Kasus pertama, susunan agar laki-laki dan perempuan tidak berdampingan atau selang-seling. Karena selisihnya satu orang, maka polanya haruslah laki-laki, perempuan, laki-laki, dan seterusnya. Total susunannya adalah lima faktorial dikali empat faktorial, yaitu seratus dua puluh dikali dua puluh empat, sama dengan dua ribu delapan ratus delapan puluh.