Persiapan PTN
CASN
Mahasiswa
Sekolah
Halo Najwa! Hari ini kita akan bahas penyetaraan reaksi dan stoikiometri. Bayangkan seperti resep masakan, bahan harus pas agar hasilnya enak. Hal ini berdasarkan Hukum Kekekalan Massa, di mana massa di sisi kiri harus sama dengan massa di sisi kanan.
Mari kita lihat contoh reaksi gas hidrogen ditambah gas oksigen menjadi air. Jika kita periksa jumlah atomnya, di sisi kiri ada dua atom hidrogen dan dua atom oksigen, sedangkan di sisi kanan hidrogennya dua tapi oksigennya cuma satu. Ini belum seimbang.
Langkah pertama, mari kita setarakan atom oksigennya. Kita tambahkan koefisien dua di depan molekul air atau ha dua o. Sekarang oksigen di kanan menjadi dua, tapi perhatikan, atom hidrogen di kanan sekarang berubah menjadi empat.
Langkah kedua, kita setarakan atom hidrogennya. Tambahkan koefisien dua di depan ha dua di sisi kiri. Sekarang di kedua sisi sudah ada empat atom hidrogen dan dua atom oksigen. Nah, sekarang reaksinya sudah setara!
Setelah setara, kita masuk ke stoikiometri sebagai jembatan mol. Konsep ini menghubungkan massa dalam gram, mol, dan volume dalam liter. Ingat ya, angka koefisien dalam reaksi yang sudah setara tadi adalah perbandingan jumlah mol zat-zat tersebut.
Mari kita coba soal. Berapa massa air yang dihasilkan dari empat gram gas hidrogen? Langkah satu, kita ubah massa ha dua menjadi mol. Caranya, empat gram dibagi em er ha dua yaitu dua gram per mol, sehingga kita dapatkan dua mol ha dua.
Langkah kedua adalah menggunakan perbandingan koefisien dari reaksi tadi. Karena dua mol ha dua menghasilkan dua mol air, maka dengan dua mol ha dua yang kita miliki, jumlah air yang dihasilkan juga tetap dua mol.
Langkah terakhir, ubah mol air menjadi massa. Kita hitung dulu em er ha dua o yaitu delapan belas. Maka, massa air sama dengan dua mol dikali delapan belas gram per mol, hasilnya adalah tiga puluh enam gram air.
Jadi kunci utamanya adalah pastikan reaksi sudah setara, gunakan mol sebagai jembatan, dan pahami em er serta volume gas. Bagaimana, sudah lebih paham kan? Semangat terus belajarnya ya, Najwa!