PBM UTBK

Cheatsheet PBM UTBK

Rangkuman aturan Pemahaman Bacaan & Menulis — ejaan EYD, tanda baca, konjungsi, kalimat efektif, sampai koherensi paragraf. Pakai sebagai review cepat sebelum tryout.

Topik wajib kuasai

1. Ejaan baku (EYD V): penulisan kata serapan & di-/ke-

Partikel di/ke sebagai awalan (kata kerja/pasif) ditulis serangkai; sebagai kata depan (penunjuk tempat/tujuan) ditulis terpisah. Kata serapan mengikuti EYD V — cek entri KBBI untuk kasus ragu.
Benar

Buku itu diletakkan di atas meja, lalu ia pergi ke kampus.

Salah

Buku itu di letakkan diatas meja, lalu ia pergi kekampus.

Trik cepat: kalau bisa diganti jadi kalimat aktif (meletakkan), berarti di- awalan dan ditulis serangkai. Kalau tidak bisa, berarti kata depan dan ditulis terpisah.

2. Tanda koma (,) pada anak kalimat

Kalau anak kalimat mendahului induk kalimat, pakai koma sebelum induk. Kalau induk mendahului anak, tidak perlu koma. Hafalkan dua pola ini dan 70% soal tanda baca selesai.
Benar

Karena hujan deras, jadwal tryout ditunda.

Anak kalimat ("Karena hujan deras") di depan → pakai koma.

Salah

Jadwal tryout ditunda, karena hujan deras.

Induk di depan → tanda koma tidak dibutuhkan.

3. Konjungsi intrakalimat vs. antarkalimat

Intrakalimat menghubungkan klausa dalam satu kalimat (dan, atau, tetapi, karena, sehingga). Antarkalimat muncul di awal kalimat baru dan selalu diikuti koma (namun, oleh karena itu, selain itu, akan tetapi). Jangan tukar posisinya.
Benar

Nilai simulasinya naik. Namun, dia tetap merasa kurang siap.

Salah

Nilai simulasinya naik, namun dia tetap merasa kurang siap.

Kesalahan klasik: "namun" dipakai di tengah kalimat seperti "tetapi". Pisahkan jadi dua kalimat.

4. Kalimat efektif: lima syarat wajib

Kalimat efektif harus memenuhi lima hal: kesatuan (ada S-P), kehematan (tidak berlebihan), keparalelan (bentuk sejajar), kelogisan, dan kepaduan. Soal “kalimat yang paling tepat” menguji salah satu dari lima ini.
Benar

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi, menganalisis, dan menyimpulkan pola belajar siswa.

Tiga verba paralel (meng-) → memenuhi keparalelan.

Salah

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, analisis, dan kesimpulan pola belajar siswa.

Campur verba dan nomina → tidak paralel.

Hati-hati pleonasme: "agar supaya", "demi untuk", "adalah merupakan", "saling bekerjasama". Pilih salah satu, buang duanya.

5. Kesatuan & koherensi paragraf

Satu paragraf = satu ide pokok. Kalimat utama biasanya di awal (deduktif) atau di akhir (induktif); sisanya kalimat penjelas. Kalimat yang tidak menjelaskan ide pokok = kalimat sumbang, dan sering muncul sebagai pilihan “kalimat mana yang perlu dihapus”.
Benar

Belajar rutin meningkatkan retensi. Riset menunjukkan jadwal harian 30 menit lebih efektif daripada sesi maraton. Pelajar yang konsisten juga cenderung tidak panik menjelang ujian.

Semua kalimat menguatkan ide pokok "belajar rutin meningkatkan retensi".

Salah

Belajar rutin meningkatkan retensi. Riset menunjukkan sesi 30 menit lebih efektif. Kopi pagi juga bisa menjadi hobi yang menyenangkan.

Kalimat ketiga tidak menjelaskan ide pokok → sumbang.

6. Jenis teks & tujuan penulis

Kenali empat jenis utama: eksposisi (memaparkan informasi), argumentasi (meyakinkan dengan data & bukti), deskripsi (menggambarkan objek secara detail), dan narasi (menceritakan urutan peristiwa). Tujuan penulis bisa dilihat dari kata kunci pembuka paragraf.
Benar

"Pemerintah perlu membatasi kendaraan pribadi karena data polusi udara meningkat 23% dalam setahun." → argumentasi (klaim + bukti).

Salah

"Kendaraan pribadi ada yang besar, kecil, dan berwarna-warni." → deskripsi, bukan argumentasi. Jangan tertipu oleh topik.

7. Tata penulisan baku: huruf kapital & miring

Huruf kapital untuk awal kalimat, nama diri, nama geografi, dan nama lembaga formal. Huruf miring untuk judul buku/karya, kata asing belum diserap penuh, dan penegasan teknis. Nama jabatan umum (presiden, menteri) tidak kapital, kecuali diikuti nama orang.
Benar

Presiden Joko Widodo meresmikan proyek di Jakarta; menteri pendidikan turut hadir.

"Presiden Joko Widodo" kapital (jabatan + nama), "menteri pendidikan" kecil (jabatan umum).

Salah

presiden Joko widodo meresmikan proyek di jakarta; Menteri Pendidikan turut hadir.

Judul buku/film/lagu: huruf besar setiap kata isi, kata tugas (di, ke, dan) tetap kecil kecuali di awal. Tulis miring: Bumi Manusia, Laskar Pelangi.

Pertanyaan umum

Apa itu PBM dalam UTBK?

PBM (Pemahaman Bacaan & Menulis) adalah salah satu subtes UTBK yang mengukur kemampuan memahami isi bacaan, menyunting kalimat, serta menerapkan aturan ejaan dan tanda baca bahasa Indonesia baku.

Apakah aturan EYD yang dipakai di UTBK masih EYD lama?

UTBK memakai pedoman terbaru, yaitu EYD V (Ejaan Yang Disempurnakan edisi kelima) yang diresmikan melalui Permendikbud No. 0424/I/BS.00.01/2022. Prinsipnya mirip dengan PUEBI, jadi kalau kamu sudah menguasai PUEBI, tinggal menyesuaikan beberapa pembaruan.

Konjungsi apa saja yang sering muncul di soal PBM?

Yang paling sering: konjungsi koordinatif (dan, atau, tetapi), subordinatif sebab-akibat (karena, sehingga, sebab), subordinatif waktu (ketika, sebelum, setelah), dan antarkalimat (namun, oleh karena itu, selain itu). Fokus pada perbedaan antarkalimat vs. intrakalimat.

Bagaimana cara cepat mengenali kalimat tidak efektif?

Cek lima hal: (1) kesatuan — ada subjek dan predikat yang jelas, (2) hemat — tidak ada kata yang mubazir atau pleonastis, (3) paralel — bentuk kata sejajar pada perincian, (4) logis — hubungan makna masuk akal, dan (5) padu — susunan tidak rancu.

Apa beda paragraf kohesif dan koheren?

Kohesi adalah keterhubungan bentuk — konjungsi, kata ganti, dan pengulangan yang merekatkan antarkalimat. Koherensi adalah keterhubungan makna — ide antarkalimat saling mendukung satu gagasan utama. Paragraf yang baik punya keduanya.

Jenis teks apa saja yang diuji di PBM?

Teks eksposisi, argumentasi, deskripsi, narasi, serta editorial/opini populer. Identifikasi tujuan teks dari strukturnya: eksposisi memaparkan, argumentasi meyakinkan dengan bukti, deskripsi menggambarkan, narasi menceritakan urutan kejadian.

Bagaimana strategi menjawab soal "perbaikan kalimat" di PBM?

Baca kalimat utuh dulu, identifikasi subjek + predikat, lalu cek ejaan, tanda baca, pilihan kata, dan logika. Opsi yang paling sering salah biasanya yang (a) menambah kata mubazir, (b) memakai konjungsi ganda, atau (c) mengubah makna asli kalimat. Pilih opsi yang paling ringkas dan tetap mempertahankan maksud asli.

Berapa soal PBM di UTBK?

Subtes PBM di UTBK-SNBT berisi 20 soal dengan alokasi waktu 25 menit. Rata-rata ≈ 75 detik per soal — cukup ketat, jadi kuasai aturan umumnya supaya tidak perlu mengulang baca kalimat berkali-kali.

Gratis untuk pelajar

Mau simulasi lebih akurat?

Daftar Pintarly gratis dan dapatkan rencana belajar yang dipersonalisasi, bank soal UTBK/SNBT, dan AI Tutor 24/7.

Daftar Pintarly