kuliah#algoritma#pemrograman-dasar#tugas-kuliah

Menulis Flowchart dan Pseudocode untuk Tugas Algoritma

Satu masalah dikerjakan empat kali berurutan, dari deskripsi ke pseudocode ke flowchart ke kode C, plus aturan gambar yang bikin tugas dikembalikan.

Oleh Oscar Ryanda Putra· Diterbitkan 8 Okt 2026· 8 menit baca
Di halaman ini

Kerjakan pseudocode dulu, baru flowchart, baru kode. Urutan itu yang paling sering dibalik, dan membalikkannya adalah penyebab paling umum tugas algoritma dikembalikan: flowchart digambar lebih dulu, lalu pseudocode ditulis ulang dari gambar, sehingga dua dokumen yang seharusnya menggambarkan satu logika justru saling membenarkan satu kesalahan. Tulisan ini mengerjakan satu masalah empat kali berurutan supaya terlihat apa yang berubah di setiap tahap dan apa yang tidak boleh berubah.

Masalahnya: baca sejumlah nilai ujian, hitung rata-ratanya, hitung berapa nilai yang di bawah 60, lalu tampilkan LULUS kalau rata-ratanya minimal 60.

Tahap satu, apa yang dibaca dari deskripsi masalah?

Sebelum menulis satu baris pun, pisahkan soal menjadi tiga kolom. Langkah ini terlihat bisa dilewati, dan justru melewatinya yang membuat orang menulis pseudocode sambil masih memikirkan apa yang sebenarnya diminta.

MasukanProsesKeluaran
n, banyaknya nilaijumlahkan semua nilairata-rata, dua angka di belakang koma
nilai, sebanyak n kalibagi jumlah dengan nbanyaknya nilai di bawah 60
hitung nilai yang kurang dari 60keterangan LULUS atau TIDAK LULUS

Dari tabel ini sudah kelihatan tiga hal yang nanti jadi variabel: satu pencacah untuk perulangan, satu penampung jumlah, dan satu pencacah untuk nilai di bawah 60. Dua yang terakhir harus bernilai nol sebelum perulangan dimulai, dan pengisian nol itu wajib muncul sebagai langkah tersendiri, bukan diasumsikan.

Tahap dua, bagaimana bentuk pseudocode yang diterima?

Mulai
  Baca n
  total  <- 0
  gagal  <- 0
  i      <- 1
  Selama i <= n kerjakan
    Baca nilai
    total <- total + nilai
    Jika nilai < 60 maka
      gagal <- gagal + 1
    Akhir jika
    i <- i + 1
  Akhir selama
  rata <- total / n
  Tampilkan rata
  Tampilkan gagal
  Jika rata >= 60 maka
    Tampilkan "LULUS"
  Sebaliknya
    Tampilkan "TIDAK LULUS"
  Akhir jika
Selesai

Tiga hal yang membedakan pseudocode yang dinilai benar dari yang dikembalikan.

Pseudocode tidak memakai sintaks bahasa pemrograman apa pun. Tidak ada printf, tidak ada scanf, tidak ada int i = 0, tidak ada titik koma. Begitu printf masuk, yang kamu tulis bukan lagi pseudocode melainkan kode C tanpa kurung kurawal, dan nilai dari tahap ini hilang.

Setiap blok punya penutup yang terlihat. Akhir jika dan Akhir selama memberi tahu pembaca sampai mana isi blok itu. Tanpa penutup, satu baris i <- i + 1 bisa dibaca sebagai bagian dari Jika, dan perulangannya jadi tidak pernah berhenti untuk nilai yang lulus.

Penugasan nilai dan pemeriksaan nilai memakai tanda berbeda. Tanda panah untuk mengisi, tanda sama dengan untuk membandingkan. Pemisahan ini yang mencegah bug if (nilai = 60) yang dibahas di error umum bahasa C untuk pemula.

Tahap tiga, urutan simbol flowchart untuk logika yang sama

Karena flowchart adalah gambar, bagian yang paling mudah salah bukan logikanya melainkan tata letaknya. Urutan di bawah adalah daftar simbol dari atas ke bawah beserta tujuan panahnya, jadi kamu bisa menggambarnya langsung tanpa menebak.

  1. Kapsul, isi Mulai. Panah ke nomor 2.
  2. Jajar genjang, isi Baca n. Panah ke nomor 3.
  3. Persegi panjang, isi total = 0, gagal = 0, i = 1. Panah ke nomor 4.
  4. Belah ketupat, isi i <= n. Keluaran berlabel Tidak ke nomor 9. Keluaran berlabel Ya ke nomor 5.
  5. Jajar genjang, isi Baca nilai. Panah ke nomor 6.
  6. Persegi panjang, isi total = total + nilai. Panah ke nomor 7.
  7. Belah ketupat, isi nilai < 60. Keluaran berlabel Ya ke sebuah persegi panjang berisi gagal = gagal + 1, yang kemudian menyatu ke nomor 8. Keluaran berlabel Tidak langsung ke nomor 8.
  8. Persegi panjang, isi i = i + 1. Panah balik ke nomor 4.
  9. Persegi panjang, isi rata = total / n. Panah ke nomor 10.
  10. Jajar genjang, isi Tampilkan rata dan gagal. Panah ke nomor 11.
  11. Belah ketupat, isi rata >= 60. Keluaran Ya ke jajar genjang Tampilkan LULUS. Keluaran Tidak ke jajar genjang Tampilkan TIDAK LULUS. Keduanya menyatu ke nomor 12.
  12. Kapsul, isi Selesai.

Dua belas simbol, tiga belah ketupat, satu panah balik. Kalau gambarmu punya lebih dari dua puluh simbol untuk masalah ini, kemungkinan besar ada satu persegi panjang yang dipecah terlalu halus atau ada percabangan yang digambar dua kali.

Aturan gambar apa yang paling sering jadi alasan tugas dikembalikan?

Belah ketupat harus punya tepat dua keluaran dan keduanya harus berlabel. Satu keluaran berarti itu bukan percabangan dan seharusnya digambar sebagai persegi panjang. Tiga keluaran tidak diperbolehkan, dan kasus seperti nilai A, B, atau C harus dipecah menjadi dua belah ketupat bertingkat. Label Ya dan Tidak sering dilupakan padahal tanpa label pembaca tidak bisa tahu cabang mana yang mana, dan asisten praktikum tidak akan menebak.

Panah balik perulangan tidak boleh memotong blok lain. Garis balik dari nomor 8 ke nomor 4 harus keluar dari sisi blok, berjalan di kolom kosong di sebelah kiri atau kanan rangkaian utama, lalu masuk ke titik tepat sebelum belah ketupat pemeriksaan. Kalau garis itu menyilang persegi panjang atau menyilang panah lain, flowchart dianggap tidak terbaca. Masuknya juga harus ke titik sebelum pemeriksaan, bukan ke dalam badan perulangan, karena kalau masuk setelah pemeriksaan maka kondisinya hanya diuji sekali.

Sisa aturannya lebih pendek. Hanya ada satu kapsul Mulai. Setiap panah satu arah, tidak ada panah berkepala dua. Jajar genjang khusus untuk masukan dan keluaran, jadi Baca nilai tidak boleh digambar sebagai persegi panjang. Satu persegi panjang boleh memuat beberapa penugasan yang berurutan tanpa keputusan di antaranya, seperti nomor 3 di atas, tapi tidak boleh memuat percabangan.

SimbolBentukDipakai untukKesalahan umum
TerminalkapsulMulai dan Selesaiada dua Mulai di satu gambar
Masukan dan keluaranjajar genjangBaca dan Tampilkandigambar sebagai persegi panjang
Prosespersegi panjangpenugasan dan perhitunganmemuat percabangan di dalamnya
Keputusanbelah ketupatpemeriksaan kondisikeluarannya satu, atau tanpa label
Penghubungpanaharah alurdua arah, atau menyilang blok

Tahap empat, menerjemahkan ke kode C

#include <stdio.h>

int main(void) {
    int n, nilai, total = 0, gagal = 0;

    scanf("%d", &n);

    for (int i = 1; i <= n; i++) {
        scanf("%d", &nilai);
        total += nilai;
        if (nilai < 60) {
            gagal++;
        }
    }

    double rata = (double) total / n;

    printf("Rata-rata: %.2f\n", rata);
    printf("Di bawah 60: %d\n", gagal);

    if (rata >= 60) {
        printf("LULUS\n");
    } else {
        printf("TIDAK LULUS\n");
    }

    return 0;
}

Satu baris di sini tidak ada padanannya di pseudocode, dan itu disengaja. (double) total / n perlu ditulis karena total dan n keduanya bilangan bulat, sehingga total / n di C membuang bagian desimalnya. Rata-rata 59,8 akan terbaca 59 dan keterangannya jadi TIDAK LULUS padahal seharusnya bukan. Pseudocode tidak perlu memikirkan ini karena pseudocode tidak punya tipe data, dan di situlah batas kemiripan dua dokumen itu.

Selebihnya, perhatikan apa yang tidak berubah di empat tahap. Urutan keputusannya sama: periksa perulangan dulu, lalu periksa nilai di dalam perulangan, lalu periksa rata-rata di luar perulangan. Kalau saat menerjemahkan kamu merasa perlu memindahkan satu pemeriksaan, berarti salah satu dari dua versi itu keliru dan dua-duanya harus diperbaiki, bukan hanya yang baru.

Baris pseudocodeSimbol flowchartBaris C
Baca njajar genjang nomor 2scanf untuk n
total <- 0persegi panjang nomor 3inisialisasi di deklarasi
Selama i <= nbelah ketupat nomor 4kondisi for
Jika nilai < 60belah ketupat nomor 7if di dalam for
i <- i + 1persegi panjang nomor 8bagian ketiga for
rata <- total / npersegi panjang nomor 9pembagian dengan cast

Kesalahan yang sering terjadi

  1. Menggambar flowchart lebih dulu lalu menulis pseudocode dari gambar. Logika yang salah jadi tersalin dua kali, dan koreksi di satu dokumen tidak pernah sampai ke dokumen lainnya.
  2. Memakai sintaks C di dalam pseudocode. Ini pengurangan nilai yang paling mudah dihindari dan paling sering terjadi.
  3. Perulangan tanpa blok inisialisasi atau tanpa penambahan pencacah. Di gambar tidak kelihatan salah, tapi alurnya tidak pernah keluar dari belah ketupat.
  4. Blok Baca nilai digambar di luar perulangan. Akibatnya hanya satu nilai yang dibaca lalu dijumlahkan n kali.
  5. Panah balik yang masuk ke badan perulangan, bukan ke titik sebelum pemeriksaan kondisi.
  6. Satu persegi panjang memuat lima pernyataan sekaligus termasuk percabangan.
  7. Lupa menutup Jika sehingga penambahan pencacah ikut masuk ke dalam cabang.

Untuk tugas yang dikumpulkan sebagai dokumen, menyimpan ketiga versi dalam satu berkas berurutan lebih berguna daripada tiga berkas terpisah, karena saat asisten menemukan beda logika kamu bisa langsung menunjuk tahap mana yang salah. Cara menyusunnya ada di cara membuat catatan kuliah efektif, dan kalau tugas ini jatuh berdekatan dengan ujian lain, pembagian waktunya dibahas di strategi belajar UAS dan UTS mahasiswa.

Pseudocode dulu atau flowchart dulu?

Pseudocode dulu. Menulis pseudocode hanya menuntut kamu memikirkan logika. Menggambar flowchart menuntut kamu memikirkan logika dan tata letak sekaligus, dan saat dua beban itu datang bersamaan yang biasanya dikorbankan adalah logikanya.

Apakah pseudocode harus berbahasa Inggris?

Tidak harus, tapi harus konsisten. Campuran Selama dan End While di satu dokumen lebih sering dikurangi nilainya daripada pilihan bahasanya sendiri. Ikuti contoh yang dipakai di modul praktikummu.

Berapa banyak simbol yang wajar untuk tugas satu masalah?

Untuk masalah dengan satu perulangan dan dua percabangan seperti di atas, sekitar sepuluh sampai lima belas simbol. Jauh lebih banyak dari itu biasanya tanda proses dipecah terlalu halus, dan jauh lebih sedikit biasanya tanda ada percabangan yang hilang.

Apakah boleh satu belah ketupat untuk tiga kemungkinan?

Tidak. Satu belah ketupat selalu tepat dua keluaran. Tiga kemungkinan digambar sebagai dua belah ketupat bertingkat, dan empat kemungkinan sebagai tiga belah ketupat.

Kenapa flowchart saya dinilai salah padahal programnya jalan?

Karena yang dinilai di tahap ini adalah keterbacaan rancangan, bukan hasil programnya. Panah yang menyilang, belah ketupat tanpa label, dan simbol yang tertukar bentuknya tetap salah meskipun kodenya benar.

Aplikasi apa yang sebaiknya dipakai menggambar?

Sebagian mata kuliah menerima gambar dari aplikasi diagram apa pun, bahkan gambar tangan yang difoto, selama bentuk simbolnya benar dan panahnya tidak menyilang. Sebagian lain mewajibkan format tertentu untuk pemeriksaan otomatis, jadi tanyakan ke asisten praktikum sebelum mulai menggambar.

Artikel Terkait

Siap taklukkan UTS, UAS, dan skripsi?

Gabung gratis di Pintarly. Ubah catatan kuliahmu jadi rangkuman, flashcards, dan kuis otomatis, plus AI tutor yang siap bantu kapan aja butuh.