faktanya bursa saham saat ini bergairah atau tidak lesu, maka simpulan logisnya adalah suku bunga tidak naik.
Gunakan cheat sheet ini: eliminasi opsi mustahil, cari keyword, gambar coretan diagram Venn, dan jangan gunakan opini pribadi.
Hindari kesalahan fatal denying the antecedent. Jika ada P maka Q namun yang diketahui adalah negasi P, maka tidak ada kesimpulan yang bisa diambil.
Kesimpulan hari ini: kuasai Ponens dan Tollens, gunakan kontraposisi, manfaatkan diagram Venn, dan teliti melihat pola pada soal kuantitatif.
Selamat berjuang di UTBK! Ingatlah bahwa latihan yang konsisten adalah kunci sukses dalam menaklukkan subtest Penalaran Umum.
Teruslah berlatih dan asah logika kalian. Sampai jumpa di video pembelajaran berikutnya!